BBCIndonesia.com
  • Bantuan
 
Diperbaharui pada: 29 Februari, 2008 - Published 17:44 GMT
 
Email kepada teman   Versi cetak
Lebih 100 parpol baru terdaftar
 
TPS
Parpol baru ada yang mengatakan mereka membentuk partai karena kecewa dengan partai besar
RUU pemilu telah disahkan DPR, menjadi Undang-undang dan menjelang pemilu 2009, lebih dari 100 partai politik baru terdaftar.

Salah satu keputusan terakhir dianggap menguntungkan partai-partai besar, yakni sistem penghitungan suara.

Namun mengapa begitu besar minat pendirian partai politik baru? Partai pengusaha dan Pekerja Indonesia, diantaranya yang baru mendaftar mengangkat kekecewaan terhadap partai-partai besar sebagai alasannya.

Partai baru lain, Partai Gerakan Indonesia Raya merujuk pada niat untuk memperbaiki keadaan Indonesia.

Tetapi sejumlah pengamat mengatakan mengangkat idealisme akan sulit bila tidak memiliki basis masa yang kuat.

RUU Pemilu tidak melarang pendirian partai politik, namun membatasi kelangsungan masa depan berdasarkan perolehan suara pemilu.

Apa komentar anda? Anda yang berhak memilih dalam pemilu 2009, apa yang anda harapkan dari partai-partai politik yang ada sekarang?

----------------------------------

Youri Hanura, Tebet, Jakarta

Diperlukan Partai Baru yang berbasis massa kuat agar ideologi negara yang berdasarkan 5Sila bisa diaplikasikan dengan bimbingan figur Ketum Partai yang kuat dan jelas-jelas telah berjasa bagi bangsa ketika Reformasi 98 berlangsung.

Dewangga, Bandung

Sebenarnya apa yang mereka cari, sudah tau bakalan tak sehebat partai yang telah melanglang buana sekitar 2 atau 3 kali pemilihan. Mereka itu hanya buang-buang biaya saja, dari pada gitu lebih baik dibagikan atau dibuat hal-hal yang dapat membantu rakyat kecil agar negara kita khususnya pemerintah dapat keringanan sedikit.

Sulartri, Jogjakarta

Dengan 100 partai, pemilih banyak pilihan tetapi dana yg hrs dikeluarkan pemerintah tentu akan sangat banyak dan hal ini tdk efisien serta kualitas partai perlu dipertanyakan.

Hari Suroto, Makassar

Partai yang banyak mencerminkan demokrasi tetapi juga akan menghambur-hamburkan uang yang banyak, jadi solusinya adalah dikembalikan ke pemegang demokrasi yaitu rakyat indonesia apakah siap menerima atau tidak dan hal itu dibuktikan dengan hasil pemilu

Drs. Nirachmat, Jakarta Selatan

Pertama: Kondisi partai identik dengan lowongan kerja. Cari kerja sulit, mereka terjun ke partai, duitnya gak sulit, buat SPJ-nya juga gak rumit. Mudah2han saja tidak demikian. ditambah lagi hingga saat ini partai mana sich yang sudah membuktikan janjinya saat kampanye?.Nol. Jadi bisa juga bahwa kondisi ini adalah awal kemajuan demokrasi di Indonesia .

 
 
Berita utama saat ini
 
 
Email kepada teman   Versi cetak
 
  Bantuan | Hubungi kami | Tentang kami | Profil staf | Pasokan Berita RSS
 
BBC Copyright Logo ^^ Kembali ke atas
 
  Berita Dunia | Berita Indonesia | Olahraga | Laporan Mendalam | Ungkapan Pendapat | Surat dari London
Bahasa Inggris | Berita Foto | Cuaca
 
  BBC News >> | BBC Sport >> | BBC Weather >> | BBC World Service >> | BBC Languages >>
 
  Bantuan | Privacy