BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 31 Agustus, 2009 - Published 17:33 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Dana talangan Bank Century
 
Jusuf Kalla
Kalla berpendapat masalah Bank Century adalah masalah kriminal
Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan sejak awal ia menolak upaya penyelamatan Bank Century karena merupakan masalah kriminal.

Seperti diketahui November tahun lalu Komite Sektor Keuangan yang diketuai Menteri Keuangan menyuntik dana kepada bank itu karena kekuatiran sentimen negatif Bank Century akan membawa resiko bangkrutnya 18 bank lain.

Dalam konperensi pers yang digelar khusus Senin 31 Agustus 2009, Jusuf Kalla menegaskan masalah Bank Century adalah kriminal.

"Masalah Bank Century bukan masalah akibat krisis tapi perampokan, kriminal. Karena pengendali bank merampok dana bank sendiri dengan segala cara, termasuk obligasi bodong yang dibawa ke luar negeri."

 Rupanya masih ada penguasa kita yang mau terantuk kesekian kalinya, setelah kasus BLBI yang banyak ngemplang uang milik rakyat Indonesia
 
Ketut Kardiwinata

Kalla menambahkan saat itu dia meminta Gubernur Bank Indonesia, Boediono --yang terpilih sebagai Wakil Presiden mendatang-- agar melaporkan masalah itu ke polisi.

Adapun dana talangan yang awalnya diperkirakan hanya mencapai Rp 1,3 trilyun membengkak menjadi Rp 6,7 trilyun rupiah.

Apa komentar anda? Kirim ke indonesian@bbc.co.uk atau telepon bebas pulsa yang dibuka Selasa dan Jumat pada pukul 18.30 dan 20.30 WIB.

Pendapat Anda

"Harusnya pemerintah dan segenap institusi terkait belajar dari sejarah yang memperlihatkan beberapa krisis terakhir selalu dipicu oleh bank. Dengan kata lain Bank Indonesia menghabiskan banyak uang APBN tanpa kejelasan hasil kerja yang bisa dipertanggungjawabkan. BI = Sumber Masalah." Imam Mahdi, Bandung

Kirim pendapat
Email : indonesian@bbc.co.uk
Telepon bebas pulsa 0800 140 1228 (Selasa dan Jumat pada pukul 18.30 dan 20.30 WIB)

"Pernyataan Bung JK bahwa sejak awal menolak upaya penyelamatan Bank Century adalah aneh. Mengapa saat itu anda tidak langsung bertindak, bukankah anda waktu itu sedang dalam posisi berkuasa. Saya tidak membela Menteri Keuangan, tapi kegagalan policy penyelamatan Bank Century juga kegagalan anda. Jangan lempar batu sembunyi tangan." Kokrosono Sadhan, Jakarta

"Saya setuju dengan Pak JK: tindakan Direksi Bank Century adalah perampokan uang nasabah dan kekuatiran pemerintah terhadap 18 bank akan bangkrut jika pemerintah tidak menyuntikan dana ke Bank Ccentury belebihan. Coba dialihkan uang 6.7 trilyun untuk kesejahteraan rakyat banyak, kan lebih baik. Apakah pemerintah tidak kuatir jika rakyat yang bangkrut?" I Wayan Kaler, Badung-Bali

"Pemerintah harus lebih bijak lagi dalam mengambil keputusan. Mending dana sebesar itu dipakai untuk membantu masyarakat miskin." Abdul Rofiq, Tulung Agung

"Saya harap pandangan Bapak Wapres ini akan menjadi preseden yang baik dalam pemberantasan para bankir korup di Indonesia. Semoga pandangan seperti ini tidak pernah terlambat dan akan menjadi "jurisprudensi" bagi pemerintahan yang akan datang." Aditya Vandra, Bandung

"Wahai Menteri dan Bank Indonesia, saudara ternyata lebih menyelamatkan 100 orang daripada 1 juta penduduk Indonesia. Uang 6,7 trilyun itu sudah bisa gratis sekolah di negara ini atau beli alutsista TNI biar tidak diledek tentara Malaysia. Wahai menteri, dimana hati nuranimu." Syariffuddin Hutabarat, Jakarta

"Ternyata kepentingan penyelamatan negara dinomorduakan karena mungkin menurut pejabat-pejabat yang menyetujui suntikan dana ke Bank Century menganggap uang rakyat adalah uang kakeknya sehingga setiap kejahatan perbankan selalu harus dilindungi. Sementara subsidi gula, beras, kesehatan, dan pendidikan demi kepentingan rakyat banyak terlalu sulit untuk dikucurkan dengan seribu argumentasi." Patria, Jakarta

"Rupanya masih ada penguasa kita yang mau terantuk kesekian kalinya, setelah kasus BLBI yang banyak ngemplang uang milik rakyat Indonesia. Negeri kita masih memerlukan negarawan yang lebih mengutamakan untuk membangun negeri agar bisa maju. Jadi bukan politikus yang suka menggerogoti kekayaan negara demgan berbagai cara." Ketut Kardiwinata, Bangli-Bali

 
 
Nama
Kota/Negara
Email
Komentar anda
 
  
BBC mungkin mengedit komentar anda dan tidak menjamin semua akan diterbitkan
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy