http://www.bbc.com/indonesian/

24 April, 2008 - Published 13:08 GMT

Amerika Latin tangani harga pangan

Empat negara Amerika Latin yang bertemu di Karakas, Venezuela, menyepakati skema senilai US$ 100 juta untuk menangani dampak peningkatan harga pangan di kawasan itu.

Presidents Bolivia, Nikaragua, Venezuela, dan Wakil Presiden Kuba juga mencapai kesepakatan dalam program bersama untuk pengembangan pertanian.

Harga pangan dunia meningkat antara lain didorong oleh meningkatnya permintaan pangan di India dan Cina, serta meningkatnya harga bahan bakar.

Pertemuan puncak ke 4 negara itu juga menuding Amerika Serikat yang mendorong produksi bahan bakar nabati, yang ikut menyumbang pada kelangkaan pangan.

Tuan rumah KTT, Presiden Hugo Chavez, mengatakan krisis pangan ini merupakan 'unjuk rasa terbesar atas kegagalan sejarah dari model kapitalis.'

Dalam KTT itu dia menekankan perlunya menciptakan jaringan distribusi agar tidak terperangkap dalam tangan pihak penghubung dan spekulan yang, menghambat jutaan orang tidak mendapatkan pangan.

Namun tak banyak rincian yang keluar dari pertemuan puncak tersebut.

Masalah global

 Masalah ini amat penting bagi masa depan rakyat kami dan juga sebagian besar rakyat negara-negara miskin
 
Daniel Ortega

Sementara itu Presiden Nikaragua, Daniel Ortega, mengatakan tahun lalu saja harga beras meningkat 70% dan harga gandum naik sampai 130% sehingga dampak sosialnya terasa di seluruh dunia.

"Masalah ini amat penting bagi masa depan rakyat kami dan juga sebagian besar rakyat negara-negara miskin," tuturnya.

Chavez dan Ortega didampingi oleh Presiden Bolivia, Evo Morales, dan Wakil Presiden Kuba, Carlos Lage, dalam pertemuan tersebut.

Keempat negara ini merupakan anggota Blok ALBA, yang didirikan Presiden Chavez sebagai tandingan dari kesepakatan dagang yang didukung Amerika Serikat.

Para wartawan mengatakan negara-negara yang tergantung pada impor pangan, seperti Kuba, amat terpukul dengan meroketnya harga pangan dunia.

Venezuela juga menderita kekurangan pangan, dan Presiden Chavez menuding pengusaha setempat yang berada di belakang masalah itu.

Namun para pengecamnya menyebut pemerintah Venezuela telah gagal mengendalikan harga.

Kenaikan harga pangan dunia, yang disebut oleh Badan Pangan Dunia PBB sebagai 'tsunami bisu,' telah memicu kerusuhan di beberapa negara, seperti Haiti dan Kamerun.

PBB memperingatkan bahwa meningkatnya harga masih akan berlangsung walaupun produksi belakangan ini meningkat.