BBC navigation

PSSI: Rumaropen masih bisa banding

Terbaru  25 April 2013 - 17:18 WIB
hinca panjaitan pssi

Hinca mengatakan sepak bola harus bersih dari tindakan penganiyaan.

Ketua Komisi Disiplin PSSI, Hinca Panjaitan, mengatakan gelandang serang Persiwa Wamena, Pieter Rumaropen, masih dapat mengajukan banding atas sanksi larangan bermain seumur hidup yang dijatuhkan atas dirinya.

Pieter Rumaropen dihukum karena meninju wasit Muhaimin yang memimpin pertandingan Pelita Bandung Raya menghadapi Persiwa Wamena pada laga lanjutan kompetisi ISL pada Minggu (21/04).

Dalam wawancara dengan BBC Indonesia, Hinca mengatakan sanksi itu untuk memberi efek jera pada pemain-pemain berperilaku buruk.

"Tentunya yang bersangkutan dapat mengajukan banding atas putusan itu ke Komisi Banding PSSI dan kami menghormati haknya," kata Hinca.

Ini bukan pertama kalinya PSSI memberikan hukuman seperti ini, sebelumnya empat orang pemain sudah pernah merasakan beratnya sanksi atas perilaku kasar di lapangan.

"November 2008, kami menghukum empat pemain yang menganiaya wasit beramai-ramai pada pertandingan antara Persibom Bolaang Mongondow melawan Rembang... masyarakat Indonesia ingin pertandingan-pertandingan kita bersih dari tindak penganiyaan terhadap wasit," tambahnya.

Hukum lapangan hijau

Hinca menegaskan perilaku pemain yang tidak santun akan dilihat oleh masyarakat, termasuk anak-anak, dan dapat berdampak buruk bagi perkembangan disiplin dan sportivitas.

"Komite disiplin harus bertindak cepat untuk menyelamatkan sepak bola dari kerusuhan seperti ini," katanya.

Meski kasus ini bukan pertama kali, PSSI tetap memilih untuk menyelesaikan masalah pemukulan ini secara internal.

"Dalam hukum sepak bola seluruh pelaku sepak bola menghindarkan jauh-jauh hukuman negara terhadap aturan main dalam lapangan sepak bola karena jika hukum negara dipakai, sepak bola akan mati," kata Hinca.

PSSI menilai hukuman terberat bukan mengirim pemain ke penjara tetapi melarang mereka bermain bola sepanjang kariernya.

"Itu jauh lebih berat dibanding hukuman negara yang paling-paling cuma hukuman ringan," tegasnya.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.