Pendidikan pemain bola untuk atasi antihomofobia

  • 13 Februari 2014
Thomas Hitzlsperger
Pemain Aston Villa, Thomas Hitzlsperger, pensiun dulu baru mengaku gay.

Para pemain sepakbola harus mendapat pendidikan untuk memberantas homofobia atau 'ketakutan' atas kaum homoseksual.

Mantan Ketua Asosiasi Pesepakbola Profesional, Clarke Carlisle, mengatakan kepada BBC Radio 5 bahwa kata-kata antihomoseksual merupakan hal biasa di ruang ganti pemain.

Carlisle mengaku dia juga sering menggunakan kata-kata tesebut sebelum berubah pikiran dan mengajak orang lain untuk bersikap sama dengannya.

Menurutnya hanya dengan pemahaman dan interaksi saja -antara lain lewat pendidikan- maka antihomoseksual bisa diatasi.

Sementara mantan manajer Bolton, Owen Coyle, berpendapat sikap antihomoseksual masih belum berubah selama 20 tahun belakangan.

Keduanya mengangkat masalah ini setelah kapten Timnas Perempuan Inggris, Casey Stoney, pekan ini secara terbuka mengakui gay.

Bulan Januari, mantan pemain tengah Aston Villa asal Jerman, Thomas Hitzlsperger, pensiun lebih dulu sebelum mengaku gay.

Casey Stoney
Kapten timas perempuang Inggrus, Casey Stoney, secara terbuka mengaku gay.

Pemain sayap Leeds, Robbie Rogers, juga pensiun tahun lalu, baru mengaku gay sebelum kembali memperkuat LA Galaxy.

Dalam sepakbola pria di Inggris, tidak ada pemain profesional yang aktif yang mengaku gay secara terbuka sejak Justin Fashanu tahun 1990.

"Saya biasa menggunakan bahasa itu namun sekarang saya muak mendengarnya," tutur Carlisle yang menjabat Ketua PFA 2010-2013 dan pernah main di Blackpool, QPR, dan Burnley.