|
Sensor internet di berbagai negara | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Beberapa negara di dunia sudah menempuh kebijakan pembatasan internet, dengan berbagai cara dan kepentingan. Berikut beberapa contoh tentang pembatasan, atau pengaturan, internet di Cina, Uni Emirat Arab, dan Kuba. Pengaturan internet di Cina Yang ditempuh adalah pengaturan internet, yang tidak berbeda dengan yang ditempuh di Amerika Serikat, Inggris, dan negara-negara lain di dunia.
Menurut pemerintah Cina, mereka hanya memblokir situs-situs yang merusak, seperti pornografi dan juga yang mempromosikan terorisme. Namun realitasnya internet di Cina amat berbeda. Situs BBC News tidak bisa diakses di warung-warung internet di Cina, begitu juga situs The New York Times, Amnesty International, Humat Rigth Watch dan beberapa situs lain yang dianggap mengandung pornogarfi atau 'berbahaya.' Cina mungkin merupakan negara yang paling canggih dalam menjalankan sistem pengawasan dan sensor internet. Dalam beberapa tahun belakangan pemerintah Cina dilaporkan menghabiskan anggaran puluhan juta dollar untuk membangun 'Great Firewall of China' dalam memblokir situs tertentu. Di masa lalu seluruh situs diblokir, namun belakangan ditemukan teknologi yang mampu memblokir bagian-bagian tertentu saja. Untuk membatasi penggunaan internet, Cina disebut-sebut meminta bantuan dari luar negeri, seperti dari Amerika Serikat. Sejumlah laporan mengatakan beberapa perusahaan piranti lunak dari Amerika memasok piranti lunak canggih ke Cina yang berfungsi menyaring internet. Industri pencari internet, seperti Google dan Yahoo, juga dituduh bekerja-sama dengan pemerintah Cina dengan tidak memunculkan daftar alamat internet yang dianggap 'merusak' oleh pemerintah Cina. Sementara itu di dalam negeri para provider diharuskan mengawasi situs-situs yang diakses para pelanggan maupun percakapan di 'ruang ngobrol internet.' Hampir semua perusahaan provider internet di Cina mempunya staf khusus yang bertugas sebagai 'polisi internet.' Bagi warga Cina yang menggunakan internet untuk mengkritik Partai Komunis Cina, maka nasib mereka bisa berakhir di tahanan. Dubai larang pornografi dan kritik Sebagian besar warga mendukung sensor internet atas pornografi, namun tampaknya dukungan tidak sama banyaknya atas sensor yang bermotif politik. Dengan kekayaan minyaknya, Uni Emirat Arab menjadi salah satu negara yang berkembang amat pesat. Pembangunan property merupakan salah satu yang terpesat di dunia, dan pada saat bersamaan Dubai juga ingin menjadi salah satu pusat media dunia.
Sejalan dengan pembangunan itu, internet berkembang pesat namun pemerintah menggunakan teknologi untuk membatasinya. Wartawan BBC di Uni Emirat Arab, Julia Wheeler, mengatakan beberapa situs internet tidak bisa dibuka di negara itu. Salah satunya adalah www.uaeprison.com dan www.arabtimes.com yang bermarkas di Amerika Serikat. Jika mengklik kedua situs yang mengangkat isu-isu demokrasi dan hak asasi manusia itu, maka muncul penjelasan atas pemblokirannya; "berhubung isinya tidak sejalan dengan nilai agama, budaya, politik dan moral Uni Emirat Arab." Tidak terlalu jelas bagaimana provider internet satu-satunya di negara itu, Etisilat, menentukan hal-hal apa saja yang bertentangan dengan nilai-nilai negara. Dalam hal situs pornografi memang ukurannya lebih gampang dan didukung oleh banyak warga, namun tidak demikian halnya dengan materi-materi politik. Bagaimanapun ada halaman balasan dalam setiap internet yang diblokir sehingga para pengguna bisa memberikan argumentasi agar situs internet itu dibuka untuk warga Uni Emirat Arab. Salah seorang pendengar BBC, Anto, yang sudah tinggal 8 tahun di Dubai, mengirim email yang mengatakan dia sudah mencoba untuk membuka situs pornografi dari kantor, rumah, maupun warung internet dan tidak pernah berhasil. "Tetapi untuk situs ilmu pengetahuan dan teknologi, budaya, politik, hiburan, dan lowongan pekerjaan sampai produk elektronik keluaran terbaru dengan sangat mudahnya dibuka. Hanya dalam kejapan mata," tutur Anto. Bagaimanapun sejumlah pengguna internet yang menguasai teknologi dilaporkan berhasil membuka internet yang diblokir pemerintah. Dan laporan-laporan lain mengatakan pihak berwenang menyimpan catatan para pelanggan di warung internet, yang menurut pemerintah, untuk mencegah kejahatan internet. Adapun para warga asing yang bekerja di Uni Emirat Arab mengeluh karena www.skype.com, untuk komunikasi telepon internasional lewat internet, tidak bisa diakses. Namun banyak yang menduga bahwa sensor atas www.skype.com lebih didorong oleh motif negara untuk menjamin keuntungan besar dari sambungan interlokal para pekerja asing di sana. Demi kepentingan sosial di Kuba Ribuan warga Kuba mendapat pelatihan di sekolah komputer baru yang didirikan di pinggiran ibukota Havana.
Sementara klub-klub komputer dibentuk di seluruh pelosok negeri, bahkan sekolah di sebuah kampung kecil mendapat komputer. Namun pada saat yang sama pemerintah bekerja keras untuk mencegah warganya memiliki akses internet dengan bebas. Wartawan BBC di Havana, Stephen Gibbs, melaporkan toko-toko di Kuba menjual komputer yang canggih namun tidak mungkin bagi warga biasa untuk membelinya tanpa ijin khusus. Pembatasan juga dilakukan jika warga Kuba ingin mendapat layanan intermet dari perusahaan provider milik negara. Pengecualian hanya diberikan kepada pejabat tinggi pemerintah, akademisi, dan warga asing. Warung internet tertentu mendapat lisensi khusus yang terbatas hanya untuk warga asing. Pemerintah mengatakan bahwa pembatasan itu untuk menjamin penggunaan internet demi kepentingan 'sosial dan bersama.' Dan pemerintah Kuba membantah tuduhan telah melakukan penyensoran atas internet. Mereka mengaku bahwa beberapa situs internet memang diblokir namun --menurut pemerintah Kuba-- karena situs itu 'milik teroris atau pornografi.' Situs internet yang bermarkas di Amerika yang memajang artikel-artikel dari para pembangkan Kuba umumnya juga tidak bisa diakses. Pemerintah menegaskan bahwa prioritas mereka adalah menggunakan internet untuk pendudukan dan kesehatan. Hal itu amat penting karena keterbatasan sumber daya dan gelombang internet di Kuba, yang menurut pemerintah Kuba akibat embargo pemerintah Amerika Serikat. Namun, seperti dilaporkan wartawan BBC, Stephen Gibbs, sejumlah orang bisa menggatasi pembatasan pemerintah itu dengan membeli password dari pejabat pemerintah. Sekelompok orang lainnya merakit komputer sendiri dengan menggunakan suku cadang yang diseludupkan. |
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||