FA: Piala Dunia musim panas "mustahil"

  • 10 Agustus 2013
greg dyke
Greg Dyke menjabat Ketua FA pada bulan lalu menggantikan David Bernstein.

Menyelenggarakan Piala Dunia 2022 di Qatar pada musim panas tampaknya "mustahil", kata Ketua Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA), Greg Dyke.

Dyke, yang memimpin FA sejak bulan lalu, mengatakan, turnamen bisa jadi dipindahkan di musim dingin karena faktor cuaca panas.

Liga Premier menentang perubahan tanggal, sementara pendahulu Dyke, David Bernstein, mengatakan bahwa perubahan jadwal merupakan "cacat secara fundamental".

Tapi, panitia Piala Dunia Qatar mengatakan siap menjadi tuan rumah turnamen di musim panas.

"Bahkan jika semua stadion ber-AC, saya pikir itu akan menjadi mustahil bagi para fans," kata Dyke.

"Cobalah pergi keluar dan berkeliling dengan panas yang semacam itu. Saya berfikir itu tidak mungkin dilakukan.

"Posisi saya, dan saya duga posisi resmi FA juga, adalah: 'Anda tidak bisa menyelenggarakannya di musim panas."

Siap kapan saja

Qatar stadion
Qatar akan membangun stadion yang dilengkapi dengan pendingin udara.

Komite Tinggi Qatar 2022 mengatakan kepada BBC Sport dalam sebuah pernyataan: "Ini adalah keputusan yang tepat untuk memberikan penyelenggaraan Piala Dunia ke Timur Tengah untuk pertama kalinya pada tahun 2022.

"Kami siap menjadi tuan rumah di musim panas atau musim dingin. Kami selalu menyatakan bahwa hal ini membutuhkan persetujuan dari komunitas sepak bola internasional.

"Keputusan untuk mengubah tanggal Piala Dunia FIFA 2022 tidak akan mempengaruhi perencanaan infrastruktur kami."

Liga Primer tampaknya wajar jika terkejut dan kecewa terhadap komentar Dyke, karena mereka berharap FA dapat mendukung Liga Primer menentang perubahan tanggal.

Richard Scudamore, Kepala Eksekutif Liga Premier, mengatakan bahwa perubahan jadwal Piala Dunia ke musim dingin akan menyebabkan kekacauan terhadap jadwal liga sepak bola di seluruh dunia.

Organisasinya yakin perubahan tersebut akan berdampak pada hal-hal yang terkait penyelenggaraan Liga Primer-terutama pada 2021-2022- yang mempengaruhi penawaran siaran dan membutuhkan kontrak setiap pemain harus ditulis ulang.

Pada 2010 lalu, Qatar mengalahkan para pesaingnya yaitu Korea Selatan, Jepang, Australia dan Amerika Serikat, dan memenangkan penyelenggaraan Piala Dunia 2022.

Selama proses pemilihan penyelenggaraan pesta akbar sepak bola dunia itu sempat diganggu oleh tuduhan korupsi, meskipun penyelenggara selalu bersikeras mereka tidak melakukan kesalahan.

Berita terkait