Cuaca panas tunda Australia Terbuka

  • 16 Januari 2014
tennis heat australia
Salah seorang penonton berusaha mendinginkan diri ketika pertandingan berlangsung.

Lonjakan cuaca panas ekstrem yang telah berlangsung selama tiga hari di Australia akhirnya menghentikan pertandingan tenis Australia Terbuka pada Kamis (16/01).

Pada pukul 13:53 waktu setempat, ketika suhu telah mencapai 41C penyelenggara melaksanakan apa yang disebut "kebijakan cuaca panas ekstrim."

Pertandingan ditangguhkan dan tidak akan melanjutkan sampai pukul 17:00 waktu setempat.

"Untuk pertandingan di luar ruangan, pertandingan baru tidak akan dimulai sampai suhu turun kembali ke suhu yang dianggap cocok untuk bermain oleh direktur turnamen," kata penyelenggara dalam sebuah pernyataan.

Suhu mencapai puncaknya pada 42,2 derajat Celcius pada hari Selasa (14/01) dan 41,5 derajat Celcius pada Rabu (15/01).

Tetapi cuaca diperkirakan mencapai 44 derajat Celcius pada hari ini dan ketika pertandingan dimulai pukul 11.00 waktu setempat, suhu sudah mencapai 38 derajat.

Keputusan untuk menerapkan kebijakan panas ekstrim adalah pada kebijaksanaan wasit turnamen Wayne McKewen, yang menggunakan alat pembaca temperatur Wet Bulb Globe Temperature yang memperhitungkan kelembaban, arah angin, serta panas.

Disambut baik

Sebelumnya sejumlah petenis sempat mengeluhkan tentang panasnya cuaca di Australia.

tennis heat australia
Petenis Prancis, Richard Gasquet, di sela pertandingan.

Setelah keputusan ini diambil, petenis Belgia Kirsten Flipkens menulis dalam akun Twitter-nya: "AKHIRNYA!!!! Permainan ditunda karena cuaca panas... Kebijakan panas seharusnya sudah diberlakukan dua hari yang lalu.. #burning #crazy #nothealthy."

Petenis Rusia Elena Vesnina menambahkan: "Tidak mungkin bermain di cuaca sepanas ini... ini hanya masalah bagaimana bisa bertahan. Lupakan tentang keindahan permainan tenis!"

Pada hari Rabu, petenis asal Kroasia Ivan Dodig mengatakan ia khawatir "kemungkinan bisa mati" karena panas.

Sementara sehari sebelumnya petenis asal Kanada Frank Dancevic pingsan dalam pertandingan putaran pertama dan mengatakan adalah "tidak manusiawi" membiarkan pemain bersaing di kondisi penuh tantangan seperti ini.

Beberapa petenis seperti Maria Sharapova terlihat membungkus dirinya dalam handuk es, sedangkan petenis AS, Varvara Lepchenko, memerlukan waktu timeout untuk menggosokkan es ke kakinya.

Berita terkait