BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 11 November, 2008 - Published 10:48 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Gelar Pahlawan Nasional
 
Presiden Indonesia
Sejak kemerdekaan Republik Indonesia memiliki 6 presiden
Beberapa waktu lalu pemerintah Indonesia memberikan gelar pahlawan nasional kepada Bung Tomo, Mohammad Natsir, dan Abdul Halim.

Dalam perkembangan lain, muncul polemik kecil setelah Partai Keadilan Sejahtera memajang iklan Sang Guru Bangsa yang antara lain memasukkan Soekarno, Soeharto, K.H Achmad Dalan, Mohamad Natsir, dan Bung Tomo.

Namun pemilihan Soeharto, seperti dimuat di sejumlah media, dianggap oleh politisi PDI-P tidak cocok.

Menurut Direktur Kepahlawanan, Keperintisan dan Kesetiakawanan Sosial, Departemen Sosial, Muchsis Malik, ada sejumlah proses untuk menjadi pahlawan nasional.

Dan sejauh ini nama mantan presiden Suharto belum diusulkan resmi.

Kirim Pendapat
Email : indonesian@bbc.co.uk
Telepon : 0800 140 1228 (bebas pulsa setiap Selasa dan Jumat pukul 18.30 dan 20.30 WIB)

"Baru perorangan saja dalam bentuk satu lembar surat. Sebenarnya kan harus diseminarkan dan dirangkum," kata Muchsis Malik kepada BBC Siaran Indonesia.

Nah apa pendapat anda? Sebagai presiden Indonesia dengan periode terpanjang sejauh ini, Soeharto memang masih menjadi kontroversi.

Tapi apakah setiap mantan presiden layak menjadi pahlawan nasional, atau harus dipilih khusus, atau mungkin pemberian gelar pahlawan nasional tidak perlu karena semua warga punya peran masing-masing.

Kami tunggu di email indonesian@bbc.co.uk atau lewat telepon bebas pulsa BBC 0800 140 1228 yang akan dibuka setiap Selasa dan Jumat pukul 18.30 dan Pukul 20.30 Waktu Indonesia Barat nanti.

Pendapat Anda

 Selain Bung Karno, belum ada mantan presiden RI yang layak
 
Dedih Heryanto

"Menurut saya pahlawan adalah orang yang berjuang untuk membela negara dari penindasan dan dilakukan pada masa perjuangan kemerdekaan dan tanpa pamrih. Jadi harusnya yang disebut pahlawan itu adalah orang yang mengabdi untuk negara dengan tidak memperkaya diri sendiri apalagi untuk keturunanya." Ifath, Indonesia

"Tidak semua mantan presiden pantas mendapat gelar pahlawan. yang pantas hanya mantan presiden Soekarno tanpa beliau Indonesia belum merdeka." Dwi, Surabaya

"Melihat dari jasa-jasa mereka, semuanya layak mendapat gelar kepahlawanan. Namun gelar atau pangkat bisa dicabut apabila di kemudian hari terbukti melakukan kesalahan yang lebih besar dari jasanya." I Ketut Mahawiyasa, Providenciales/Turks & Caicos Island

"Selain Bung Karno, belum ada mantan presiden RI yang layak." Dedih Heryanto, Bandung

Indonesia sudah terlalu banyak pahlawan hingga tidak bisa dihitung. Yang dibutuhkan bangsa Indonesia adalah bagaimana bisa mensejahterakan segenap komponen bangsa, baik pendidikan, ekonomi, kesehatan dan keamanan. Dengan demikian bangsa ini akan dihargai oleh bangsa lain; bukan bangsa plagiat yang suka meniru budaya bangsa lain. Bangsa ini butuh pemimpin/pahlawan yang mampu membebaskan dari segala penjajahan. Pahlawan seperti inilah yang harus dicari, bukan berduyun-duyun mau jadi pahlawan nasional." Ki Bagus Ragasela, Pekalongan

"Seharusnya tidak mudah untuk mendapatkan predikat pahlawan nasional, harus ada kriteria yang positif dalam membangun harkat bangsa yang mempunyai kepedulian terhadap kesejahteraan rakyat banyak." Hafsin Maulana, Jakarta

 Bukan berarti seorang layak menjadi pahlawan hanya diukur dengan lamanya ia berkuasa.
 
Karuna K, Palembang

"Saya tidak setuju kalau Soeharto jadi pahlawan nasional apalagi guru bangsa. Dalam idiom Jawa guru punya posisi penting sebagai yang 'digugu dan ditiru' alias bisa dipercaya dan bisa jadi suri teladan. Apakah Soeharto selama menjabat presiden mampu menjadi tokoh yang bisa dipercaya dan dijadikan suri teladan? Mengingat selama pemerintahannya banyak terjadi pelanggaran HAM terutama atas pihak-pihak yang berseberangan dengannya, manipulasi penulisan sejarah dan --terutama-- praktek KKN yang gila-gilaan. Pahlawan adalah yang berani dan rela berkorban jiwa raga tanpa pamrih untuk membela keadilan dan kebenaran bagi rakyat, bukan untuk diri sendiri, keluarga dan kroninya. Apakah Soeharto memenuhi kriteria ini? Cukup tulis Soeharto dalam sejarah Indonesia dengan sewajarnya dan apa adanya." P. Budi Harsanto, Jakarta

"Untuk bisa mendapat gelar pahlawan nasional, seharusnya seseorang tidak punya 'peran abu-abu' semasa berkuasa. Misalnya peristiwa Tanjung Priok, peristiwa Talangsari, Lampung dan prolog menjelang reformasi dengan kasus pelanggaran HAM dimana banyak aktifis hilang tak berbekas. Juga dalam hal asal usul kekayaan keluarganya." Anizar M. Jasmine

"Mereka presiden kan digaji, bahkan ada yang diduga korupsi maupun yang baru menjabat presiden sudah menaikan gaji dan tunjangan. Dan mereka itu juga di fasilitasi oleh negara, terus kok mau jadi pahlawan." John, Selangor

"Saya rasa tidak semua presiden harus menerima gelar pahlawan, itu tergantung dari keberhasilannya memimpin negara. Tapi kalau menurut saya Soeharto pantas mendapatkan karena banyak juga yang dihasilkan dari kepemimpinannya bahkan sering mendapatkan penghargaan internasional, meski diakhir pemerintahannya mengalami kegagalan. Presiden juga manusia, dibalik kesempurnaanya pasti pasti ada kekurangan." Fauzi, Gresik

"Setuju Soeharto jadi pahlawan. Jasanya besar, BBM terkendali, beras surplus, ekonomi stabil. Kadang kita munafik, orang yang berjasa dihujat. Kesalahan di era Pak Harto pelakunya sebagian besar adalah kita-kita juga." Syamsoedarman, Padang

"Mantan presiden tidak otomatis menjadi pahlawan, apalagi Soeharto. Terlalu banyak catatan kelam di masa pemerintahannya, mulai dari peristiwa G30S/PKI yang masih menimbulkan polemik, sikap otoriter pemerintahannya, kasus korupsi dan nepotisme, dan kasus-kasus lainya. Soeharto tidak layak dijadikan pahlawan nasional, masaih banyak pahlawan-pahlawan lain yang tidak mendapat penghargaan, misalnya para guru yang mengajar di pedalaman." Soleh Sukarja, Indonesia

"Ada sejumlah proses untuk menjadi pahlawan nasional. Bukan berarti seorang layak menjadi pahlawan hanya diukur dengan lamanya ia berkuasa." Karuna K, Palembang

"Tergantung pada 2 aspek. Pertama, bagaimana definisi, makna, dan kriteria pahlawan. Kedua, perilaku seorang Presiden. Jikalau seorang Presiden melakukan tindakan korupsi, otoriter, menyengsarakan rakyat, apakah akan diberi gelar pahlawan? Untuk apa pula gelar-gelar yang dicanangkan kepada seorang pemimpin ditengah krisis/resesi ekonomi global; banyak rakyat yang menderita miskin, kelaparan dan panik menghadapi pergumulan global saat ini." Sukaryo, Bekasi

"Saya tidak setuju jabatan presiden dijadikan pahlawan nasional. Presiden hanyalah jabatan/karir bukan perolehan dari perjuangan diplomatis atau berdarah (revolusi). Sukarno bisa dikategorikan sebagai pahlawan nasional bukan karena jabatannya sebagai presiden tetapi karena perjuangan diplomasinya memerdekakan Indonesia dari Belanda. Peran Soeharto sebagai peredam revolusi G-30S/PKI masih dipertanyakan. Selama hal ini belum jelas, saya tidak setuju Soeharto dijadikan pahlawan nasional." Kartika, Inggris

"Presiden layak diberikan gelar pahlawan nasional apabila berhasil membawa negara ini keluar dari multikrisis dan membuat Indonesia menjadi salah satu negara yang diperhitungkan oleh negara-negara dunia." Ade Ismail, Bandung

"Bagi orang Timur, menghargai orang tua termasuk pemimpin negara dipandang nilai yang penting dipelihara. Siapa yang pantas jadi pahlawan Indonesia dipertimbangkan juga atas dasar itu. Namun ke depan pandangan seperti itu sebaiknya diluruskan, artinya harus ada kriteria yang jelas tentang tokoh yang pantas menjadi pahlawan. Soal Pak Harto pantas apa tidak menyandang gelar pahlawan sangat tergantung dari keberanian pemimpin nasional sekarang. Kini saatnya dibuka peristiwa terkait Soeharto, sebut saja peristiwa Supersemar dan G30S/PKI yang hingga kini sangat simpang siur. Itulah hal terbesar yang menjadi ganjalannya." Andi Suryono, Yogyakarta

Apa alasan suharto mau dijadikan pahlawan nasional? Kalau mau bilang berjasa, toh tiap orang punya jasa untuk Indonesia tercinta. Pahlawan itu orang yang punya teladan untuk bangsa ini. Saya tidak setuju Soeharto dia dijadikan pahlawan." Rudy Us'abatan, Taipei, Taiwan

"Pahlawan? Siapapun bisa menjadi pahlawan, minimal untuk diri sendiri. Ibu saya adalah pahlawan bagi saya, beliau telah melahirkan, merawat, dan mendidik saya. Mantan presiden bisa jadi pahlawan bagi pengikut-pengikutnya. Kalau pengikutnya seluruh bangsa Indonesia dan memang ada hal positif yang ditinggalkan, kenapa tidak? Sulartri, Yogyakarta

 
 
Nama
Kota/Negara
Email
Komentar anda
 
  
BBC mungkin mengedit komentar anda dan tidak menjamin semua akan diterbitkan
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy