Manajer QPR Mark Hughes dipecat

Terbaru  23 November 2012 - 19:05 WIB
Mark Hughes

Berita burung pemecatan Mark Hughes awal pekan ini dibantah QPR.

Queens Park Rangers (QPR), yang saat ini berada di posisi paling bawah Liga Primer, memecat manajernya, Mark Hughes, Jumat 23 November.

"Situasi yang kami hadapi membuat dewan direktur tidak punya pilihan selain melakukan perubahan," tulis pernyataan resmi QPR.

"Dewan kini akan bekerja dengan aktif untuk struktur manajemen baru secepat mungkin."

Pemecatan diambil hanya dua hari setelah manajer Chelsea, Klik Roberto Di Matteo, dipecat oleh Roman Abramovich.

Pernyataan klub menambahkan bahwa keputusan pemecatan Hughes itu dilakukan dengan penuh pertimbangan dalam sejumlah rapat beberapa hari belakangan.

"Dewan direktur mengucapkan terima kasih kepada Hughes untuk komitmen, kerja keras, dan dedikasi dalam kepemimpinan 10 bulan."

Lima pertandingan terakhir QPR

  • QPR 1-3 Southampton (Sabtu 17 November)
  • Stoke 1-0 QPR (Sabtu 10 November)
  • QPR 1-1 Reading (Minggu 4 November)
  • Arsenal 1-0 QPR (Sabtu 27 Oktober)
  • QPR 1-1 Everton (Minggu 21 Oktober)

Awal pekan ini, Direktur Komunikasi QPR masih membantah Klik berita burung tentang pemecatan Mark Hughes yang beredar setelah dia bertemu Presiden Direktur QPR, Philip Beard.

Redknapp disebut berpeluang

Mark Bowen dan Eddie Niedzwiecki akan mengambil alih kepemimpinan QPR untuk menghadapi Manchester United di Old Trafford dalam pertandingan Sabtu 24 November.

Pengumuman lebih lanjut akan disampaikan pada waktunya dan laporan-laporan menyebutkan mantan manajer Tottenham Hotspur, Harry Redknapp, berpeluang paling besar untuk mengisi kekosongan di Loftus Road

Pertandingan terakhir Hughes adalah pada Sabtu 17 November ketika dikalahkan 1-3 dari Southampton, yang berada di peringkat dua terbawah Liga Primer.

QPR hanya mampu mengumpulkan empat angka dari 12 pertandingan tanpa pernah meraih kemenangan satu kali pun.

Pemilik QPR asal Malaysia, Tony Fernandes, sempat menyatakan dukungan atas Hughes beberapa kali namun tampaknya kehilangan kesabaran.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.