BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 03 Mei, 2007 - Published 11:58 GMT
 
Email kepada teman Versi cetak
Debat Sarkozy dan Royal di TV
 
Nicolas Sarkozy dan Segolene Royal
Sarkozy dan Royal memperebutkan pendukung kubu tengah
Dua calon presiden Perancis, Nicolas Sarozy dan Segolene Royal, melakukan perdebatan sengit di televisi.

Calon kubu konservatif dan sosialis itu berdebat tentang lapangan kerja, ekonomi, lingkungan serta hukum dan ketertiban.

Perdebatan di TV ini berlangsung sengit dan penuh konfrontasi sampai melewati waktu 2 jam yang ditentukan sebelumnya.

Hal itu disebabkan perdebatan ini amat menentukan untuk mempengaruhi para pemilih 'mengambang' dalam pemungutan suara babak kedua, Minggu 6 Mei 2007.

Dalam pemungutan suara babak pertama tanggal 22 April lalu, Sarkozy meraih 31,2% suara sedangkan Royal mendapat 25,9% suara.

Saling serang

 Pada tahun 2002, Tuan Sarkozy, anda berbicara tentang toleransi nol, namun hari ini anda melihat warga Perancis amat kuatir dengan meningkatnya kekerasan...
 
Segolene Royal

Debat antar kedua calon presiden Perancis ditayangkan di 2 saluran TV Perancis terbesar dan disaksikan oleh sekitar 20 juta pemirsa.

Royal mengkritik catatan Sarkozy ketika menjabat Menteri Dalam Negeri, khususnya dalam hal kriminalitas dan keamanan.

"Pada tahun 2002, Tuan Sarkozy, anda berbicara tentang toleransi nol, namun hari ini anda melihat warga Perancis amat kuatir dengan meningkatnya kekerasan dan agresi dalam masyarakat Perancis," kata Segolene Royal.

Sarkozy membela diri dengan mengatakan bahwa angka kriminalitas dengan kekerasan sudah turun.

Perdebatan paling sengit berlangsung pada bagian kedua, dalam pembahasan sekolah untuk anak-anak cacat, yang sekarang sering disebut anak-anak dengan beda kemampuan.

Royal menuduh Sarkozy melakukan 'politik tidak bermoral' karena menghapuskan kebijakan sosialis dalam masalah itu.

Sarkozy membalas dengan mengatakan lawannya itu kehilangan kesabaran, yang sering juga dikatakan Royal kepada Sarkozy dalam debat itu.

Tak ada yang menang
Perancis
Sarkozy unggul dalam pemungutan suara babak pertama

Keduanya juga membahas reformasi layanan umum serta lapangan kerja, dan menurut Sarkozy warga Perancis saat ini perlu bekerja lebih banyak.

"Dia masih berpikir bahwa pekerjaan bisa dibagi-bagi seperti seorang kue. Tidak ada negara di dunia ini yang menerima cara berpikir demikian, dan merupakan kesalahan monumental," tuding Sarkozy.

Walaupun bedebat sengit, tampaknya tak satupun calon yang berhasil memukul telak lawannya.

Kedua kubu akan mengamati dengan cermat jajak pendapat sebelum pemungutan suara Minggu 6 Mei.

Sarkozy dan Royal berharap bisa meraih 18% suara dari kubu tengah yang direbut oleh Fracois Bayrou dalam pemungutan suara babak pertama.

Tentu saja suara pendukung ekstrim kanan, Jean-Marie Le Pen, menjadi rebutan keduanya walau tidak sebesar suara pendukung Bayrou.

 
 
Nama
Kota/Negara
Email
Komentar anda
 
  
BBC mungkin mengedit komentar anda dan tidak menjamin semua akan diterbitkan
 
Segolene RoyalPilpres Perancis
Ikuti laporan khusus tentang pemilihan presiden Perancis
 
 
Royal dan SarkozySarkozy dan Royal
Calon kubu kanan dan Sosialis bersaing di babak kedua
 
 
PerancisPerhatian Inggris
Media Inggris memberitakan rutin Pilpres Perancis
 
 
PerancisIsu utama
Wawancara dengan 2 pemilih Perancis tentang isu utama
 
 
PerancisIsu kemiskinan
Dibayangi oleh masalah kawasan pemukiman miskin
 
 
PerancisApa dan siapa
Tentang calon presiden Perancis dan isu kampanye
 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy