Cina perluas zona pertahanan udara

  • 24 November 2013
senkaku
Kepulauan ini menjadi sumber ketegangan Cina-Jepang selama beberapa dekade.

Cina telah menandai "zona identifikasi pertahanan udara" di area yang meliputi pulau-pulau yang menjadi sengketa dengan Jepang.

Kementerian pertahanan Cina mengatakan pesawat memasuki zona ini harus mematuhi aturan atau akan menghadapi "langkah-langkah defensif darurat."

Gugusan pulau, yang dikenal sebagai Senkaku di Jepang atau Diaoyu di Cina, merupakan sumber meningkatnya ketegangan antara dua negara itu.

Dalam pernyataannya, kementerian pertahanan Cina mengatakan pesawat harus melaporkan rencana penerbangan, "memelihara komunikasi radio dua arah," dan "menanggapi secara tepat waktu dan akurat" setiap pertanyaan untuk identifikasi.

"Angkatan bersenjata Cina akan melakukan langkah-langkah darurat defensif untuk merespon pesawat yang tidak bekerja sama dalam proses identifikasi atau menolak untuk mengikuti instruksi," kata pernyataan itu.

Sementara Jepang mengajukan protes keras atas apa yang dikatakan sebagai "eskalasi."

"Mengklaim wilayah udara tersebut secara sepihak membuat ketegangan situasi di sekitar kepulauan Senkaku dan berpotensi memicu bahaya yang mengarah ke situasi tak terduga," kata kementerian luar negeri Jepang dalam sebuah pernyataan.

Taiwan, yang juga mengklaim pulau Diaoyu/Senkaku, menyatakan kritik atas langkah yang diambil Cina itu dan berjanji bahwa militernya akan mengambil tindakan untuk melindungi keamanan nasional.

'Tanpa target khusus'

senkaku
Kehadiran kapal pengintai marinir Cina di kawasan itu pada Oktober lalu meningkatkan ketegangan.

Zona ini dikatakan mulai berlaku dari pukul 10:00 waktu setempat pada hari Sabtu (23/11) kemarin.

Kantor berita negara Xinhua menunjukkan peta wilayah ini yang meliputi area Laut Cina Timur termasuk daerah yang sangat dekat dengan Korea Selatan dan Jepang.

Menanggapi pertanyaan tentang pencantuman zona ini pada situs resmi negara, seorang juru bicara kementerian pertahanan, Yang Yuju, mengatakan Cina mendirikan daerah ini "dengan tujuan menjaga kedaulatan negara, tanah teritorial dan keamanan udara, serta untuk menjaga ketertiban penerbangan."

"Hal ini tidak ditujukan terhadap negara tertentu," katanya, menambahkan bahwa Cina "selalu menghormati kebebasan penerbangan sesuai dengan hukum internasional."

"Penerbangan normal oleh pesawat internasional di zona identifikasi pertahanan udara Cina Timur Laut tidak akan terpengaruh dengan cara apapun."

Pulau-pulau ini telah menjadi sumber ketegangan antara China dan Jepang selama beberapa dekade .

Pada tahun 2012 , pemerintah Jepang membeli tiga pulau dari pemiliknya di Jepang, memicu protes massa di kota-kota Cina.

Berita terkait