FA Inggris merayakan HUT ke-150

  • 26 Oktober 2013
Pangeran William
Pangeran William menyampaikan pesan video sebagai Presiden FA Inggris.

Organisasi sepak bola tertua di dunia, Football Association atau FA Inggris, merayakan ulang tahun ke-150 hari Sabtu 26 Oktober.

Awalnya adalah 11 klub sepak bola Inggris pada tahun 1863 yang berupaya mencapai kesepakatan untuk memiliki peraturan bersama dalam cabang olahraga ini, yang berkembang menjadi paling populer di seluruh dunia.

Situs FA menyebutkan diperlukan enam pertemuan sebelum akhirnya kesepakatan itu dicapai dan FA resmi menjadi sebuah organisasi nasional dengan menggelar kejuaraan Piala FA yang pertama tahun 1871.

Para pendiri FA memang berharap bahwa dengan adanya peraturan bersama maka sepak bola bisa dimainkan oleh setiap orang secara seragam.

Sebelumnya masing-masing klub dan sekolah memainkan sepak bola sesuai dengan versi mereka masing-masing.

Perayaan HUT ke-150 ini antara lain berupa jamuan makan malam dan pameran buku yang berisi tulisan tangan tentang 13 pasal peraturan awal FA, yang ditandatangani Sekjen FA pertama, Ebenezer Cobb Morley.

Dipimpin Pangeran William

Presiden FA, Pangeran William, juga sudah mengeluarkan pesan video yang antara lain menyebutkan dia mencintai sepak bola sejak kecil.

"Tetapi secara global itu merupakan kekuatan besar untuk kebaikan dan banya orang yang mencintai, menghormati dan menikmati sepak bola dibandingan hal lain dalam kehidupan mereka," tuturnya.

Sebelumnya, masih dalam rangkaian perayaan HUT ke-150, sebuah pertandingan sepak bola khusus digelar di halaman Istana Buckingham.

Pertandingan berlangsung antara Civil Service London, satu-satunya tim yang masih bertahan dari 11 klub yang membentuk FA pada 1863, melawan Polytechnic, yang berdiri tahun 1875.

Pageran William mengatakan dia lebih dulu minta izin kepada Ratu Elizabeth untuk menggelar pertandingan tersebut.

"Ada satu orang yang saya perlukan untuk mendapatkan izin, nenek saya."

William mengaku agak cemas waktu meminta izin tersebut walau kemudian Ratu kemudian sangat mendukung gagasan cucunya.