BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 26 Mei, 2007 - Published 10:16 GMT
 
Email kepada teman Versi cetak
Juru warga Cina siasati KB
 

 
 
Banyak keluarga Cina menggunakan obat kesuburan
Banyak keluarga Cina menggunakan obat kesuburan
Saat Niu Jian Fang dan Jiao Na menikah mereka tahu peraturan pemerintah Cina -satu pasangan, satu anak.

Wanita di negara ini hanya boleh melahirkan satu kali.

Begitulah, empat tahun lalu, Jiao Na hamil dan melahirkan seorang bayi laki-laki, Bei Bei.

Dan, beberapa menit kemudian dia melahirkan bayi perempuan, Jin Jin, dan kemudian laki-laki lagi, Huan Huan, dan putri kedua, Ying Ying, dan akhirnya, Ni Ni.

Dia dan suaminya berhasil menyiasati kebijakan satu anak Cina dengan memiliki anak kembar lima.

Namun, kondisi kehidupan mereka tidak gampang.

Lahan pertanian mereka yang sempit tidak mendatang banyak pemasukan.

Mereka terpaksa melepas Ying Ying kepada seorang kerabat, sebab mereka tidak sanggup menanggung kelima anak sendiri.

Tetap saja, mereka berhasil mengalahkan sistem CIna. Namun, mereka enggan menjelaskan jurus yang mereka tempuh.

Obat kesuburan

"Apa rahasianya? " tanya sanya.

Banyak warga desa Buffalo memiliki anak kembar
Banyak warga desa Bufalo memiliki anak kembar

Niu Jian Fang menatap ke depan, sedangkan Jiao Na tertawa dengan nada gugup.

"Sulit untuk mengungkapkannya," jawab ibu itu.

Tidak seorang pun di desa Buffalo ingin mengutarakannya secara terbuka, tapi diam-diam beberapa keluarga mengakui menggunakan obat kesuburan untuk menyiasati batas satu anak.

Seorang wanita menuturkan, mertuanya membubuhkan obat ke makanannya untuk memastika dia hamil kembar.

Ini desa pertanian, dan keluarga memerlukan lebih dari satu anak untuk menggarap lahan.

Berkat obat fertilitas, desa ini memiliki lebih banyak anak kembar di salah satu jalan daripada yang mungkin anda ditemukan di seluruh desa.

Tidak jauh dari rumah si kembar lima, ada Lou Yuan Mei dan dua anak kembarnya yang berusia 2 tahun, Lin Kai and Lin Da, yang mengenakan baju kembar warna oranye.

Terpisah beberapa rumah lagi, Wu Xiaofang dengan bangga menjemput dan memamerkan bayi kembarnya, Jiao Jiao dan Fei Fan.

'Mudah didapat'

Di dekat desa Buffalo, catatan rumah sakit bersalin setempat dipenuhi daftar wanita dengan kehamilan kembar.

 Kami menyaksikan kenaikan tajam jumlah anak kembar dalam tahun-tahun terakhir akibat obat kesuburan yang mudah didapat
 
Dr Guo Gui Fen

Dr Guo Gui Fen perlahan-lahan membuka-buka halaman buku catatan dan menunjuk nama masing-masing ibu yang melahirkan anak kembar dua atau bahkan tiga. "Kami menyaksikan kenaikan tajam jumlah anak kembar dalam tahun-tahun terakhir," kata dokter tadi.

"Itu karena obat kesuburan yang mudah didapat," tambah wanita tersebut.

Tidak jauh dari rumah sakit bersalin, ada apotik yang menjual obat untuk warga desa Buffalo dan desa-desa di sekitarnya.

Saya menuju toko untuk menguji seberapa muda membeli tablet obat kesuburan tanpa resep.

"Satu kotak?" tanya penjaga toko.

"Satu saja," jawab saya.

Dia tidak bertanya lagi dan langsung meraih kotak Clomifene Citrate Capsules yang tersisa dalam persediaan. Obat kesuburan itu dijual dengan harga 7,5 renmimbi atau sekitar (Rp 9 ribu)

Si penjaga toko menerima uang dan menyerahkan kotak tablet tersebut. Begitulah betapa mudahnya menjangkau obat kesuburan di wilayah Cina yang satu ini.

Kebencian

Cina mulai memberlakukan kebijakan satu anak pada tahun 1980, karena negara itu khawatir tidak sanggup memberi makan penduduk yang jumlahnya terus membengkak.

Obat kesuburan mudah diperoleh
Obat kesuburan mudah diperoleh di beberapa tempat di Cina

Di desa dan kota, kebijakan tersebut sering diberlakukan secara ketat.

Sebagian wanita disterilisasi setelah melahirkan akan pertama mereka.

Yang lain dipaksa menjalani aborsi jika mereka hamil lagi.

Pasangan terancam didenda jika mereka tidak menggugurkan kandungan dan memiliki anak kedua.

Meski demikian ada perkecualia bagi keluarga dari kalangan minoritas etnik yang diperkenankan memiliki lebih dair satu anak.

Sebagian keluarga di pedesaan juga diperkenankan mencoba mendapatkan anak laki-laki jika anak pertama mereka perempuan.

Namun, warga Cina yang dibatasi hanya boleh memiliki satu anak semakin membenci kebijakan ini.

Di Cina modern, semakin banyak warga yang menolak menerima perintah negara.

Kerusuhan

Pada 19 Mei, warga Bobai, Provinsi Guanxi, di bagian selatan Cina, warga bangkit melawan kebijakan ini.

Peta lokasi Guangxi, Cina

Para pejabat Partai Komunis mengadakan pemeriksaan dari rumah ke rumah untuk mengutip denda dari warga yang memiliki anak kedua.

Menurut laporan, para pejabat mencoba mengintimidasi pelanggara peraturan agar membayar denda, tapi warga setempat melawan dengan membakar mobil dan merusak kantor pemerintahan.

Banyak warga Cina lebih memilih konfrontasi seperti ini dengan pemerintah yang masih sangat berkuasa.

Itulah sebabnya begitu banyak orang yang menggunakan obat kesuburan dengan harapan bisa hamil anak kembar.

Jika anda mendapatkan semua anak anda dalam satu kehamilan di Cina, Anda tidak perlu merisaukan denda dan berhadapan dengan Partai Komunis.

Pemerintah Cina menyatakan kebijakan satu anak tetap akan berlaku beberapa tahun ke depan, sebab dia yakin itu merupakan satu-satunya cara untuk mengendalikan jumlah penduduk Cina.

Namun, dengan obat kesuburan, warga desa Buffalo telah menemukan cara mereka yang andal untuk menyiasati sistem.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy