BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 29 Juni, 2008 - Published 16:10 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Anwar Ibrahim dan politik Malaysia
 
Anwar Ibrahim
Anwar Ibrahim mendekam dipenjara selama 6 tahun karena kasus sodomi dan korupsi
Tokoh oposisi Malaysia Anwar Ibrahim menuduh pemerintah merekayasa tuduhan untuk kembali menggoyangnya dengan kasus Sodomi.

Anwar Ibrahim sempat berlindung di kedutaan Turki di Kuala Lumpur untuk apa yang dikatakannya 'mencari perlindungan sementara' setelah polisi mengatakan mereka melakukan penyelidikan atas tuduhan sodomi.

Anwar Ibrahim menuduh pemerintah melakukan rekayasa karena ia telah diijinkan untuk ikut kembali dalam pemilihan umum.

Perdana Menteri Malaysia, Abdullah Badawi menegaskan pemerintahnya tidak berada di balik tuduhan baru yang dihadapi oleh Anwar Ibrahim tersebut.

Anwar mendekam di penjara selama enam tahun atas dakwaan sodomi dan korupsi namun dakwaan sodomi akhirnya dibatalkan oleh mahkamah agung. Ia dicopot sebagai wakil perdana mentri tahun 1998.

Pakar politik dari Universitas Kebangsaan Malaysia, Professor Samsul Amri menyatakan tuduhan ini tidak lepas dari pandangan seksualitas warga Malaysia, khususnya Melayu Muslim terhadap para pemimpin negara.

"Seorang pemimpin diharapkan semacam hampir separuh nabi, dan skandal seks merupakan satu hal yang dapat menjatuhkan seorang pemimpin," kata Samsul.

Namun ia menambahkan kasus ini tidak hanya masalah hukum namun juga bermuatan politik.

---------------------------------------------
Ariany, Cimahi
Menurut saya kasus terakhir yg menimpa Anwar Ibrahim adalah konspirasi pemerintah, karena pemerintah Malaysia sdh kehilangan legitimasinya, terbukti dengan berhasilnya oposisi meraih suara yg cukup besar dalam pemilu terakhir.

Jukly Sinaga, Jakarta
Kasus Anwar ini adalah refleksi untuk mencari kesalahan-kesalahannya karena dianggap pesaing berat. Tindakan spt ini adalah "pembunuhan karakter". Di Indonesia orang yg dizolimi biasanya akan tampil menjdi pemimpin seperti Megawati, SBY yang akhirnya menjadi presiden.

Buziri R Korwa, Jayapura
Segala sesuatu pasti ada caranya, baik halal maupun tidak halal itulah pikiran manusia di jaman sekarang ini dalam hal berpolitik, dimana yang satu ingin menjatuhkan yang lain supaya ia tetap berada diatas podium birokrasi. Mengapa disaat Anwar ibrahim mencalonkan diri dalam pesta demokrasi lalu ada pengungkitan masalah yang sudah terjadi beberapa tahun silam yang oleh mahkamah agung malaysia telah dibatalkan. Jangan-jangan ini bukan bermotif hukum tapi bermotif politik dari segilintir oposisi yang memiliki maksud tertentu.

Sulartri, Jogjakarta
Tuduhan yang sama pernah dilakukan dan tidak terbukti. Jika Anwar Ibrahim melakukan sungguh ironis, jika tuduhan itu mengada-ada sungguh keterlaluan sekali. Begitu kotorkah politik itu ?

Silverio dos Santos Soares, Timor Leste
Saya jadi heran, kok sodomi terus yang dituduhkan kepadanya, sedangkan Ia sendiri punya istri, tentu juga punya moral. Kejadian yang pernah menimpanya tentu menjadi pelajaran berharga untuk melangkah, tapi pada akhirnya tuduhan itu kembali dituduhkan kepadanya. Sebagai seorang politikus tentu itu adalah tantangan, tapi maju terus, jika anda benar, hukum akan mambuktikannya kelak.

Fauzi Estrada, Banjarmasin
Bagaimanapun yang namanya uang dan kekuasaan dapat menzalimi dan menghalalkan segala cara demi kelangsungan kekuasaan.

Husni Thamrin, Bandung
Lagi-lagi tuduhan sodomi di alamatkan kepada Anwar Ibrahim, tuduhan ini penah diajukan 10 tahun lalu dan dinyatakan tidak terbukti oleh Mahkamah Agung Malaysia, sekarang tuduhan yang sama muncul lagi. Ini jelas ada kaitannya dengan politik. Politik kadang memang agak kotor dan penuh tipu muslihat.

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy