Mimpi buruk sepak bola Brasil

  • 9 Juli 2014
brasil fans
Pendukung Brasil terpuruk, stres dan merasa tak percaya bisa kalah 1-7 dari Jerman.

Puluhan ribu suporter Brazil menjadi saksi kejadian yang akan tercatat dalam tinta hitam sejarah sepak bola negeri itu.

Pada mulanya, Brasil mencoba memperlakukan Piala Dunia 2014 di negeri itu sebagai cara untuk memupus hari tergelap sepak bola mereka, yang dikenal sebagai "Maracanazo".

Saat itu, di final Piala Dunia 1950 di stadion Maracana, Rio de Janeiro, Brasil seperti pasti akan menjadi juara. Tetapi setelah unggul 1-0, Brasil kalah 1-2, dan Uruguay menjadi juara dunia.

Kenangan buruk itu ingin dihapus dengan penyelenggaraan Piala Dunia 2014, dengan mimpi meraiah juara keenam kali.

Yang terjadi justru sebaliknya. Di Estadio Mineirao, Belo Horizonte, malah Brasil mengalami peristiwa yang lebih buruk lagi, dibekuk 1-7 oleh Jerman.

'Aib segala Aib'

Ini kekalahan terburuk di semifinal sepanjang sejarah Piala Dunia dan terjadi di kandang sendiri.

Koran Brasil Globo Esporte menyebutnya "Aib Segala Aib". Koran olahraga Lance! menjulukinya sebagai "Aib Terbesar Sepanjang Sejarah".

Polisi berjaga ketat di berbagai kota, menjaga kemungkinan amukan para fans.

Memang ada satu dua bus dibakar fans yang marah. Tapi sebagian besar pendukung sama sekali tidak ingin melakukan pemberontakan.

Negeri yang menjadikan bola sebagai jati diri, remuk redam dalam kekalahan yang begitu brutal, yang sebelumnya hanya terjadi pada negeri seperti Zaire dan Haiti.

Para warga negeri itu benar-benar terguncang dan larut dalam duka.

Sementara itu, Presiden Brasil, Dilma Rousseff, yang mengatakan sedih atas kekalahan ini mendesak agar negara itu segera bangkit kembali.

Berita terkait