|
Kategori baru planet Tata Surya | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Jumlah planet planet yang mengelilingi matahari bisa bertambah dari sembilan menjadi 12 - dan jumlah ini bisa semakin bertambah - jika para pakar menyetujui standar baru yang radikal bagi benda-benda angkasa di Tata Surya. Konsensus yang dicapai para astronom yang bertemu di Praha akan mengharuskan buku pelajaran yang digunakan di sekolah dan universitas untuk ditulis kembali. Proposal ini mengakui delapan planet klasik, tiga planet yang masuk ke dalam kategori baru yang disebut "pluton" dan asteroid terbesar Ceres. Pluto tetap menyandang predikat planet, tetapi menjadi dasar dari kategori planet baru, pluton. Usulan ini disusun oleh badan International Astronomical Union (IAU) yang bertujuan menjawab pertanyaan yang belum terjawab resmi selama ini tentang syarat-syarat planet. Sekitar 2.500 astronom berkumpul di Sidang Umum IAU di Praha akan melakukan pemungutan suara hari Kamis depan. Era baru "Untuk pertama kalinya dalam lebih dari 75 tahun, kami akan dapat menemukan planet-planet baru di Tata Surya kita. Ini adalah perkembangan yang menakjubkan," kata Richard Binzel, anggota komisi IAU yang bertugas menggodok definisi planet dan mengajukan proposal.
Namun solusi ini tidak didukung oleh semua pakar. Robin Catchpole, dari Institut Astronomi di Cambridge, Inggris, mengatakan kepada BBC: "Pengertian masyarakat tentang apa itu yang disebut sebagai "planet" sangat jelas. Mereka adalah benda-benda angkasa yang besar dan dominan di Tata Surya yang kita kenal selama ini, delapan atau sembilan jika anda masukkan Pluto." "Menurut saya proposal ini hanya akan membingungkan masyarakat, tetapi tidak terlalu berguna bagi para astronomi." Pandangan para pakar selama ini berbagi dua tentang apakah Pluto - yang letaknya terjauh dan jauh lebih kecil dari planet-planet lain di Tata Surya kita - patut disebut sebagai sebuah planet. Sejak awal 1990-an, para astronom menemukan beberapa benda angkasa yang kurang lebih seukuran dengan Pluto di kawasan luar Tata Surya yang disebut Sabuk Kuiper. Beberapa astronom yakin bahwa Pluto adalah benda angkasa yang terbentuk dari es, yang disebut "objek Trans-Neptunus" (benda-benda angkasa yang berjara lebih jauh dari jarak orbit Neptunus ke matahari), dan tidak bisa disebut sebagai planet. Pengecualian selama ini diberikan berdasarkan ukuran Pluto. Dengan diameter hanya 2.360 km, Pluto jauh lebih kecil dri planet-planet lain. Tetapi sampai saat ini, Pluto adalah objek angkasa terbesar di Sabuk Kuiper. Status ini semakin dipertanyakan dengan penemuan UB313 oleh Profesor Mike Brown dan rekan-rekannya di California Institute of Technology (Caltech). Setelah mengukur dengan menggunakan Teleskop Angkasa Luar Hubble, 2003 UB313 memiliki diameter sekitar 3.000 km, membuatnya lebih besar dari planet kesembilan di Tata Surya itu. Naik derajat? Rancangan resolusi IAU mengakui delapan planet "klasik" - Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus - tiga planet "pluton" - Pluto, Charon dan UB313 - dan asteroid Ceres.
Charon saat ini dikategorikan sebagai satelit Pluto, tetapi karena ukurannya sebagian pakar menganggap Charon adalah planet kembaran Pluto. Profesor Owen Gingerich, yang memimpin komisi IAU yang membahas definisi planet, mengatakan: "Pada dasarnya kami menurunkan derajat Pluto dengan mencoretnya dari daftar planet klasik. Tetapi kami kemudian menaikkan tingkatnya dengan membuat Pluto sebagai prototipe kategori planet baru, pluton." Dr Andrew Coates dari Laboratorium Ilmu Angkasa Luar Mullard di Dorking mengatakan: "Kita harus melakukan sesuatu tentang definisi ini. Memang hal ini akan mengubah informasi di buku-buku pelajaran, tetapi ini juga memperlihatkan bahwa penelitian dalam bidang ini sangat berwarna." "Yang mengejutkan adalah Ceres, karena kebanyakan orang mengira objek ini adalah asteroid." Ceres adalah objek terbesar di sabuk asteroid yang terletak di antara Mars dan Jupiter, dan memiliki bentuk bundar seperti planet. Mencari dukungan Dasar dari evaluasi kembali ini adalah definisi ilmiah yang bagi sebuah planet ditentukan oleh faktor gaya gravitasi. Menurut definisi ini, dua syarat harus dipenuhi oleh sebuah objek angkasa untuk dapat disebut sebagai sebuah planet.
Sewaktu ditanya apakah dia yakin resolusi tentang definisi planet ini akan diloloskan, Profesor Gingerich mengatakan kepada BBC bahwa: "Keadaan akan amat rumit jika resolusi tidak diloloskan." "Pada Minggu sore, kami mengajukannya dan komisi akan memutuskan lewat pemungutan suara apakah resolusi akan didukung." Kemungkinan di masa depan akan lebih banyak lagi objek angkasa yang ditetapkan sebagai planet. IAU telah menyusun "daftar" sekitar 12 candidat yang bisa dikukuhkan sebagai planet begitu ukuran dan jalur orbitnya bisa diketahui. Mereka termasuk objek-objek yang jauh letaknya seperti Sedna, Orcus, Quaoar dan 2003 EL61 serta asteroid Vesta, Pallas dan Hygiea. IAU menghabiskan waktu dua tahun untuk membahas masalah ini dengan para anggotanya. Komite beranggotakan tujuh orang dibentuk untuk mempertimbangkan berbagai temuan dan menghasilkan rancangan proposal. Lembaga ini bertanggungjawab untuk menamai planet dan satelit atau bulan sejak tahun 1919. | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||