|
Melawan anorexia di dunia mode | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Dunia mode tersadarkan bahwa disiplin para model untuk menjaga kelangsingan tubuh, agar tetap dipilih berjalan di cat walk, ternyata berdampak negatif. Beberapa model, yang masih muda belia, rupanya menjaga kelangsingan tubuh mereka secara berlebihan. Dan tewasnya seorang model asal Brasil, Ana Caroline Reston, November tahun lalu sepertinya menyadarkan dunia mode. Saat meninggal dunia, Ana Caroline Reston, yang berusia 21 tahun, hanya memiliki berat badan sekitar 40 kilogram. Ana Caroline Reston meninggal dunia karena infeksi yang disebabkan oleh anorexia, yang diterjemahkan sebagai gangguan pola makan dalam bentuk antara lain tidak punya selera makan. Ibunya Caroline, Miriam Reston, menuding bahwa tekanan dari agen modeling terlalu kuat dan mereka sampai bertindak seperti ibu kepada anak jika para model sedang di luar rumah.
"Di rumah dia makan, tapi saya tidak tahu apa yang dilakukannya ketika sedang melakukan perjalanan," tambahnya tentang putrinya Ana Caroline. Dan Miriam Reston mengharapkan agen modeling juga menjaga kesehatan para model untuk mencegah kasus Ana Caroline lainnya. Selain merusak kesehatan para model, ada juga kekuatiran kalau model-model yang super kurus menyampaikan pesan yang salah tentang tubuh yang ideal kepada generasi muda. Madrid memulai Salah satu pusat mode dunia, Milan, yang menggelar Pekan Mode Milan, mulai 21 Februari lalu, menetapkan kode perilaku untuk melindungi para model dari anorexia. Langkah ini mengikuti kebijakan pemerintah Spanyol yang menentang model-model yang terlalu kurus untuk tampil di Madrid Fashion Show.
Asosiasi Perancang Mode Spanyol menindak-lanjutinya dengan melarang model dengan Indeks Berat Tubuh atau BMI di bawah 18 tampil di panggung-panggung mode Spanyol. Para ahli kesehatan di PBB menetapkan BMI ideal adalah antara 18,5 hingga 25,5 dan banyak para model memiliki BMI di bawah 18. Dan Milan mengikuti langkah yang sama, sekaligus menegaskan untuk mendorong kerja-sama antara agen modeling bersama dokter untuk menjamin kesehatan para model yang umumnya masih muda belia. Walikota Milan, Letizia Moratti, yang merupakan walikota perempuan pertama di kota itu, mendukung larangan para model yang 'tampak mengidap anorexia.' Berdasarkan kode perilaku model di Milan, maka para model harus mempunyai sertifikat kesehatan untuk membuktikan mereka sehat dan tidak menderita anorexia. Selain itu, sekolah-sekolah model akan didampingi oleh para pengawas untuk memastikan bahwa mereka tidak mengorbankan kesehatan demi kelangsingan tubuh. London tak melarang
Salah satu ibukota mode dunia, London, memutuskan untuk tidak melarang tampilnya model-model super kurus. Dalam London Fashion Week tahun lalu, Dewan Fashion Inggris memutuskan untuk tidak menerapkan larangan model dengan indeks BMI di bawah 18, walau di bawah tekanan yang cukup kuat. Menteri Kebudayaan Inggris, Tessa Jowell, saat London Fashion Week meminta para model yang 'sekurus tiang' --begitulah dia menyebutnya-- dilarang dari panggung mode. Namun Dewan Fashion Inggris mengeluarkan pernyataan "mereka tidak mau memberi komentar maupun campur tangan dalam aspek estetika para perancang." Bagaimanapun Dewan Fashion Inggris membentuk sebuah satuan tugas untuk mempromosikan berat badan yang sehat, namun tetap memberikan keputusan akhir kepada agen modeling. Keputusan ini dikritik ahli kesehatan dan pegiat perempuan Inggris karena --menurut mereka-- London merupakan kota penting mode yang menjadi panutan dari kota-kota mode dunia lain. Mereka berpendapat seandainya London mengambil langkah yang melarang para model dengan BMI di bawah 18 untuk tampil di panggung mode, ada kemungkinan gerakan itu akan lebih menggema di dunia mode global. |
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||