|
Isu kawasan pemukiman miskin | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Kampanye pemilihan presiden Perancis kali ini didominasi oleh masalah-masalah di daerah miskin, seperti pengangguran, hukum, ketertiban maupun imigran. Hal ini tampaknya merupakan dampak dari rangkaian kekerasan di daerah pinggiran perkotaan 18 bulan lalu. Dan dalam beberapa bulan terakhir terjadi peningkatan jumlah orang yang mendaftarkan diri untuk ikut pemilihan presiden. Tetapi keadaan di daerah miskin Perancis hanya sedikit yang berubah, seperti dilaporkan oleh wartawan BBC, Alasdair Sandford. Sekelompok pengunjuk rasa di ibukota Paris, pada masa kampanye pemilihan, menegaskan bahwa kelompok miskin Perancis telah disudutkan. Dan mereka membuat sebuah piagam tentang langkah-langkah yang mereka harapkan akan diterapkan. Yang membuat piagam itu menjadi lebih penting adalah salah satu calon dalam pemilihan presiden, Segolene Royal, ikut menanda-tangani petisi tersebut. Meraih penduduk miskin
Belum lama ini, di sebuah kompleks perumahan di dekat Paris sekelompok orang melakukan latihan pemilihan presiden, yang dimenangkan calon kelompok sosialis, Segolene Royal. Saingannya dari kelompok kanan, Nicolas Sarkozy, saat menjabat Menteri Dalam Negeri, menempuh kebijakan atas kriminalitas dan imigrasi yang keras. Hal itu membuat dia dibenci oleh kelompok masyarakat pinggiran dan imigran, dan Sarkozy berusaha untuk tidak mengunjungi daerah miskin pada masa kampanye. Sementara itu calon kelompok tengah Francois Bayrou seringkali dikerumuni orang saat mengunjungi wilayah-wilayah pemukiman miskin di pinggiran ibukota Paris. Desakan Bayrou untuk memperbaiki perumahan penduduk memang banyak mendapat dukungan. Sedangkan dukungan pada tokoh ekstrim kanan, Front Nasional, Jean Marie Le Pen sulit diperkirakan. Pada pemilu terakhir, dia berhasil meraih 19% suara di daerah tempat maraknya pertama kali kerusuhan. Meskipun Le Pen menentang imigrasi, namun sebuah jajak pendapat menunjukkan 18% penduduk yang berasal dari Afrika utara kemungkinan akan mendukungnya. |
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||