|
Debat Sarkozy dan Royal di TV | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Dua calon presiden Perancis, Nicolas Sarozy dan Segolene Royal, melakukan perdebatan sengit di televisi. Calon kubu konservatif dan sosialis itu berdebat tentang lapangan kerja, ekonomi, lingkungan serta hukum dan ketertiban. Perdebatan di TV ini berlangsung sengit dan penuh konfrontasi sampai melewati waktu 2 jam yang ditentukan sebelumnya. Hal itu disebabkan perdebatan ini amat menentukan untuk mempengaruhi para pemilih 'mengambang' dalam pemungutan suara babak kedua, Minggu 6 Mei 2007. Dalam pemungutan suara babak pertama tanggal 22 April lalu, Sarkozy meraih 31,2% suara sedangkan Royal mendapat 25,9% suara. Saling serang Debat antar kedua calon presiden Perancis ditayangkan di 2 saluran TV Perancis terbesar dan disaksikan oleh sekitar 20 juta pemirsa. Royal mengkritik catatan Sarkozy ketika menjabat Menteri Dalam Negeri, khususnya dalam hal kriminalitas dan keamanan. "Pada tahun 2002, Tuan Sarkozy, anda berbicara tentang toleransi nol, namun hari ini anda melihat warga Perancis amat kuatir dengan meningkatnya kekerasan dan agresi dalam masyarakat Perancis," kata Segolene Royal. Sarkozy membela diri dengan mengatakan bahwa angka kriminalitas dengan kekerasan sudah turun. Perdebatan paling sengit berlangsung pada bagian kedua, dalam pembahasan sekolah untuk anak-anak cacat, yang sekarang sering disebut anak-anak dengan beda kemampuan. Royal menuduh Sarkozy melakukan 'politik tidak bermoral' karena menghapuskan kebijakan sosialis dalam masalah itu. Sarkozy membalas dengan mengatakan lawannya itu kehilangan kesabaran, yang sering juga dikatakan Royal kepada Sarkozy dalam debat itu. Tak ada yang menang
Keduanya juga membahas reformasi layanan umum serta lapangan kerja, dan menurut Sarkozy warga Perancis saat ini perlu bekerja lebih banyak. "Dia masih berpikir bahwa pekerjaan bisa dibagi-bagi seperti seorang kue. Tidak ada negara di dunia ini yang menerima cara berpikir demikian, dan merupakan kesalahan monumental," tuding Sarkozy. Walaupun bedebat sengit, tampaknya tak satupun calon yang berhasil memukul telak lawannya. Kedua kubu akan mengamati dengan cermat jajak pendapat sebelum pemungutan suara Minggu 6 Mei. Sarkozy dan Royal berharap bisa meraih 18% suara dari kubu tengah yang direbut oleh Fracois Bayrou dalam pemungutan suara babak pertama. Tentu saja suara pendukung ekstrim kanan, Jean-Marie Le Pen, menjadi rebutan keduanya walau tidak sebesar suara pendukung Bayrou. |
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||