BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 24 Mei, 2008 - Published 11:10 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Bajak laut di Selat Malaka
 

 
 
Selat Malaka
Kerja sama Indonesia dan Malaysia mengamankan Selat Malaka
Masalah bajak laut yang mengancam pelayaran dunia bukan hanya masih ada di Selat Malaka, tapi malah meningkat.

Statistik dari Biro Maritim Internasional, IMB, menunjukkan pada tahun 2007 terjadi peningkatan serangan bajak laut sampai 10%.

Selat Malaka yang sempit, antara Indonesia dan Malaysia, merupakan jalur pelayaran dunia yang penting dan terkenal dengan aksi para bajak laut.

Ratusan kapal, umumnya berupa tanker minyak dan kapal barang, melintasi Selat Malaka setiap harinya.

Dan selama berabad-abad, selat ini menjadi satu-satunya pintu gerbang utama untuk pelayaran menuju ke kawasan Timur.

Namun langkah pengamanan baru ditempuh dan hingga kuartal pertama 2008 ini, serangan bajak laut mulai menurun, walaupun belum ada jaminan ancaman itu sudah sama sekali menghilang.

Dengan bantuan Amerika Serikat dan Jepang, aparat Angkatan Laut Indonesia dan Malaysia bekerja-sama untuk mengamankan laut di kawasan masing-masing.

Penculikan
Bajak Laut
Selat Malaka memang terkenal dengan aksi bajak laut

Bulan Agustus tahun lalu, sebuah kapal tarik yang dinakodai Anwar diserang oleh 10 perampok.

Mereka mengambil semua harta benda milik awak kapal dan menghancurkan peralatan komunikasi. Anwar malah sempat diculik selama 10 hari.

"Saya amat ketakutan dengan kekerasan itu," kenangnya. Dan Anwar dibebaskan setelah uang tebusan dibayarkan kepada para penculiknya.

Dan dari pelabuhan Port Klang di Malaysia, bisa dilihat apa yang membuat para bajak laut beraksi.

Kapal-kapal yang melintas di Selat Malaka membawa barang-barang yang berharga; baja, minyak, batu bara.

Energi merupakan barang utama yang dibawa kapal-kapal yang melintasi Selat Malaka.

Sebagian besar kebutuhan energi Jepang, yang merupakan negara terkaya kedua dunia, dibawa dengan melintasi Selat Malaka.

Rute penting
Selata Malaka
Mmerupakan jalur penting bagi pelayaran dunia

Saya mengikuti patroli bersama Badan Pengamanan Maritim Malaysia, MMEA, yang beroperasi di kawasan laut Malaysia, dan berhenti di pos pengawasan yang terletak sekitar 18,5 dari daratan.

MMEA memiliki kapal cepat sementara helikopter baru akan segera tiba. Mereka mendapat bantuan dari Amerika Serikat dan Jepang, yang amat berkepentingan atas keamanan di Selat Malaka.

Dan patroli hari itu tidak menemukan aksi bajak laut.

Patroli memang menghentikan sebuah kapal penangkap ikan, dan biasanya ditemukan barang seludupan di kapal-kapal kecil, umumnya rokok.

Bagaimanapun patroli yang lebih sering telah membuat aksi bajak laut menurun.

"Ancaman pembajakan dan pencurian di sini amat nyata," kata Direktur MMEA, Mohammad bin Nik.

"Bagaimanapun negara-negara pesisir seperti Malaysia, Indonesia, dan Singapura mengambil langkah-langkah untuk menjamin jalur air aman bagi pelayaran internasional," tambahnya.

Dia menambahkan kegiatan intelijen amat diperlukan dalam menangkap bajak laut.

Hingga Mei 2008 tidak ada laporan tentang aksi bajak laut di Selat Malaka yang berada di wilayah Malaysia. Bisa jadi bajak laut beroperasi ke tempat lain, atau berhenti sama sekali beraksi?

Namun seorang ahli keamanan laut mengatakan kemungkinan mereka sedang menunggu sampai situasinyua memungkinkan kembali.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy