BBC navigation

Antara berpetualang dan bertahan di kandang

Terbaru  21 Agustus 2012 - 21:16 WIB

Ini sebuah cerita tentang dua bintang baru sepak bola Brasil: Neymar dan Oscar, yang mengambil langkah berbeda dalam karier sepak bola mereka.

Sebuah cerita mengenai perbedaan cara berpikir dan konsekuensi tantangan dari cara berpikir yang dipilih yang harus dihadapi oleh dua bintang muda paling berbakat Brasil ini.

Dalam kasus Neymar dan Oscar ini, tidak ada benar salah dalam pilihan mereka. Yang ada hanyalah upaya untuk mengatasi tantangan untuk meluaskan cakrawala karier mereka.

Bertahan di Brasil

Neymar

Neymar hanya mampu membawa Brasil meraih medali perak Olimpiade.

Brasil adalah negara pengekspor pemain sepak bola terbesar di dunia. Hampir tidak ada satupun kompetisi sepak bola di dunia ini yang tidak mengikutkan pemain asal Brasil. Jumlah eskpor pemain mereka mencapai ribuan.

Namun kritik yang banyak dialamatkan ke Brasil adalah mereka sering terlalu cepat melepas pemain berbakat mereka, terutama ke Eropa. Para pemain yang baru berusia belasan tahun dipaksa cepat dewasa secara mental dan juga fisik untuk mengadu nasib jauh dari keluarga. Akibatnya, tak jarang karier berjalan pendek dan layu sebelum usia puncak.

Neymar adalah satu dari sedikit bintang Brasil yang mencoba menghindari hal ini. Di usianya yang ke-20, striker Brasil ini menolak tawaran klub-klub Eropa yang menghujaninya sejak ia berusia 15 tahun.

Padahal bisa dikatakan tak ada lagi gunung prestasi di Amerika Latin yang belum terdaki oleh pemain ini. Selama hanya tiga tahun di tim senior Santos, ia sudah memenangkan Copa Libertadores dan juara Liga Brasil serta terpilih sebagai pemain terbaik Amerika Latin.

Di tingkat internasional prestasi terbaiknya memang barulah membawa Brasil merebut medali perak Olimpiade. Tetapi di sinilah letak permasalahannya. Mengapa tim Brasil dengan kumpulan pemain hebat, dengan Neymar sebagai salah satu ujung tombaknya hanya mampu meraih medali perak di Olimpiade?

Kegagalan tim tidaklah bisa dibebankan hanya di pundak satu pemain saja tentunya. Tetapi mengapa Neymar gagal memberi inspirasi bagi tim Brasil?

"Selama hanya tiga tahun di tim senior Santos, Neymar sudah memenangkan Copa Libertadores dan juara Liga Brasil serta terpilih sebagai pemain terbaik Amerika Latin."

Bakat Neymar sangatlah luar biasa. Dua kakinya sama-sama hidup. Gocekan bolanya bisa dibandingkan dengan pemain terbaik manapun di dunia. Kecepatannya di atas rata-rata. Ketajamannya di depan gawang menakutkan. Kekurangannya, konon, adalah ia terlalu nyaman hidup dan bermain di Liga Brasil (dan dalam batas tertentu Amerika Latin).

Dari segi finansial Neymar sudah sangat aman dengan bermain di Brasil. Ia tercatat sebagi pemain nomor tujuh paling makmur di dunia berdasar hitungan sebuah majalah sepak bola Prancis, France Football. Ia tak perlu berkarier di Eropa untuk mendulang emas.

Dari sisi teknis sepak bola Neymar perlu tantangan baru untuk mengembangkan permainannya. Sistem pertahanan sepak bola di Brasil, dan Amerika Latin pada umumnya, sangat dalam, yang berarti ada jarak antara pemain tengah dan belakang. Ini sangat cocok dengan bakat alami Neymar untuk menjemput bola di tengah lapangan dan kemudian menggocek bola menggunakan akselarasinya yang hebat.

Ditambah lagi secara budaya, wasit di Brasil cenderung untuk menguntungkan penyerang dan akan dengan mudah untuk meniup peluit untuk pelanggaran terhadap penyerang.

Keuntungan sistem permainan, budaya dan kenyamanan sosial itu tidak didapat oleh Neymar di tingkat internasional. Dan hingga ia memahami dan belajar untuk mengatasi persoalan-persoalan itu, ia akan kesulitan untuk memberi inspirasi bagi Brasil di tingkat internasional. Dan ia hanya akan bisa melakukan itu kalau ia mencicipi bermain di luar Brasil, utamanya ke Eropa.

Tantangan berbeda

Kalau Neymar dianggap tidak cukup mengambil tantangan ke Eropa, hal yang berbeda dihadapi pemain yang dianggap sebagai otak permainan tim nasional Brasil saat ini, Oscar.

Oscar

Oscar (k) memilih pindah ke Eropa dan bermain di Chelsea

Walau setahun lebih tua dari Neymar, Oscar dikhawatirkan terlalu berani mengambil risiko.

Berbicara mengenai permainan Oscar adalah berbicara tentang visi, operan jitu dan daya khayal -kreativitas- dalam membangun serangan. Fisiknya lebih kuat dari yang banyak diduga orang.

Namun ia pindah ke Chelsea yang persaingannya di lapangan tengah sangatlah ketat. Klub itu memiliki Juan Mata dan Frank Lampard untuk tandem utama lapangan tengah. Mereka baru saja membeli Eden Hazard dan Marko Marin dengan harga yang tidak murah.

Bukan berarti Oscar tak akan mampu bersaing dengan mereka. Tetapi Oscar masih muda, baru saja pindah dari negara dengan bahasa, budaya dan gaya bersepak bola yang sama sekali beda.

Oscar memerlukan waktu untuk beradaptasi. Dan beradaptasi biasanya berarti duduk di bangku cadangan. Kalau terlalu lama duduk di bangku cadangan, pemain akan menjadi tumpul dan dalam kasus Oscar akan menghambat momentum penyempurnaan gaya permainannya.

Itulah sebabnya pemain Brasil yang pindah ke Eropa dan sukses biasanya terlebih dahulu bermain untuk klub yang dianggap tidak terlalu besar sebelum pindah ke klub raksasa. Ronaldo dan Romario misalnya, mereka bermain untuk PSV Eindhoven sebelum akhirnya berlabuh ke Barcelona.

Klub yang lebih kecil memungkinkan mereka untuk bermain secara reguler dan tidak menghambat momentum perbaikan sebagai pemain.

Tumpuan Brasil Piala Dunia 2014

Neymar dan Oscar

Neymar dan Oscar diharapkan membawa Brasil juara PIala Dunia 2014.

Badan sepak bola Brasil (CEB) tentu saja berharap pilihan Neymar dan Oscar akan sama baiknya bagi pemain yang bersangkutan. Dua-duanya adalah tumpuan tim Brasil untuk merebut Piala Dunia 2014 saat Brasil menjadi tuan rumah.

Pentingnya kedua pemain ini semakin terasa dengan model permainan yang dipilih pelatih Brasil saat ini, Mano Menezes. Menezes mengganti sistem 4-2-3-1 menjadi 4-3-2-1.

Dengan sistem yang baru ini Neymar dan Oscar akan bertandem persis di belakang striker utama untuk menggedor pertahanan lawan.

Publik sepak bola Brasil dan Menezes sama-sama ingin melihat apakah Neymar dan Oscar bisa mengatasi tantangan yang ada di hadapan mereka.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.