Tiket Piala Dunia Brasil 'paling murah'

  • 2 Juli 2013
Blatter dan Valcke
FIFA dituding mengeruk untung dari pengorbanan rakyat Brazil.

Tiket untuk ajang akbar Piala Dunia di Brasil tahun depan akan menjadi "yang termurah" yang pernah dipasarkan untuk acara serupa kata induk organisasi sepakbola dunia, FIFA.

Sekjen FIFA Jerome Valcke mengatakan 70% dari puluhan pertandingan yang akan digelar dengan tiket yang harganya lebih murah dari ajang yang sama empat tahun sebelumnya.

Harga tiket sendiri baru akan diumumkan 19 Juli nanti.

Valcke dan Presiden FIFA Sepp Blatter memuji pelaksanaan final Piala Konfederasi yang berakhir Minggu (30/06) lalu di Brasil.

Turnamen tersebut ditandai dengan serangkaian aksi protes akibat menggunungnya anggaran untuk menyiapkan Piala Dunia, serta maraknya aksi korupsi dan buruknya kualitas layanan publik di negara itu.

Blatter mengatakan ajang Piala Konfederasi berlangsung sukses meski didemo jutaan orang dimana-mana.

"Saya gembira kita sudah sampai pada hasil akhir sekarang serta kesan kalau aksi demo juga sudah mulai reda - meski saya tidak tahu sampai berapa lama," katanya pada wartawan di Rio de Janeiro, Senin (01/Juli).

'Masih mengambang'

Blatter mengakui masih banyak kalangan yang belum yakin Brasil akan siap menjalankan tugas sebagai tuan rumah Piala Dunia 2014.

Sebagian proyek fisik pembangunan stadion baru dinyatakan selesai persis menjelang digelarnya laga Piala Konfederasi sementara infrastruktur di Brasil juga diragukan akan mampu menampung limpahan penonton untuk acara seakbar Piala Dunia.

"Saat kita mulai kompetisi ini memang masih mengambang, tak jelas apa yang bakal terjadi," Blatter mengakui.

Para petinggi FIFA juga menghindari komentar tentang masalah keamanan dengan dalih itu urusan pemerintah setempat.

Soal keamanan kembali jadi sorotan karena sepanjang ajang Piala Konfederasi telah terjadi serangkaian bentrok antara peserta demo dengan pasukan keamanan yang menembakkan peluru karet, semprotan merica serta gas air mata.

Bahkan muncul laporan bahwa penonton di dalam stadion turut terkena imbas semprotas gas tersebut termasuk di stadion Maracana di Rio de Janeiro, dimana Brasil akhirnya memukul Spanyol 3-0 di partai final.

FIFA sendiri turut jadi sasaran aksi protes yang mengeluhkan lembaga pemrakarsa sepakbola dunia itu menangguk untung dari fasilitas bebas pajak sementara yang harus berkorban adalah publik yang terpaksa merelakan dananya untuk investasi pembangunan sejumlah stadion kelas internasional padahal anggaran tersebut dianggap lebih baik dialokasikan untuk proyek sekolah atau rumah sakit.

Berita terkait