BBC navigation

Taufik dan Tontowi/Lilyana menang di London

Terbaru  28 Juli 2012 - 16:48 WIB
Taufik Hidayat

Taufik Hidayat diharapkan mampu maju sampai babak semifinal dan final.

Sejak Olimpide Barcelona 1992, Indonesia meraih satu medali emas dan semuanya berasal dari cabang bulutangkis. Di London, pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad dan Lilyana Natsir yang diharapkan menyumbang medali emas.

Rekor Olimpiade

Pasangan atlet dayung putri Inggris, Katherine Grainger dan Anna Watkins, mempertajam rekor Olimpade hampir lima menit dalam babak penyisihan, Senin 30 Juli.

Keduanya mendapat tempat di final setelah menang di babak kualifikasi dengan catatan waktu 06.44,33 detik.

Grainger dan Watkins merupakan peraih tiga medali perak Olimpiade dan merupakan favorit untuk final dayung nomor double sculls pada Jumat 3 Agustus 2012.

Mereka memecahkan rekor yang dicatat di Olimpiade Barcelona pada tahun 1992 oleh atlet Jerman.

Upacara pembukaan

Berlangsung di Stadion Olimpiade di Stratford, London timur, Ratu Elizabeth II secara resmi membuka Olimpiade tahun ini yang diramaikan antara lain dengan beragam pertunjukan yang menggambarkan perjalanan sejarah Inggris.

Bulutangkis

Tunggal putra Taufik Hidayat menang mudah atas Petr Koukal, asal Republik Ceko dengan skor 21-8 21-8 di Wembley Arena pada Sabtu, 28 Juli. Taufik bermain dengan tempo cepat dan menunjukkan pertahanan yang bagus, sementara lawannya bermain lebih buruk dari biasanya.

Taufik bisa mengantongi tiket babak 16 besar apabila mampu mengalahkah pemain Spanyol, Pablo Abian.

Pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir mengalahkan ganda campuran India, Diju Valiyaveetil/Jwala Gutta, 21-16 21-12.

Dengan kemenangan ini maka untuk sementara Indonesia unggul di nomor ganda campuran Grup C. Pasangan ganda campuran Indonesia ini selanjutnya akan bertemu dengan pasangan ganda campuran Denmark, Laybourn/Rytter Juhl dan ganda campuran Korea Selatan, Yong Dae Lee/Jung Eun Ha di Grup C.

Ganda campuran Indonesia Tontowi/Lilyana sebelumnya telah bertanding melawan pasangan Denmark dan Korea Selatan di sejumlah turnamen dan bergantian saling mengalahkan.

Tembak

Atlet tembak Indonesia Diaz Kusumawardani gagal di babak penyisihan pada Sabtu, 28 Juli. Diaz, 16, turun di nomor air rifle 10 meter. Dia hanya mampu meraih 382 poin dan berada di posisi kedua dari bawah, di atas atlet Bhutan, Kunzang Choden.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.