Mark Webber tak ingin tinggalkan Red Bull

  • 13 Maret 2013
Mark Webber
Mark Webber membalap untuk tim Red Bull dalam tujuh musim terakhir.

Pembalap Formula 1 Australia, Mark Webber, berharap akan terus selamanya di Red Bull sampai ia pensiun.

"Bagi saya, mengakhiri karier di tim Red Bull bisa diwujudkan," kata Webber.

"Tapi kita kan tidak bisa memastikan masa depan. Mungkin besok ada yang menelepon saya dan menawari sesuatu," papar Webber.

Musim balap F1 2013 yang akan dimulai pada akhir pekan ini di Melbourne, Australia, adalah yang ke-12 bagi Webber.

Dalam tujuh musim terakhir, Webber yang menjadi pembalap tertua di F1 pada usia 36 tahun, membalap untuk Red Bull.

Beberapa pihak memperkirakan musim tahun ini akan menjadi yang terakhir bagi Webber, apalagi Red Bull hanya menawari satu tahun perpanjangan kontrak, meski secara teori kontrak ini bisa diperbarui tahun depan.

Diincar

Namun Webber mengklaim sudah mendapatkan jaminan dari bos Red Bull, Christian Horner, dengan syarat ia mampu mempertahankan kinerja.

"Tim sangat sukses dalam beberapa tahun terakhir, jadi bisa dipahami (tawaran dari Horner)," kata Webber.

Ia mengakui ada beberapa ganjalan, misalnya saling tabrak antara sesama pembalap Red Bull, seperti yang terjadi pada 2010, namun secara keseluruhan tim mencatat prestasi cemerlang.

Webber juga mengatakan di usia yang tidak lagi muda, banyak pembalap lain yang mengincar kursinya di Red Bull.

Kimi Raikkonen, kata Webber, hampir saja menggantikannya pada 2009.

"Akan selalu ada pembalap lain yang ingin masuk ke Red Bull. Ini wajar. Selain itu, suatu hari nanti saya juga harus pensiun," kata Webber.