Pendukung F1 menyoraki Sebastian Vettel

  • 23 September 2013
Sebastian Vettel
Sebastian Vettel sudah merebut tujuh juara dari 13 GP yang berlangsung.

Bos Tim Red Bull, Christian Horner, mengatakan ejekan kepada Sebastian Vettel tidak adil, tidak tepat, dan tidak layak.

Pembalap Jerman itu disoraki setelah merebut juara Grand Prix Singapura, yang merupakan kemenangan ketiga kali berturut-turut sejak GP Belgia 25 Agustus lalu.

"Itu tidak adil dan tidak sportif. Anak itu membalap dengan luar biasa," tegas Horner.

"Tentu saja dia mengatakan itu tidak mempengaruhinya, namun dia juga manusia biasa," tambahnya.

Para pendukung bersorak mengejek dengan berbagai alasan, salah satunya adalah ketika Vettel mengabaikan perintah tim dan kemudian mendahului rekan satu timnya, Mark Webber di GP Malaysia.

Saat itu Webber memimpin dan Vettel diminta tetap berada di belakang Webber hingga garis finish namun Vettel memotong dan merebut juara.

Akibat aksinya, beberapa pihak berpendapat reputasi Vettel sudah tercoreng.

Dominasi Vettel

Bagaimanapun sebagian penggemar Formula 1 menyoraki karena domininasinya sejauh ini sehingga dianggap membuat balapan tidak menarik lagi.

Vettel merebut tujuh juara dari 13 balapan yang berlangsung dengan selisih 60 pon dari peringkat kedua sementara, Fernando Alonso, dan tinggal 150 poin yang tersedia dari sisa enam balapan.

Menurut Horner -yang ikut berdiri di podium menerima piala tim- hanya sekelompok kecil saja yang menyoraki Vettel.

"Berdiri di podium yang Anda lihat adalah sekelompok kecil dan kemudian seperti pantomim, menjadi gelombang."

"Saya tidak tahu alasannya. Jelas Malaysia itu tidak baik. Tapi itu terjadi. Itu sudah berlalu."

Vettel sendiri mengatakan keyakinannya bahwa yang mengejeknya itu adalah pendukung Ferrari karena dalam tiga balapan terakhir, Alonso berada di peringkat dua di bawah Vettel.

"Tidak menyenangkan, tapi saya kira Anda harus melihat ke semua tribun penonton," tutur Vettel mengingatkan hanya sekelompok saja yang bersorak-sorai.

Berita terkait