|
Panduan singkat: Flu burung | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Penyebaran flu burung semakin menjadi kekhawatiran dunia setelah beberapa kasus ditemukan di Turki dengan tingkat penyebaran yang diduga sangat cepat. Negara-negara Eropa kini berjaga-jaga karena flu burung - yang pertama muncul di Asia Timur - telah mencapai Turki yang dilihat sebagai jembatan yang menghubungkan Asia dan Eropa. Situs BBC Indonesia mengamati ancaman dari virus H5N1 resikonya bagi manusia. Ancaman global Para ilmuwan khawatir wabah global jenis virus flu burung yang mematikan pada manusia akan melanda sebentar lagi karena wabah semacam ini cenderung terjadi tiga atau empat kali dalam masa satu abad. Flu burung kemungkinan besar akan menjadi pemicunya dan satu virus penyebab penyakit itu - H5N1 - menimbulkan kekhawatiran besar. Virus ini amat mudah menular dan mematikan pada unggas dan juga disebarkan lewat unggas. H5N1 sudah menyebabkan puluhan orang meninggal dunia sejak pertama kali muncul di Asia Tenggara pada tahun 2003. Para pakar menduga tidak lama lagi virus itu akan berubah sifat dan mengembangkan kemampuan untuk ditularkan dengan mudah di kalangan manusia. Ancaman yang bermutasi Jenis flu burung baru yang mampu memicu pandemi mematikan dapat bermutasi apabila virus flu burung bergabung dengan virus influenza manusia.
Hal ini bisa terjadi apabila seorang manusia tertular kedua jenis flu tadi pada saat yang bersamaan. Dikhawatirkan jenis virus baru itu dapat menyebar dengan mudah dan cepat, menewaskan penderitanya dalam jumlah besar. Orang-orang yang tidak memiliki kekebalan tubuh prima tidak dapat menangkal infeksi tersebut. Penyakit itu bisa membunuh sekitar dua juta orang di seluruh dunia dan banyak lainnya akan tertular, menurut perkiraan para ahli. Asal mula virus Virus-virus flu burung secara alamiah terdapat pada itik liar yang bermigrasi. Virus ditularkan dari itik ke unggas-unggas lain lewat kotoran dan cairan tubuh lainnya dari itik.
Profesor Hugh Pennington dari Universitas Aberdeen di Skotlandia mengatakan: "Virus flu burung dibawa di dalam perut unggas." Unggas yang dipelihara seperti ayam dan kalkun sangat mudah tertular oleh jenis virus yang lebih mematikan. Begitu virus ditemukan pada unggas milik pribadi atau unggas yang dipelihara untuk komersial, semua unggas yang mungkin terinfeksi sebaiknya dimusnahkan secepat mungkin. Peternakan unggas kemudian harus dikarantina dan dibersihkan secara menyeluruh dari kuman. Jutaan burung sudah dimusnahkan untuk mengatasi wabah terbaru dan memperkecil resiko penularan pada manusia. Penyebaran pada manusia Orang yang tertular virus H5N1 memperlihatkan berbagai gejala, mulai dari demam, sakit tenggorokan dan batuk sampai ke penyakit jalan penapasan parah dan kerusakan organ dalam kasus-kasus yang fatal.
Sejak kasus-kasus pertama pada manusia muncul dalam wabah tahun 2004, lebih dari separuh yag tertular flu burung meninggal dunia. Korban tewas terbanyak sampai sejauh ini terjadi di Vietnam. Hampir semua korban pernah bersentuhan dekat dengan unggas-unggas yang tertular flu burung. Penyakit ini dikatakan tidak ditularkan melalui makanan da para pakar mengatakan memakan daging unggas masih aman. Namun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan daging unggas harus dimasak pada suhu 70 derajat Celcius atau lebih untuk memastikan daging aman untuk dimakan. Telur juga sebaiknya dimasak sampai matang. Memerangi virus Saat ini belum ada vaksin yang bisa melindungi manusia dari infeksi akibat virus flu burung H5N1. Tetapi berbagai tim pakar terus berusaha mengembangkan vaksin. Upaya-upaya itu tidak mudah dilakukan karena bentuk virus setelah terjadi mutasi belum diketahui. Namun ada beberapa obat anti viral yang bisa membantu mengurangi gejala-gejala penyakit ini dan memperkecil peluang penyakit itu menyebar. | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||