 | | | TII mengatakan, korupsi tidak selalu melibatkan uang |
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) adalah lembaga yang sangat di Indonesia, demikian laporan hasil survey terbaru. Laporan hasil survei tahun 2006 ini dirilis oleh Transparency International Indonesia (TII), sebuah lembaga yang aktif menentang praktik korupsi. Menurut TII, survei ini mengukur bertujuan persepsi mengukur persepsi masyarakat terhadap lembaga-lembaga publik, termasuk parlemen, lembaga peradilan, kepolisian, dan beacukai. Dalam skala 1 hingga 5, DPR memperoleh skor 4,2 poin sehingga menjadi lembaga terkorup di Indonesia.  |  Ini faktanya. Bukan hanya korupsi uang, tapi juga terkait etika dan moral  Todung Mulya Lubis, TII |
Dalam survei serupa tahun 2005, partai politik (parpol) menempati peringkat tersebut. Ketua TII Todung Mulya Lubis mengimbau anggota DPR agar tidak marah dan kecewa dengan temuan TII. "Ini faktanya. Bukan hanya korupsi uang, tapi juga terkait etika dan moral," kata Todung. Temuan survei yang memperlihatkan, publik di Indonesia memandang Dewan Perwakilan Rakyat sebagai lembaga terkorup ini sangat menarik perhatian banyak pendengar BBC dengan mengirim e-mail ke indonesian@bbc.co.uk atau merekam pendapat melalui nomor telepon bebas pulsa BBC: 0800 140 1228.
Danny R Setiawan, Hongaria, Budapest Waktu mereka kampanye mereka merogoh uang pribadi. Setelah mereka terpilih, mereka ingin uang mereka kembali atau balik modal..ya kalau bisa, sih ada untungnya. Benni, Bogor Indonesia jelek bukan karena rakyatnya tapi karena ulah anggota dewannya. Tie, Hiroshima, Jepang. Saya melihat hasil survei TII meragukan. Siapa yang disurvei TII, sangat menentukan sekali hasil survei. Apakah TTI juga mensurvei masing-masing anggota DPR, yang notabene dikatakan terlibat, dan menanyakan bukti-bukitnya? Beberapa anggota DPR langsung mempertanyakan hasil survei, dan TII semestinya memberikan penjelasan dengan bukti yang benar dan jelas. Sebaiknya, anggota DPR dan lembaga-lembaga publik lain, sering mengadakan jumpa pers atau mengadakan debat dengan masyarakat, agar segala sesuatu tentang lembaganya lebih transparan. Abdul Rahman, Bandung Sebenarnya laporan mengenai DPR yang "dinobatkan" sebagai lembaga terkorup di Indonesia tidak begitu mengejutkan, hal ini sudah pasti karena prilaku para wakil-wakil kita disana menunjukkan sikap yang tidak jujur. Pergi keluar negeri dengan alasan studi banding, padahal hasilnya tidak sebanding dengan pengeluaran negara dan bahkan kadang mereka mengajak anggota keluarganya! S Usman, Medan Mungkin saja benar karena korupsi di Indonesia terjadi di hampir semua tingkatan. Dari Kepala Desa sampai ke pejabat paling tinggi. DPR punya hak budget. Dari sini mereka bermain, dan didukung oleh birokrasinya yang korup. Ya bagi-bagi duit rakyat. Korupsi berjamaah. Solusinya adalah pemerintahan yang kuat dan tegas atau kekuatan revolusi rakyat. Rakyatyang mana? Karena rakyatpun akan berobah menjadi koruptor-koruptor bila ada kesempatan Pusiiiiing. Simson Sitorus, Jakarta Bukan hanya anggota DPR saja yg terkorup, tapi juga anggota legislatif dan ini menjadi suatu lingkaran sampai ke pejabat pemerintah paling bawah, bagaimana bisa korupsi dihilangkan kalau penguasa tertinggi di negeri ini sdh melakukan korupsi seyogianya mereka memberi contoh yg baik baru yg lain akan mengikuti. Sugeng Haryanto, Wina, Austria Sebenarnya tingkat korupsi di DPR dengan lembaga lain sama saja. Fenomena DPR mencuat karena adanya beberapa kejadian terakhir ini yang membuat sorotan terhadap DPR sangat kuat. Cara mengatasinya adalah dengan penegakan hukum yang tidak pandang bulu. |