Serba serbi awal mula Olimpiade

Terbaru  23 Juli 2012 - 21:51 WIB

Pakaian yang dikenakan

Olimpiade dikhususkan hanya untuk kaum pria, setidaknya hanya mereka yang diperbolehkan untuk cabang atletik dan yang dikategorikan olahraga tempur.

Kaum perempuan bahkan tidak diperbolehkan menonton. Namun demikian mereka boleh bertanding untuk cabang berkuda, hanya kalau mereka menjadi pemilik kuda maupun kereta yang dipergunakan untuk bertanding.

Perempuan pertama yang tercatat memenangkan sebuah lomba adalah seorang putri berasal dari Sparta.

Salah satu alasan mengapa perempuan tidak boleh terlibat dalam cabang atletik, tinju, dan gulat adalah karena pesertanya bertanding dalam keadaan telanjang bulat.

Bahasa Yunani kuno ''gerak badan'' arti harfiahnya adalah ''menjadi telanjang bulat.'' Mengapa harus telanjang bulat? Ada kemungkinan ini terkait dengan alasan keagamaan dalam konteks budaya Yunani saat itu.

Bagaimanapun Olimpiade adalah sebuah festival keagamaan untuk memuja Dewa Zeus dan menuntut pemujaan yang di luar kebiasaan.

Pengendara kuda maupun sais kereta memang mengenakan pakaian, tetapi mereka ini hanya sewaan. Kalau mereka menang maka pemiliknyalah yang dinyatakan sebagai pemenang bukan pengendara kuda maupun sais keretanya sendiri.

Cabang yang dipertandingkan

javelin

Olahraga Olimpiade kuno yang masih bertahan

Dari lomba lari hanya tinggal stade (200 meter), stade ganda (400 meter), dan jarak ''panjang'' (500 meter) yang bertahan.

Gulat dan tinju masih bertahan tetapi dalam bentuk yang berbeda.

Lempar lembing, lempar cakram serta lompat jauh juga bertahan.

Lomba berkuda, kereta dan pacu keledai tidak ada padanannya di Olimpiade modern.

Olimpiade aslinya hanya mempertandingkan satu cabang saja yang disebut stadion atau stade, yang berarti kira-kira lari cepat sekitar 200 meter. Lintasan lari dari abad 4 SM masih terlihat jelas dan bisa dikunjungi di tempat Olimpiade kuno dilaksanakan, dengan panjang sekitar 192 meter.

Berturut-turut stade kemudian ditambahi dengan: lari 400 meter, 5.000 meter, lompat jauh, lempar cakram, lempar lembing, gulat, tinju, berkelahi dengan teknik campuran antara gulat dan bantingan, dan adu lari cepat dengan mengenakan pelindung perang--tetap telanjang tetapi mengenakan pelindung kepala dan pelindung tulang kering. Belakangan ditambah dengan olahraga berkuda--kereta dengan empat kuda, balap kuda dan kereta dengan ditarik keledai.

Tujuan Olimpiade

Olimpiade adalah sebuah festival keagamaan untuk memuja dewa paling berkuasa dari semua dewa Yunani, Zeus dari Gunung Olimpia (gunung tertinggi di Yunani dengan ketinggian hampir mencapai 10.000 kaki).

Dewa-dewa lain juga di puja di kawasan pemujaan Olimpia, tetapi adalah Zeus adalah yang paling banyak menjadi pusat pemujaan. Ia mempunyai satu kuil pemujaan tersendiri dengan patung emas dan gading yang dibuat oleh seniman paling hebat pada jamannya, Pheidias dari Athena. Saat ini kuil dan isinya dinyatakan sebagai salah satu dari keajaiban dunia.

Zeus temple

Salah satu sudut Kuil Zeus di Athena yang masih berdiri

Tempat Olimpiade dilangsungkan

Olimpiade kuno dilangsungkan di tempat yang selalu sama, di kawasan Peloponnese di barat laut Yunani. Tempat ini tidak mudah dijangkau bahkan dari pusat kehidupan politik seperti Athena dan Sparta.

Para partisipan dan penonton datang bukan hanya dari Yunani saja tetapi dari seluruh kawasan yang dipengaruhi oleh budaya Yunani, dari Spanyol hingga Georgia.

Setelah meninggalnya Alexander Agung pada tahun 323 SM, kawasan Yunani membentang hingga ke timur ke Afghanistan dan Pakistan.

Tempat berlangsungnya pemujaan itu dikenal sebagai Olimpia yang diambil dari nama Gunung Olympia yang terletak di sebelah utara tempat pemujaan ini.

Hadiah bagi pemenang

Mahkota dari anyaman ranting pohon zaitun yang diambil dari perkebunan suci Olimpia, Altis, menjadi hadiah bagi pemenang. Hadiah hanya tersedia untuk pemenang dan bukan yang lainnya.

Hadiah lain kemungkinan adalah pengabadian lewat patung.

patung olimpiade

Atlit dipuja dengan diabadikan lewat patung diri di kota asal maupun kuil pemujaan

Tetapi ada kemungkinan kota asal pemenang menganugrahinya dengan uang atau hak untuk makan di balai kota sepanjang hidupnya. Atau yang bersangkutan bisa membayar penyair untuk mengabadikan kehebatannya dalam sebuah puisi atau membuat patung diri yang kemudian dipersembahkan untuk dewa di Olimpia atau dikota mereka sendiri.

Pemujaan terhadap pemenang bahkan bisa tak kalah hebat layaknya pemujaan terhadap dewa sendiri. Di akhir abad 5 SM Exaenetus dari Sisilia, Italia disambut dengan kawalan 300 kereta perang setelah memenangkan stade untuk kedua kalinya.

Salah satu atlit terhebat sepanjang masa adalah Milo dari Italia selatan yang bisa dikatakan Usain Bolt-nya masa itu. Di abad 6 SM ia enam kali memenangkan lomba di Olimpiade dan menang dibanyak pesta olahraga lain. Ia juga dikenal orang sebagai yang mahakuat karena mampu mengangkat seekor kerbau dan mampu mengkonsumsi daging dalam jumlah yang luar biasa.

Pesta olahraga ''internasional''

Pada awalnya dan untuk berabad-abad, Olimpiade hanya diperuntukkan untuk orang Yunani saja. Mereka yang bukan orang Yunani atau yang tidak beradab atau barbar tidak diperkenankan terlibat.

Tetapi ketika Romawi menjajah Yunani di abad 2 SM, mereka menolak disebut barbar dan menuntut status kehormatan agar bisa ikut dalam Olimpiade.

Selama dibawah kekuasaan Romawi, Olimpiade terus berjalan empat tahun sekali tanpa henti hingga tahun 393 M ketika Kaisar Theodosius I yang dikenal sebagai Kristen taat melarangnya karena dianggap menyembah berhala.

Salah semangat

Kaisar Nero pernah melarang pelaksanaan Olimpiade tetapi dengan alasan yang berbeda. Dengan sogokan dan ancaman ia memaksa penundaan Olimpiade selama dua tahun agar penyelenggaraannya bisa pas dengan kunjungannya ke Yunani di tahun 67 M.

Nero

Kaisar Nero memaksakan kehendak untuk mendapatkan mahkota ranting zaitun

Ia berpartisipasi dalam lomba kereta 16 kuda. Ia kalah dan bahkan terlempar dari kereta, tetapi tetap saja mendapat mahkota ranting zaitun dan dinyatakan sebagai pemenang.

Perkasa karena kuasa pernah dicoba ditiru oleh Hitler di Olimpiade Berlin 1936. Tetapi kalau Nero bisa memaksakan kekuasaannya untuk mendapat mahkota ranting zaitun, Hitler tak mampu mecegah ketika Jesse Owen pelari kulit hitam Amerika, yang dianggapnya mempunyai ras yang lebih rendah dari ras Arya, memenangkan medali emas lari 100 meter.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.