Petinju Australia bangga dengan bendera Aborigin

Terbaru  31 Juli 2012 - 11:53 WIB
damien hooper

Damien Hooper mengatakan ia mewakili rakyat Aborigin

Petinju Australia Damien Hooper tidak akan dihukum karena mengenakan kaos dengan gambar bendera Aborigin.

Hooper mengalahkan Marcus Browne, petinju Amerika pertama yang kalah di Olimpiade, tetapi kemenangannya dibayangi kontroversi.

Komite Internasional Olimpiade (IOC) tidak akan mengambil tindakan terhadap Hooper, yang dikritik oleh Komite Olimpiade Australia (AOC).

"Saya tidak mengatakan saya tidak pedulu [jika ada sanksi]. Saya hanya mengatakan bahwa saya sangat bangga atas apa yang saya lakukan," kata dia.

"Saya orang Aborigin, mewakili budaya saya, bukan hanya negara saya tetapi semua rakyat saya. Hal itulah yang ingin saya lakukan dan saya sangat bahagia."

Tindakan Hooper dapat berpotensi melanggar peraturan IOC yang melarang atlet membuat pernyataan politik.

Pernyataan IOC mengatakan, "Yang terpenting adalah AOC menangani atlet mereka dan kami sangat mendukung pendekatan mereka."

AOC mengatakan dalam pernyataan, "Damien telah mengatakan ia tidak akan melakukan hal itu lagi dan ia berniat untuk meminta maaf pada [pemimpin kontingen Australia] Nick Green."

Petinju kelas berat ringan, Hooper berada di peringkat dua dunia, ia mengalahkan Browne 13-11 setelah serangan ronde terakhir yang keras.

Tim AS sudah mengantongi empat kemenangan dari empat pertandingan sebelum Browne kalah dari Hooper, yang bertekad memenangi medali dari cabang tinju untuk negaranya setelah 24 tahun.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.