Inilah lima semi final Piala Dunia bersejarah

  • 7 Juli 2014
Semi final Jerbar melawan Italia di Piala Dunia 1970 disebut sebagai "laga terhebat abad 20."

Laga semi final piala dunia mulai digelar Rabu (09/07) dini hari waktu Indonesia. Namun, untuk menyegarkan ingatan, mari simak lima pertandingan semi final Piala Dunia yang bersejarah.

Salah satu laga semi final yang sering disebut sebagai "pertandingan abad ke-20" ialah antara tim nasional Italia melawan Jerman Barat pada Piala Dunia 1970.

Lainnya? Kantor berita AFP menyebut laga timnas Prancis melawan Jerman Barat pada Piala Dunia 1982 merupakan laga semi final yang tidak terlupakan.

Inilah selengkapnya lima semi final Piala Dunia yang patut dikenang:

Semi final Hungaria (4) vs Uruguay (2) pada Piala Dunia 1954

Tim Hungaria, yang menghancurkan Jerman Barat 8-3 pada babak penyisihan grup, bertemu juara bertahan Uruguay di semi final.

Seperti ditakdirkan untuk menang, Hungaria unggul 2-0 sampai menit ke-46 melalui gol Czibor dan Hidegkuti.

Namun, menjelang laga berakhir, Juan Hohberg menyamakan kedudukan melalui dua golnya di menit ke-75 dan ke-86.

Juara bertahan Uruguay akhirnya harus takluk di kaki Hungaria di semi final "dramatis" di PD 1954.

Pada perpanjangan waktu, pemain Hungaria yang dikenal ahli mencetak gol melalui sundulan kepala, Sandor Kocsis, menyudahi ambisi Uruguay melalui dua golnya.

Hungaria pun melenggang ke final setelah menang 4-2. "Itu momen yang paling indah dalam perjalanan hidup saya," kata bintang Hungaria, Jozsek Boszik.

Di final, tidak kalah dramatis, The Magyar -julukan Hungaria- ditaklukkan Jerman Barat.

Semi final Inggris (2) vs Portugal (1) pada Piala Dunia 1966

Timnas Portugal, yang diperkuat 'sang macan kumbang' Eusebio, ditantang tuan rumah Inggris pada babak semi final.

Inggris unggul lebih dulu melalui dua gol gelandang Bobby Charlton, tetapi Eusebio berulangkali membombardir pertahanan Inggris. Kecemerlangan kiper Gordon Banks membuat tuan rumah selamat.

Laga menjadi dramatis ketika 10 menit menjelang bubaran, Portugal mengejar ketertinggalan menjadi 1-2 setelah Eusebio mencetal gol melalui titik penalti.

Laga semi final Inggris-Portugal di Piala Dunia 1966 merupakan penampilan terbaik Inggris di kejuaraan itu.
Bintang Portugal, Eusebio, tak kuasa menahan tangis usai kekalahan itu.

"Laga semi final ini merupakan penampilan kami terbaik dalam piala dunia itu," kata pelatih Inggris, Alf Ramsey.

Usai laga, pelatih Portugal, Otto Gloria, meramal Inggris bakal menjadi juara dunia dengan mengalahkan Jerman Barat.

Ramalan Otto ini menjadi kenyataan. Inggris mengalahkan Jerman Barat pada laga final dan tampil sebagai juara dunia.

Semi final Italia (4) vs Jerman Barat (3) pada Piala Dunia 1970

Diklaim sebagai "laga terhebat pada abad ke-20", Italia memimpin terlebih dulu ketika laga baru berjalan delapan menit melalui gol Roberto Boninsegna.

Selanjutnya, pertahanan berlapis ala Italia gagal ditembus lawannya. Hanya karena gol Uwe Seeler di menit-menit terakhir, Jerman Barat bisa memperpanjang waktu pertandingan.

Pada babak perpanjangan waktu inilah, aksi para pemain kedua tim berlangsung spektakuler. Sedemikian spektakulernya, banjir gol terjadi di tengah cuaca panas Meksiko.

Semula Gerd Mueller membobol gawang Italia, tapi selang tiga menit kemudian Italia mnegimbangi melalui gol pemain belakangnya, Tarcisio Burgnich.

Dua kapten Uwe Seeler (kanan) dan Fachetti menjelang laga digelar di Stadion Azteca, Meksiko.

Pada menit ke-104, Italia kembali memimpin 3-2 setelah pemain depannya, Luigi Riva, membobol gawang Maier.

Akan tetapi, Gerd Mueller kembali menyarangkan bola enam menit kemudian sehingga skor kembali seri 3-3.

Pada saat Italia tampaknya akan kalah, tim 'Negeri Pasta' itu justru menambah gol sekaligus memenangi laga ini.

Adalah Gianni Rivera yang menyudahi perlawanan Jerman Barat, empat menit menjelang wasit meniup peluit tanda pertandingan berakhir.

Meski demikian, Italia tampil antiklimaks pada laga final. Luigi Riva dan kawan-kawan kalah telak dari Brasil 1-4.

Semi final Jerman Barat (5) vs Prancis (4) melalui adu penalti pada Piala Dunia 1982

Laga berjalan menarik, walaupun "dinodai" aksi kiper Jerman Barat, Harald Schumacher, terhadap pemain belakang Prancis, Patrick Battiston, sehingga yang bersangkutan pingsan dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Pierre Littbarski (kanan) membuka gol awal bagi Jerman Barat atas Prancis.
Tim Jerman Barat sebelum laga melawan Prancis di semi final Piala Dunia 1982.

Jerman Barat unggul dulu melalui gol pemain sayapnya yang berusia 22 tahun, Pierre Littbarski, di menit ke-17. Tetapi, sekitar sepuluh menit kemudian, playmaker Michel Platini menyamakan kedudukan melalui titik penalti.

Dalam perpanjangan waktu, Prancis sepertinya akan memenangkan laga setelah mereka memimpin 3-1 melalui gol Marius Tresor dan Alain Giresse.

Tapi, Karl-Heinz Rummenigge dan Klaus Fischer menunda kemenangan Prancis yang sudah di depan mata itu, menjadi 3-3.

Adu penalti pun digelar. Tendangan Ulie Stielike ditepis kiper Prancis Jean Luc Ettori, sedangkan sepakan Didier Six dihalau Schumacher.

Namun Jerman Barat akhirnya memenangkan laga ini setelah Schumacher kembali menggagalkan tendangan pemain Prancis, sementara Horst Hrubesch mampu menjebol gawang Ettori.

Di final, langkah Jerman Barat terhenti akibat dikalahkan Italia 1-3.

Semi final Prancis (2) vs Kroasia (1) pada Piala Dunia 1998

Tuan rumah Prancis melaju ke semi final diiringi kritik karena cuma mampu menang 1-0 melawan Paraguay pada babak 16 besar serta mengungguli Italia lewat adu penalti pada babak perempat final.

Pada babak semifinal, tuan rumah Prancis telah ditunggu Kroasia yang ditaburi banyak pemain berbakat.

Dalam pertandingan tersebut, ribuan pendukung tuan rumah terdiam di Stadion Stade de France ketika Davor Suker menjebol gawang Prancis yang dikawal Fabien Barthez di awal babak kedua. Suker kelak tampil sebagai pencetak gol terbanyak.

Bek Prancis, Lilian Thuram menjadi pahlawan Prancis setelah mencetak dua gol.
Davor Suker, bintang Kroasia, sempat membawa Kroasia unggul terlebih dulu atas Prancis.

Tetapi satu menit kemudian, pemain belakang Prancis yang rajin berlari sampai ke depan, Lilian Thuram, menyamakan kedudukan. Itu adalah gol pertama Thuram bersama timnas Prancis.

Dua puluh menit berselang, Lilian Thuram menjadi pahlawan Prancis melalui sepakan setengah voli.

Prancis pun maju ke final dan akhirnya berhasil meraih titel juara dunia setelah mengalahkan juara bertahan Brasil 3-0.