BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 13 Mei, 2008 - Published 14:42 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Tebang liar gerogoti Amazon
 

 
 
Deforestasi di Brasil
Skala deforestasi jalan antara Mato Grosso dan Para di Brasil
Bulan Januari lalu pemerintah Brasil mengumumkan laju penebangan hutan di Amazon meningkat pesat selama paruh kedua tahun 2007.

Padahal beberapa bulan sebelumnya para pejabat bergembira atas penurunan yang terjadi selama tiga tahun.

Bagi Presiden Brasil Luiz Ignacio Lula da Silva ini merupakan pengakuan yang memalukan.

Sebelumnya dia mengatakan bahwa upaya pemerintahnya untuk mengendalikan penebangan gelap dan menerapkan sertifikasi kepemilikan tanah berjalan mulus.

Angka baru yang diumumkan itu juga menimbulkan pertanyaan tentang nasib hutan tropis Amazon dan apakah kawasan ini dapat dikembangkan secara ekonomi tanpa merusaknya.

Grafik

"Penebangan hutan berkaitan dengan berbagai faktor ekonomi," kata Paulo Baretto, peneliti senior LSM Imazon di negara bagian Para.

Dengan naiknya harga pangan dan komoditi di pasar dunia, permintaan akan lahan murah di Amazon dapat meningkat pula.

Harga tanah di sana hanya sekitar sepersepuluh dari harga tanah di bagian selatan dan tenggara Brazil.

"Sebanyak 75% penebangan hutan di Amazon disebabkan oleh pembukaan tanah untuk peternakan besar (ranch)," kata Barreto.

"Brasil merupakan eksportir daging sapi penting selama lima tahun belakangan. Semua perluasan industri ternak beberapa tahun ini terjadi di Amazon."

Brasil juga merupakan eksportir kedelai, yang sebagian besar ditanam di daerah Amazon yang termasuk negara bagian Mato Grosso.

Banyak pengamat memperkirakan naiknya permintaan akan daging sapi dan kedelai di negara-negara Asia yang perekonomiannya tumbuh pesat, seperti misalnya Cina, akan terus memberikan tekanan terhadap hutan tropis.

 Penebangan hutan berkaitan dengan berbagai faktor ekonomi
 
Paulo Baretto
Peneliti senior LSM Imazon, Brasil

Karena kekhawatiran terhadap kenaikan penggundulan hutan di tahun 2007, pemerintah federal Brasil pada bulan Februari lalu mencanangkan satu operasi besar-besaran.

Mereka mengerahkan ribuan polisi ke kawasan hutan yang paling terkena pembabatan gelap, menutup tempat penggergajian kayu dan menerapkan denda.

Tetapi ada kalangan yang menganggap operasi seperti itu tidak mengatasi masalah mendasar di kawasan tersebut.

"Penipuan dalam sistem pendaftaran tanah merupakan masalah besar," kata Paulo Baretto dari Imazon.

"Kementrian Lingkungan mengira dampak psikologis denda akan cukup, padahal denda itu tak pernah ditagih."

Mencari solusi

Dengan makin pentingnya peran Brasil sebagai kekuatan pertanian di panggung dunia, muncul sebuah pragmatisme baru.

Ternak sapi di Brasil
Deforestasi sebagian besar akibat pembukaan lahan untuk peternakan sapi besar

Ada semacam pengakuan bahwa penggundulan hutan bisa lebih ditangani tidak saja melalui penjagaan oleh aparat, namun juga dengan memberikan insentif ekonomi kepada penduduk Amazon yang memanfaatkan hutan tanpa merusaknya.

"Kita akan membicarakan pelestarian lingkungan di Amazon dengan cara baru," kata pegiat lingkungan Brasil dan mantan anggota Kongres Fabio Feldman dalam sebuah perdebatan di Globo TV belum lama ini.

"Amazon berjasa terhadap lingkungan dunia dan kita harus mencari suatu mekanisme yang dapat memberi kompensasi bagi usaha pertanian agar mereka tidak merusak hutan," katanya.

Di negara bagian Amazonas, pemerintah setempat mencanangkan suatu program yang mungkin dapat memecahkan masalah bagaimana memadukan pengembangan ekonomi dan lingkungan.

Program itu memberikan uang US$30 per bulan kepada setiap keluarga yang melindungi lingkungan dan binatang langka serta tidak menjual kayu.

Program ini awalnya hanya untuk keluarga di kawasan konservasi, namun dapat diperluas ke kawasan lain.

Banyak negara-negara di sekitar Amazon tertarik untuk mempertimbangkannya.

PETA PENGGUNDULAN HUTAN DI AMAZON


 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy