|
Evaluasi pemilihan presiden 2009
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Pesta demokrasi Indonesia tahun 2009, dengan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden langsung, sudah berlalu.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menurut hasil penghitungan cepat beberapa lembaga dinyatakan sebagai pemenang, dengan perolehan suara diatas 50 persen sehingga tidak diperlukan pemilihan presiden tahap kedua. Secara umum, pesta demokrasi di negara demokrasi ketiga terbesar di dunia, setelah India dan Amerika Serikat ini, berlangsung mulus, baik selama pemilihan legislatif bulan April maupun pemilihan presiden yang baru lalu. Inilah beberapa pendapat yang sudah masuk Amirul, Jember Indonesai semakin matang dalam berdemokrasi, perlu diikuti oleh manajemen informasi yang baik, intinya perlu teknologi komputerisasi yang terpusat sehingga data tidak mampir-mampir. Gerardus Mayella Liman Yulri, Wonosobo Pilpres secara umum berjalan baik masyarakat dapat mengikuti perkembangan calonnya lewat media setiap profil serta detail para capres dan cawapres. Sehingga gambaran para calon yg akan dipilih jauh lebih jelas dan detail drpd pilpres sebelumnya. Satu putaran jelas lebih bagus karena anggaran bisa dihemat, toh pilihan seharusnya satu kali bukan dua kali yang terkesan piln-plan. Bone Jehandut, Tangerang. Menurut saya,pemilihan ini belum menunjukkan bahwa bangsa Indonesia semakin matang dalam menjalankan kehidupan demokrasi.DPT-nya sangat kacau,ada suara siluman,kinerja KPU sangat jelek,padahal biayannya sangat tinggi dibandingkan dengan pemilu sebelumnya, banyak hak rakyat yantidak diakomodir, Wah menyedihkan sekali. Tentang Pilpres satu putaran, menurut saya tidak menguntungkan karena rakyat memilih karena figur saja,bukan atas dasar visi misi yang betul-betul jelas sesuai dasar Negara yaitu Pancasil, UUD-45 dan semangat NKRI. Abdul Rofiq, Tulungagung Dua jempol buat masyarakat indoneia karena mereka mampu menggunakan hak pilihnya dengan baik dan benar. Buat KPU semoga kemajuan yang dialamai oleh masyarakat dalam berdemokrasi dapat membuat KPU berbenah diri atau memperbaiki diri. Semoga pemilu tahun berikutnya dapat berjalan lebih baik lagi. Andhika, Yogyakarta Kematangan demokrasi juga diukur dari kesediaan menerima kekalahan secara ksatria dan mengakui keunggulan pesaingnya serta mengucapkan selamat kepadanya. Bukan malah cari-cari perkara dan saling diam selama bertahun-tahun. Husni Amran, Balikpapan Ternyata dari hsl pemilu ini rakyat Indonesia telah bijak dan matang dalam berdemokrasi tapi para capres dan awapres yang kalah kok..merasa dicurangi dan tdk legowo. Tolong beri contoh pada kami, sebagai rakyat, cara berdemokrasi yg terpuji. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||