http://www.bbc.com/indonesian/

16 Februari, 2007 - Published 12:07 GMT

Yusuf Arifin
Wartawan BBC Siaran Indonesia

Proyek lahan gambut dihidupkan

Pemerintah Indonesia akan menghidupkan kembali program lahan gambut sejuta hektar di Kalimantan Tengah, yang dulu dicanangkan oleh Presiden Suharto.

Namun proyek yang akan mengkonversi lahan gambut menjadi persawahan itu menjadi terbengkalai, walau sejumlah saluran air sudah sempat dibangun dan sejumlah area sudah mengering.

Sebelum proyek itu diluncurkan, banyak ilmuwan dan pegiat lingkungan yang menentangnya karena akan berdampak amat buruk bagi lingkungan.

Laporan Yusuf Arifin

Proyek itu awalnya diluncurkan pada tahun 1995 sebagai bagian dari ambisi pemerintahan Suharto untuk mencapai kembali posisi swa-sembada beras.

Kini pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan menghidupkan kembali proyek itu dengan dana sebesar Rp. 9 triliun dan diharapkan akan selesai tahun 2010.

Hanya sebagian

 Yang tidak kita ganggu gugat itu sekitar 600.000 hektar lebih karena itu betul-betul lahan gambut yang kita pertahankan ekosistemnya
 
Teras Narang

Gubernur Kalimantan Tengah, Teras Narang, usai mengikuti rapat paripurna kabinet, Kamis 15 Februari 2007, mengatakan, pembukaan kembali program itu tidak akan mengabaikan masalah lingkungan.

Dan tidak semua lahan gambut yang tadinya direncanakan untuk persawahan, seluas 1,1 juta hektar, akan dihidupkan kembali.

Teras Narang menegaskan hanya sekitar 300.000 hektar saja yang akan dikonversikan sebagai lahan pertanian, sedangkan sisanya akan direhabilitasi sebagai hutan gambut.

"Yang tidak kita ganggu gugat itu sekitar 600.000 hektar lebih karena itu betul-betul lahan gambut yang kita pertahankan ekosistemnya," kata Teras Narang.

Bagaimanapun Koordinator Pemulihan Hutan dan Mitigasi Bencana dari WWF, Fitrian Ardiansyah, tetap mempertanyakan kebijakan untuk menghidupkan kembali proyek lahan gambut ini.

"Kami heran, kenapa pemerintah tidak belajar dari kesalahan masa lalu. Kalau kita lihat kebakaran hutan, maka sebagian besar terjadi di kawasan lahan gambut yang sudah mengering," kata Fitrian.

Sudah dipertimbangkan
Kiriman asap
Kiriman asap dari Indonesia ke negara tetangga sudah rutin

Sedangkan Dibyo Prabowo, Direktur Wetlands International Indonesia, yang ikut membantu program rehabilitasi 600 ribu hektar lahan gambut, mengatakan keputusan pemerintah sudah melalui pertimbangan.

"Sudah dipelajari lagi bahwa ada bagian-bagian dari 1 juta hektar itu yang masih layak untuk dikembangkan sebagai pertanian tanaman pangan. Dan itu yang sekarang dikonsentrasikan pemerintah untuk diteruskan," kata Dibyo.

Pemerintah Kalimantan Tengah memang dihadapkan pada buah simalakama dengan terbukanya 1,1 juta hektar lahan gambut di daerah mereka.

Jika didiamkan akan menjadi masalah, sedang jika dibudidayakan akan beresiko.

Dan Fitrian Ardiansyah berharap pemerintah lebih berhati-hati dalam mengkonversi lahan gambut sebagai areal pertanian.