Fifa nonaktifkan bos Asosiasi Sepakbola Afrika Selatan

  • 18 Desember 2012
asosiasi sepakbola afrika selatan
Kirsten Nematandani diduga bekerja sama dengan sindikat taruhan Singapura

Presiden Asosiasi Sepakbola Afrika Selatan (Safa) dan empat pejabat lainnya dibebastugaskan oleh Fifa karena diduga keras mengatur pertandingan persahabatan internasional untuk kepentingan sindikat taruhan bola.

Kirsten Nematandani, Dennis Mumble dan tiga orang lainnya dinonaktifkan dari jabatan mereka hingga usainya penyelidikan terhadap dugaan keterlibatan keempatnya dalam pengaturan empat pertandingan menjelang Piala Dunia 2010.

Penyelidikan Fifa menemukan bahwa Safa disusupi oleh makelar pertandingan Singapura Wilson Perumal dan organisasi Football 4U miliknya.

Perumal mengatur para wasit di pertandingan melawan Thailand, Bulgaria, Kolombia dan Guetamala. Hasil pertandingan itu diketahui diatur untuk menguntungkan sebuah sindikat taruhan Asia.

Pernyataan di situs Safa mengatakan organisasi itu "menerima laporan Fifa apa adanya" dan menambahkan bahwa "komisi penyelidikan akan dibentuk, dibawah kepemimpinan seorang pensiunan hakim, untuk menyelidiki secara penuh masalah ini dan para anggota yang namanya disebut dalam laporan."

Laporan itu juga mengatakan, "Safa meminta maaf pada Fifa dan mengambil tindakan serius untuk mengatasinya."

Wakil presiden Safa Mwelo Nonkonyana yang telah diminta untuk bertindak sebagai pejabat sementara menggantikan Nematandani mengatakan, "Ini adalah situasi sulit bagi asosiasi dan bagi mereka yang namanya disebut dalam laporan.

"Kami berharap tidak akan ada spekulasi mengenai apakah mereka bersalah atau tidak. Kita harus membiarkan penyelidikan berlangsung cepat dan adil, sehingga mereka yang tidak bersalah dapat dipisahkan dari mereka yang bersalah."

Kemenangan 5-0 Afrika Selatan atas Guetamala dan 2-1 atas Kolombia pada Mei 2010, dua pekan sebelum Piala Dunia dimulai telah lama dicurigai.

Wasit Nigeria Chaibou Ibrahim memberikan tiga penalti karena bola tangan dalam pertandingan dengan Guetamala dan Fifa sudah mencoba menginterogasinya selama lebih dari satu tahun atas caranya menangani sejumlah pertandingan.

Ketiga gol dalam pertandingan melawan Kolombia, yang diawasi oleh seorang pejabat Kenya, berasal dari tendangan penalti.