http://www.bbc.com/indonesian/

31 Maret, 2008 - Published 16:22 GMT

Kebebasan dan kerukunan

Film politisi ekstrim kanan Belanda Geert Wilders mendapatkan kritikan dari berbagai pihak termasuk dari pihak wartawan sendiri.

Di Indonesia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghimbau agar tidak dilakukan aksi kekerasan terkait dengan kecaman terhadap film itu.

Presiden Yudhoyono menghimbau agar media internasional tidak menayangkan film Fitna itu karena dapat mengganggu kerukunan umat beragama.

Ia juga menghimbau masyarakat internasional agar kebebasan tidak digunakan tanpa batas dan mengganggu kerukunan serta perdamaian.

Di Belanda sendiri, Perdana Mentri Jan Peter Balkenende mengatakan, film itu secara keliru mempersamakan Islam dengan tindak kekerasan.

Menteri Luar Negeri Belanda bertemu dengan duta-duta besar sejumlah negara Islam hari Senin untuk menjelaskan bahwa pemerintah Belanda tidak memiliki pandangan yang sama mengenai Islam dengan Wilders.

Dia mengatakan, Belanda menghargai reaksi yang relatif tenang atas film itu sejauh ini, namun tetap berhati-hati karena tanggapan di sejumlah negara dapat berarti pihak Belanda harus tetap waspada.

Sementara itu, media masa Belanda mengatakan, politisi ekstrim kanan Geert Wilders akan melakukan perubahan terhadap film anti Islam-nya, untuk mencegah gugatan melanggar karya cipta.

Saat Geert Wilders mengeluarkan filmnya minggu lalu dia mendapatkan perlawanan yang tidak terkira sebelumnya, yaitu wartawan-wartawan lain yang tidak suka dengan hasil karyanya dalam film itu, terutama kartunis Denmark Kurt Wetegaard yang mengeluh bahwa karikatur Nabi Muhammad yang mengenakan sorban dengan bom karyanya digunakan di luar konteks.

Apa komentar anda?

-----------------------------------------------------------

Yohana Victoria, Surabaya

Saya bukanlah seorang Muslim, namun bukan penggemar segala macam bentuk fundamentalis dan ekstremisme, baik sayap kanan maupun kiri, maupun segala bentuk kekerasan. Menurut saya, film ini akan sangat berguna bagi para skeptis seperti saya untuk membuktikan dan menunjukan apakah Islam memang seperti yang digambarkan. Dari sudut pandang orang luar yang tidak mendalami Islam, saya hanya bisa salut kepada cara saudara-saudara Muslim di Belanda merespon film ini yang dewasa dan matang, dan mungkin menunjukan intisari Islam sebenarnya. Saudara-saudara Muslim di Indonesia! Beranikah Anda bersikap dewasa?

Gerardus, Manado

Menurut saya kerukunan itu bukan berasal dan bergantung dari luar diri atau lingkungan kita, tapi terletak pada diri kita. Kerukunan tergantung pada bagaimana cara pandang kita menyikapi suatu masalah. Kalo nabi kita dihina, apakah kita terluka? Kalo agama kita dihina, kita sengsara? Sesungguhnya yang kita perjuangkan itu agamanya? simbol2nya? Nabinya? atau diri kita sendiri dihadapan Tuhan?

Nakula Dewa, Jakarta Pusat

Ummat Muslim Indonesia tidak perlu harus menyikapi dengan AMARAH dan Emosional, cukup saja lakukan konsolidasi agar segenap Ummat Muslim bersatu sebagai cermin dan budaya Bangsa !

Abdul Malik, Balikpapan

Islam Bukan teroris, Islam cinta damai, manusia yang tidak mengerti Islam sebaiknya belajar dulu. Kalau mau Populer jangan seperti itu, menghasud dan menciptakan pergolakan.