Red Bull pertanyakan plafon anggaran F1

  • 28 Januari 2014
Christian Horner
Christian Horner tidak setuju anggaran tim dipatok US$200 juta.

Tim Formula 1 Red Bull mempertanyakan rencana pembatasan anggaran, yang akan diterapkan tahun depan.

Bos Red Bull, Christian Horner, dan salah seorang direktur tim McLaren, Sam Michael, sama-sama keberatan dengan rencana tersebut.

Pekan lalu digelar pertemuan membahas anggaran dan diusulkan anggaran maksimal US$200 juta untuk setiap tim selama satu tahun.

"Usul pemaksaan dari atas bukan sesuatu yang baik. Mestinya didengar suara dari semua tim," kata Horner.

Ia juga mengatakan bahwa hampir semua tim setuju dengan pengurangan anggaran di Formula 1, namun penetapan plafon US$200 juta dianggap bukan jalan keluar yang efektif.

Horner mengatakan biaya operasional Formula 1 terus membengkak, terutama untuk belanja mesin, yang ia anggap sangat mahal.

"Mahalnya luar biasa. Saya tidak tahu bagaimana tim-tim kecil menghadapi persoalan ini," kata Horner.

Persoalan anggaran kembali diangkat di saat beberapa tim melakukan uji hari Selasa (28/01).

Organisasi yang menaungi Formula 1, FIA, menegaskan ingin menerapkan pembatasan anggaran untuk melindungi tim-tim kecil.

Tim-tim papan atas seperti Red Bull, Ferrari, dan Mercedes semuanya memiliki anggaran di atas US$330 juta, sementara tim kecil seperti Marussia dan Caterham hanya US$100 juta.