|
Pendapat atas pemanasan global | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Berikut pendapat yang masuk ke BBC Siaran Indonesia sehubungan dengan pemanasan global. "Disadari atau tidak, sudah banyak atau bahkan berulang kali dilakukan upaya-upaya oleh negara tertentu, tokoh aktivis, dan kelompok pecinta lingkungan di seluruh dunia, tapi tetap saja berlangsung pemanasan global. Kalau disebut ulah kita, itu sudah pasti karena kita semua masih bergantung pada sektor industri." Denny Noor, Jakarta "Pemanasan global adalah kesalahan manusia yang terlalu serakah, dan juga akibat dari revolusi industri yang terlalu dibanggakan orang Barat tanpa memikirkan akibat yang timbul kemudian." Imam, Indonesia "Sedikit sekali orang-orang yang menyadari dampak pemanasan global. tapi banyak juga orang yang punya perhatian terhadap hal tersebut. Namun masih ada keterbatasan kemampuan ataupun ilmu untuk membantu mengatasi pemanasan global." Cahya, Lampung "Kita semua sudah mengenal hukum sebab akibat. Dengan suatu analogi kain yang diurai helai demi helai pastilah akan berubah menjadi barang yang tidak berharga. Begitu juga dengan alam dan bumi yang kita diami, dia adalah suatu tempat yang sangat istimewa bagi kita semua. Disinilah kita menempuh kehidupan dengan seimbang. Tetapi kita tidak menyadari akibat ulah kita yang tak terkontrol oleh akal sadarlah yang menyebabkan kerusakan dimuka bumi. Coba bayangkan terlalu tingginya minat sebagian manusia terhadap dunia, sehingga banyak pohon yang ditebangi tanpa adanya reboisasi." Ali, Depok
"Peran petani tambak/nelayan, khususnya di wilayah pantai seluruh wilayah di Indonesia diharapkan untuk mengembangkan hutan mangrove seperti yang dilakukan salah seorang petani di Lampung. Selain menumbuhkan biota laut dan pantai maka secara jangka panjang dapat mencegah terjadinya rusaknya wilayah pantai akibat abrasi air laut, da dapat mengurangi efek rumah kaca." Tito Sudiatno, Jakarta "Yang perlu dipikirkan Indonesia adalah bagaimana memindahkan ribuan penduduk tatkala lahan huniannya tergenang/tenggelamsbg akibat dari pemanasan global. Mungkin Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi perlu mencari alternatif solusi, seperti wilayah mana saja yang layak untuk dijadikan areal pemukiman transmigrasi baru." Sukamto Javaladi, Riyadh "Selama ini kita mungkin menyalahkan dunia industri yang menyebabkan terjadinya pemanasan global. Memang penyumbang terbesar atas terjadinya bencana itu adalah mereka. Tapi ada baiknya kita juga mulai hari ini memperhatikan hal-hal terkecil dari kehidupan kita bagaimana caranya untuk mengurangi terjadinya pemanasan global. Contoh nyatanya adalah mulai melakukan penghematan energi yang kita gunakan sehari-hari dalam kehidupan kita. Mudah-mudahan tindakan yang dimulai dari hal-hal kecil ini akan membawa perubahan besar demin tercapainya kondisi bumi yang nyaman." "Pemanasan global merupakan satu fenomena yang sangat berbahaya jika tidak ditangani secepatnya." Roza, Sabah, Malaysia "Saya prihatin dengan kondisi indonesia yang semakin lama semakin rentan terhadap reaksi alam. Saya berharap masyarakat indonesia dapat memahami bahwa saat ini kita perlu menanamkan pada masyarakat akan hal-hal kecil yang dapat mempengaruhi pemanasan global. Saya juga berharap pemerintah dapat menginformasikan pemanasan global ini secara lebih spesifik dan terbuka, sehingga tidak hanya sebagian dari masyarakat saja yang perduli tetapi semua lapisan juga mendapat pendidikan mengenai alam secara jelas." "Sudah saatnya masyarakat dunia mulai perduli tentang adanya pemanasan global untuk kelangsungan umat dunia di masa yang akan datang." Rizka, Surabaya "Ada baiknya kita sama-sama menjaga dan jangan saling menyalahkan. Kita juga sebaiknya melakukan koreksi diri masing-masing apakah kita sudah melestarikan alam ini?" J. Benk, Medan "Melihat apa yang terjadi saat ini tentang mencairnya es di berbagai kutub saat ini, saya sangat prihatin sekali dengan ekosistem yang ada. Yang membuat saya jengkel adalah orang-orang yang terlalu rakus dengan harta yang menyebabkan pencairan es di kutub. Jika hal itu dibiarkan akan terjadi ketidakseimbangan alam. Dan saya harap efek rumah kaca dapat dikurangi atau bahkan dihentikan sama sekali." Tri, Indonesia "Kita harus berusaha yang terbaik, paling tidak berusaha untuk memperbaiki sesuatu agar masih bisa melihat dunia ini lebih baik untuk masa depan, untuk anak cucu kita. Dan ketika kelak kita 'ditanya' maka kita bisa menjawab bahwa; "inilah usaha kami dan inilah kesalahan kami juga." Zeva, Indonesia. "Menurut saya pemanasan global terjadi karena ulah manusia itu sendiri, dan sekarang manusia baru merasakan bahwa kemajuan teknologi memang tidak selalu menjamin manusia untuk hidup sejahtera, melainkan malah memperburuk kehidupan kita." Udjo, Indonesia "Bumi ini terasa terjajah oleh manusia, namun manusia tidak menyadari apa yang diperbuatnya. Saran saya tolong kurangin efek rumah kacanya dan galakkan program sejuta pohon di Kalimantan dan Amazon. Kedua wilayah itu sering disebut paru-paru dunia, jadi tolong jangan dirusak." Yudhi, Indonesia |
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||