Pemain terbunuh, Liga Aljazair dibekukan

  • 25 Agustus 2014
Albert Ebosse, korban kebrutalan fans "fanatik," dan "hooligan."

Albert Ebosse, seorang pemain sepak bola asal Kamerun tewas dilempar batu oleh penonton dalam pertandingan Liga Aljazair hari Sabtu (23/08).

Liga Aljazair dibekukan tanpa batas waktu karenanya, menyusul pertemuan darurat tentang hal itu, hari Minggu (24/08).

Ebosse, 24, terkena hantaman batu di kepalanya. Batu dilempar dari arah penonton, ketika ia meninggalkan lapangan usai kekalahan timnya, JS Kabylie, dalam pertandingan di kandang melawan USM Alger di Tizi Ouzou.

Otoritas Aljazair awalnya memerintahkan penutupan stadion 1 November 1954, kandang tim JS Kabylie, namun kini penutupan itu berlaku untuk seluruh stadion sepak bola di seantero Brasil.

Dalam pernyataannya, federasi sepakbola ALjazair menyatakan, pembekuan liga merupakan "protes terhadap tindakan tak bertanggungjawab sejumlah hooligan dan pendukung fanatik yang melancarkan kekerasan di stadion yang sudah mencapai tingkat keterlaluan."

Mereka mempertimbangkan untuk mengambil sanksi tambahan, seperti mengeluarkan klub yang terlibat, "dari segala kompetisi."

Federasi sepak bola Aljazair akan memberi santunan US$100.000 kepada keluarga Ebosse, plus uang yang semestinya didapat hingga berakhirnya kontrak, ditambah sumbangan sebulan gaji dari seluruh pemain JS Kabylie.

Pihak berwajib masih menyelidiki kasus ini.

Diperoleh keterangan, Stadion 1 November 1954 sedang direnovasi saat kejadian, dan batu yang dilemparkan fans adalah batu yang tergeletak di lantai stadion.

Berita terkait