BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 06 Mei, 2008 - Published 08:27 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Harga BBM akan naik lagi
 
BBM
Tingkat kenaikan BBM masih belum diketahui, tapi pasti naik
Aksi unjuk rasa melanda sejumlah kota Indonesia memprotes rencana kenaikan BBM, yang menurut pemerintah bisa mencapai 30%.

Di Jakarta, Senin 12 Mei, ratusan mahasiswa dan pegiat LSM bergerak dari bundaran Hotel Indonesia menuju Istana Merdeka.

Massa antara lain membawa berbagai tulisan yang dihiasi wajah Presiden, Wakil presiden, dan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Aburizal; Bakrie, yang dianggap paling bertanggung jawab atas rencana kenaikan harga BBM.

Ribuan demonstran juga menggelar aksi serupa di Makassar Da di Makassar, ribuan demonstran menggelar aksi serupa. Wartawan Humaerah Burhan melaporkan :

[GOTO AUDIO
NAME: demobbm-hussein-mksr
DURATION:0'40"]

Aksi demo untuk menolak kenaikan harga BBM untuk pertama kalinya tahun ini juga melanda Bali. Wartawan setempat Muliarthe melaporkan, ratusan mahasiswa memimpin aksi demo ini:

[GOTO AUDIO
NAME: demobbm-bali
DURATION:0'05"]
[GOTO AUDIO
NAME: demobbm-muli-bali
DURATION:0'40"]

Mahasiswa juga menjadi motor aksi demo anti kenaikan harga BBM di Medan Sumatera Utara. Menurut wartawan Maskur Abdullah, rencana kenaikan harga BBM telah menyebabkan penurunan daya beli masyarakat setempat.

[GOTO AUDIO
NAME: demobbm-maskur
DURATION:0'40"]

Gelombang demonstrasi juga dilaporkan terjadi di Jogjakarta, Poso Sulawesi tengah, Kolaka Sulawesi Tenggara, dan bahkan di Surabaya seorang mahasiswa ditangkap aparat saat menggelar demo sambil menghadang rombongan presiden Susilo Bambang yudhoyono yang berkunjung hari ini.

Pemerintah Indonesia memastikan akan menaikan harga Bahan Bakar Minyak bersubsidi dalam waktu dekat.

Alasan utamanya adalah untuk mengamankan defisit anggaran yang membengkak akibat peningkatan subsidi BBM yang disebabkan melonjaknya harga minyak dunia.

Namun Menko Perekonomian, Budiono, menegaskan kenaikan harga BBM ini akan diikuti dengan program bantuan langsung tunai.

Tingkat kenaikan harga BBM masih belum ditentukan, namun kemungkinan berkisar antara 20% hingga 30%.

 Sebuah langkah yang tak mungkin bisa dihindari oleh pemerintah Indonesia mana pun. Tinggal berani atau tidak... gitu aja
 
Gogo Prayoga, Yogyakarta

Pengamat ekonomi Dr. Umar Juoro, pada prinsipnya mendukung kenaikan harga BBM ini.

"Secara ekonomi lebih masuk akal kalau harga BBM dinaikkan atau subsidi dikurangi daripada program smart card atau pembatasan karena lebih tinggi implikasi inflasinya," tuturnya.

Sedangkan anggota DPR dari Fraksi Keadilan Sejahtera, Andi Rakhmat, mengatakan sebaiknya pemerintah menunggu dulu.

"Hitungan-hitungan di atas kertas masih menunjukkan untuk melakukan adjustment, APBN kita masih memungkinkan," kata Andi Rakhmat.

Dan apa komentar anda? Atau anda punya saran? Kirimkan ke Ungkapan Pendapat BBC lewat telepon bebas pulsa 0800 140 1228 yang dibuka Pukul 18.30 WIB dan Pukul 2030 WIB.

Putar nomor 0800 140 1228 dan tinggalkan pesa anda karena mesin akan merekam secara otomatis. Jangan lupa nama dan asal kota anda saat meninggalkan pesan.

Pendapat Anda

Kirim Pendapat Anda
Email : indonesian@bbc.co.uk
Tel : 0800 140 1228 (Pukul 18.30 dan 20.30 WIB)

"Kenaikan BBM memang dilema bagi SBY, di satu sisi ia sebagai presiden dan di sisi lain akan menjadi calon presiden tahun depan. Namun kenaikan minyak bukan hanya di Indonesia saja tetapi seluruh dunia, jadi masyarakat bisa menerimanya. Siapapun yang jadi presiden pasti akan melakukan hal yang sama jika dalam posisi terjepit seperti itu." Okto Harman Syah, Makassar

"Silahkan naik kalau memang harus naik, yang penting bagi rakyat adalah ketegasan pemerintah/pemimpin dalam mengamankan pengalihan subsidi untuk kesejahteraan rakyat. Semoga harga naik tetapi keberadaan BBM tidak langka lagi." Tanto, Blitar

"Sebuah langkah yang tak mungkin bisa dihindari oleh pemerintah Indonesia mana pun. Tinggal berani atau tidak... gitu aja!" Gogo Prayoga, Yogyakarta

"Kalau ada pilihan lain, BBM jangan dinaikkan karena kalau BBM naik maka semua barang yang dibutuhkan masyarakat mesti mahal." Saiful, Jember

"Kenaikan harga BBM yang paling merasakan dampaknya adalah rakyat kecil, yang sudah terjepit semakin terjepit. Apakah program bantuan langsung tunai bersifat mendidik? Lebih baik dana itu digunakan untuk mengentaskan kemiskinan dan untuk meningkatkan SDM."Karengga, Semarang

"Harusnya harga minyak naik kita bersyukur. Minyak naik dan artinya devisa negara seharusnya bertambah bukan malah rakyat diajak urunan untuk nutup APBN, sementara pejabat-pejabat kita semakin kaya." Harim, Pontianak

"Ironis bagi negara Indonesia yang menjadi anngota OPEC. Di sisi lain bahagia dengan naiknya harga export minyak tapi karena kebutuhan lebih besar dari yang diproduksi, tetap saja jadi korban. Dengan menaikkan harga BBM maka semua barang kebutuhan akan naik. Bantuan langsung Tunai tidak akan mengobati kenaikan karena pengalaman membuktikan bahwa BLT ini tidak efektif dan tidak tepat sasaran. Selalu saja ada yang mati konyol gara-gara berdesak-desakan saat antri BLT." Kayan Fauzi, Balikpapan

"Kenaikan harga BBM merupakan pukulan besar bagi masyarakat indonesia namun ini merupakan dinamika kehidupan ekonomi yang patut kita terima, karena bukan kita saja yang menerima nasib seperti ini. Banyak negara negara di dunia yang mengalami nasib sama seperti kita." Bush R.Z. Korwa

"Sebaiknya BBM jangan dinaikan untuk menutupi beban APBN yang membengkak. Tolong gajinya para pejabat tinggi negara disamakan dengan UMR di daerah mereka tinggal agar bisa merasakan beban hidup rakyat miskin dengan serba kekurangan, serba antri minyak tanah, serba beras mahal. pasti masalahnya sudah teratasi." A. Hanif, Cepu

"Setuju BBM dinaikkan secara bertahap sampai tidak disubsidi lagi karena saat ini orang kaya yang disubsidi. Saran saya adalah laksanakan efisiensi di segala bidang termasuk pemerintah memberikan contoh. Kompensasi subsidi diarahkan kepada masyarakat miskin di pedesaan yang tidak berbentuk uang tapi berbentuk modal kerja bergilir, misalnya pada UKM, dengan membangun sarana prasarana dan laksanakan pengawasan." Baringin Hutadjulu, Banjarmasin

"Memang seharusnya pemerintah tidak perlu mensubsidi BBM lagi. Uang subsidi dipakai untuk membeli gabah petani dengan harga pasar sehingga petani bisa makmur dan orang-orang akan kembali ke desa. Petani makmur, daya beli rakyat meningkat, lalu industri bisa jalan sehingga gaji buruh dapat dinaikkan. Uang subsidi juga digunakan untuk asuransi kesehatan, jaminan sosial rakyat, dan pendidikan gratis untuk seluruh rakyat." Martinus, Jakarta

"BBM naik, bagaimana lagi kalau tidak harus kita terima karena memang harga minyak dunia yang naik." Eka, Yogyakarta

"Kalau memang harus naik, ya ngikutlah. Mau gimana lagi; terserah pemerintah lah. Kalau keputusannya benar atau salah itu kan tanggung jawab dia nantinya." Wawan Hartawan, Balikpapan

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy