|
Sasaran pemerintah SBY
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Sasaran utama pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono termasuk pertumbuhan ekonomi serta pemberantasan korupsi.
Menko Perekonomian Hatta Rajasa usai pelantikan kabinet mengatakan yakin akan mencapai sasaran pertumbuhan ekonomi 8% dalam lima tahun ke depan termasuk menangani masalah pengangguran dan kemiskinan. Data Badan Pusat Statistik menyebut angka pengangguran saat ini mencapai jumlah sekitar 10 juta orang, sementara lebih dari 30 juta orang hidup dibawah garis kemiskinan. Namun susunan menteri ekonomi yang terdiri dari gabungan politikus dan kalangan profesional ini mendapat kritik dari sejumlah pihak.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofyan Wanandi, di antaranya, yang mengatakan mentri yang berasal dari partai politik memerlukan waktu untuk belajar sebelum dapat melakukan tugas-tugasnya mencapai sasaran tersebut. Sementara itu, terkait pemberantasan korupsi, Kejaksaan Agung menargetkan pengembalian 7 trilyun dana hasil korupsi. Namun pegiat anti korupsi dan penerima penghargaan Bung Hatta, Saldi Isra, mengatakan dibawah Hendarman, kejaksaan juga tidak punya hubungan cukup baik dengan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk membangun sistem pemberantasan korupsi bersama. Apa komentar anda? Apakah dengan susunan kabinet termasuk sejumlah pemimpin partai politik ini, sasaran-sasaran pemerintah dapat tercapai? ----------------------------------------- Irvan, Padang Zamrun Arun, Makasar Che Asy Syifa, Kendari Satrio Boediono, Jogjakarta Dedi Nurhadi, Semarang |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||