BBC navigation

Cina kubur mimpi Indonesia di Sudirman

Terbaru  23 Mei 2013 - 16:50 WIB
LIliyana-Tontowi

Pasangan Liliyana Natsir-Tontowi Ahmad sempat memimpin perolehan angka dari Cina.

Perjuangan tim nasional bulutangkis Indonesia harus berhenti di babak perempat final perebutan Piala Sudirman setelah kalah dari Cina dengan skor akhir 2-3 di stadion Bukit jalil, Kuala Lumpur.

Harapan Indonesia membawa pulang piala sempat menyala kembali saat ganda putra Rian Agung Saputro-Angga Pratama berhasil mengatasi Cai Yun-Fu Haifeng sehingga kedudukan berubah menjadi 2-1.

Namun kekalahan berturut-turut tunggal putri Lindaweni Fanetri dan pasangan ganda putri Liliyana Natsir-Nitya Krishinda Maheswari membuat Cina melaju ke babak selanjutnya.

Dalam dua laga ini, Cina merebut kemenangan dengan masing-masing dua set langsung.

Meski demikian penampilan tim Indonesia banyak dipuji karena hanya selang dua hari sebelumnya Klik Cina melumat perlawanan tim Merah Putih dengan 5-0 di babak grup.

"We have done our very best," puji Ketua PBSi Gita Wirjawan dalam pesan singkat kepada Dewi Safitri dari BBC Indonesia.

Gita yang juga menjabat sebagai Menteri Perdagangan mengatakan hasil akhir ini telah 'banyak sekali menunjukkan kemajuan' dari kinerja tim bulutangkis Indonesia sebelumnya.

Perubahan strategi

Hasil akhir ini juga menjadi catatan buruk dalam rekor Piala Sudirman Timnas Indonesia, karena untuk pertama kalinya gagal melaju ke semifinal.

Target minimal semifinal dipasang PBSI menjelang keberangkatan ke Malaysia.

Gagal tercapainya target, menurut Gita Wirjawan akan diikuti dengan perubahan strategi bulutangkis Indonesia mendatang.

"Akan ada penajaman teknik dan mental dari sisi pembinaan prestasi," tulis Gita.

Sisi mental pemain menurutnya akhir-akhir ini 'sudah membaik namun bisa lebih baik' dalam laga melawan pemain asing yang lebih superior dalam ranking.

PBSI juga merencanakan perbanyakan kaderisasi badminton muda di seluruh Indoensia, meski tak dijelaskan rinciannya.

Masih dalam upaya mendongkrak kinerja atlet badminton tanah air, PBSI menjanjikan penjenjangan ranking pemain profesional dengan memilih pemain terbaik tiap tahun (Most Valuable Player) seperti gaya Liga bola Basket AS, NBA.

Peraih gelar ini akan mendapat hadiah uang Rp1 miliar.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.