BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 12 Juli, 2009 - Published 12:37 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Evaluasi pemilihan presiden 2009
 
Pemilihan presiden 2009 berlangsung relatif aman, tanpa insiden
Pemilihan presiden 2009 berlangsung relatif aman, tanpa insiden
Pesta demokrasi Indonesia tahun 2009, dengan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden langsung, sudah berlalu.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menurut hasil penghitungan cepat beberapa lembaga dinyatakan sebagai pemenang, dengan perolehan suara diatas 50 persen sehingga tidak diperlukan pemilihan presiden tahap kedua.

Secara umum, pesta demokrasi di negara demokrasi ketiga terbesar di dunia, setelah India dan Amerika Serikat ini, berlangsung mulus, baik selama pemilihan legislatif bulan April maupun pemilihan presiden yang baru lalu.

Inilah beberapa pendapat yang sudah masuk

Amirul, Jember

Indonesai semakin matang dalam berdemokrasi, perlu diikuti oleh manajemen informasi yang baik, intinya perlu teknologi komputerisasi yang terpusat sehingga data tidak mampir-mampir.

Gerardus Mayella Liman Yulri, Wonosobo

Pilpres secara umum berjalan baik masyarakat dapat mengikuti perkembangan calonnya lewat media setiap profil serta detail para capres dan cawapres. Sehingga gambaran para calon yg akan dipilih jauh lebih jelas dan detail drpd pilpres sebelumnya. Satu putaran jelas lebih bagus karena anggaran bisa dihemat, toh pilihan seharusnya satu kali bukan dua kali yang terkesan piln-plan.

Bone Jehandut, Tangerang.

Menurut saya,pemilihan ini belum menunjukkan bahwa bangsa Indonesia semakin matang dalam menjalankan kehidupan demokrasi.DPT-nya sangat kacau,ada suara siluman,kinerja KPU sangat jelek,padahal biayannya sangat tinggi dibandingkan dengan pemilu sebelumnya, banyak hak rakyat yantidak diakomodir, Wah menyedihkan sekali. Tentang Pilpres satu putaran, menurut saya tidak menguntungkan karena rakyat memilih karena figur saja,bukan atas dasar visi misi yang betul-betul jelas sesuai dasar Negara yaitu Pancasil, UUD-45 dan semangat NKRI.

Abdul Rofiq, Tulungagung

Dua jempol buat masyarakat indoneia karena mereka mampu menggunakan hak pilihnya dengan baik dan benar. Buat KPU semoga kemajuan yang dialamai oleh masyarakat dalam berdemokrasi dapat membuat KPU berbenah diri atau memperbaiki diri. Semoga pemilu tahun berikutnya dapat berjalan lebih baik lagi.

Andhika, Yogyakarta

Kematangan demokrasi juga diukur dari kesediaan menerima kekalahan secara ksatria dan mengakui keunggulan pesaingnya serta mengucapkan selamat kepadanya. Bukan malah cari-cari perkara dan saling diam selama bertahun-tahun.

Husni Amran, Balikpapan

Ternyata dari hsl pemilu ini rakyat Indonesia telah bijak dan matang dalam berdemokrasi tapi para capres dan awapres yang kalah kok..merasa dicurangi dan tdk legowo. Tolong beri contoh pada kami, sebagai rakyat, cara berdemokrasi yg terpuji.

 
 
Nama
Kota/Negara
Email
Komentar anda
 
  
BBC mungkin mengedit komentar anda dan tidak menjamin semua akan diterbitkan
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy