|
Gajah punya sifat sosial | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Gajah dapat mengenali pantulan diri sendiri di cermin dan memperlihatkan pengertian atau kemampuan untuk mengerti sosok diri yang sebelumnya hanya disaksikan pada manusia, kera-kera besar dan satu jenis lumba-lumba, kata para ilmuwan. Ini adalah hasil temuan satu tim peneliti di AS yang mempelajari tindak tanduk beberapa ekor gajah Asia di depan cermin besar. Salah satu gajah berkali-kali menyentuh tanda X putih di dahinya - sebuah tes yang biasa digunakan untuk menilai kemampuan mengerti sosok diri pada anak-anak dan kera. Studi ini diterbitkan di jurnal National Academy of Sciences. "Kami menyaksikan sikap yang kompleks seperti pengenalan sosok diri yang biasanya dilihat pada hewan yang memiliki kecerdasan dan sistem sosial," kata Joshua Plotnik, dari Pusat Penelitian Primata Nasional Yerkes, di Universitas Emory, Atlanta, Georgia. "Sikap sosial yang kompleks pada gajah, sikap altruistik atau sikap rela berkorban untuk sesama gajah, menunjukkan bahwa gajah memiliki kemampuan otak yang besar, sehingga cocok untuk diuji di depan cermin." Tes tanda 'X' Banyak hewan yang akan bereaksi ketika dihadapan dengan cermin tetapi sedikit sekali hewan yang memperlihatkan kemampuan untuk memahami apa yang dilihat adalah pantulan diri mereka sendiri.
Anjing, misalnya, jika dihadapkan pada sebuah cermin akan bereaksi seperti melihat "anjing lain" dan bahkan pergi ke belakang cermin untuk mencarinya. Gajah-gajah Asia dalam studi ini juga memperlihatkan sikap serupa sewaktu pertama kali berdiri di depan cermin berukuran 2,5 m x 2,5 meter. Pertama-tama mereka memeriksa bagian belakang cermin dan membawa menawarkan makanan kepada cermin. Tetapi seekor gajah, bernama "Happy", menujukkan sikap yang lebih kompleks. Dia mulai berulang kali menyentuh tanda "X" di dahinya dengan belalainya. Tanda ini hanya bisa dilihat pada cermin, dan gajah itu tidak memperhatikan tanda lain yang dibuat oleh cat tanpa warna yang juga ada di dahinya. Ini berarti "Happy" bereaksi karena melihat refleksi dirinya di cermin dan bukan bertindak karena mencium bau cat atau merasakan cat di kulitnya. Meski hanya satu gajah yang lolos tes sentuhan itu, para peneliti mencatat bahwa kurang dari separuh dari simpanse yang menjalani tes serupa berhasil lolos. Kelompok pandai "Gajah sebelumnya sudah pernah dites dihadapan cermin tetapi studi-studi sebelumnya menggunakan cermin berukuran kecil yang sulit dijangkau gajah," kata Plotnik.
"Penelitian ini adalah tes pertama yang menguji hewan di depan cermin besar yang bisa disentuh dan disenggol." Frans de Waal, salah satu peneliti dalam studi ini mengatakan: "Hasil dari penelitian ini adalah gajak sekarang masuk ke dalam kelompok elit hewan-hewan yang diketahui memiliki kehidupan sosial yang rumit dan tingkat kecederdasan yang tinggi." "Meski gajah jauh dari saudara terdekat manusia yaitu kera besar, mereka tampaknya memiliki perkembangan evolusi yang menghasilkan kemampuan bersosialisasi dan pemahaman yang mirip, di mana sistem sosial dan kecederdasan menjadi bagian dari kehidupan gajah." "Perbandingan antara manusia dan gajah inilah yang memperlihatkan munculnya pemahaman sebagai akibat dari evolusi yang kemungkinan terkait dengan struktur sosial yang rumit dan kerjasama." Studi ini, dilakukan pada beberapa ekor gajah di Kebun Binatang Bronx di New York. | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||