BBC navigation

Misi Jerman akhiri rekor buruk dari Italia

Terbaru  28 Juni 2012 - 14:48 WIB
Andrea Pirlo and Mesut Ozil

Andrea Pirlo dan Mesut Ozil akan mengeluarkan kemampuan terbaik untuk menguasai lini tengah.

Laga semifinal Piala Eropa 2012 antara Italia melawan Jerman di Stadion Narodowny, Warsawa, Polandia, Jumat (29/6) dini hari menjadi pertarungan klasik dua raksasa sepakbola Eropa.

Kedua negara juga tercatat sudah 30 kali bertemu di berbagai ajang, namun sejarah mencatat Jerman belum pernah mengalahkan Italia dalam tujuh laga di Piala Eropa dan Piala Dunia.

Jerman harus mengakui keunggulan Italia pada semifinal Piala Dunia 1970 dan 2006, serta takluk di babak final Piala Dunia 1982.

Dengan catatan sejarah ini, sudah layak jika Jerman akan tampil sangat berhati-hati menghadapi Gli Azzuri yang kini tampil beda tak hanya mengandalkan pertahanan gerendel catenaccio semata.

Sementara itu, Jerman dengan pasukan termuda sepanjang sejarah bertekad untuk mencapai final pertamanya sejak menjadi juara Eropa 1996.

Dengan deretan pemain munda berbakat seperti Sami Khedira, Marco Reus, Mario Gomez, Manuel Neuer dan Mesut Ozil, Der Panzer siap menatap final.

Khusus untuk Ozil, sang maestro masa depan, akan berhadapan langsung dengan maestro lapangan tengah lainnya, Andrea Pirlo.

Siapa yang terbaik? Kota Warsawa akan menjadi saksi.

Matikan Pirlo

"Tapi yang spesial adalah Pirlo. Dia bukan sekadar pemain. Pirlo menjabarkan taktik dan ide di atas lapangan. Dialah pengatur permainan."

Joachim Low

Laga semifinal Piala Dunia 2006 masih lekat di ingatan beberapa pemain Jerman saat ini. Saat itu Italia membekap Jerman 2-0, sekaligus memastikan tempat di babak final.

Di benak kapten tim Phillip Lahm, Miroslav Klose, Lukas Podolski dan Joachim Low -saat itu asisten pelatih- masih terlihat jelas gol-gol ciptaan Fabio Grosso dan Alessandro Del Piero.

Dan saat ini, untuk kedelapan kalinya di sebuah turnamen resmi, Jerman akan kembali berhadapan dengan Italia.

Untuk memecahkan 'kutukan' tak pernah menang atas Italia di turnamen resmi, pelatih Joachim Low meyakini satu hal yang harus dilakukan anak-anak asuhnya.

"Italia sangat baik dalam serangan balik dan memiliki pemain kelas dunia seperti Antonio Cassano dan Mario Balotelli," kata Low.

"Tapi yang spesial adalah Pirlo. Dia bukan sekadar pemain. Pirlo menjabarkan taktik dan ide di atas lapangan. Dialah pengatur permainan," papar Low.

"Kami harus mengganggu dia, menghentikan dia, menghalangi dia dan memikirkan cara kami tampil lebih bagus di lapangan tengah," papar dia.

Menguasai lapangan tengah, menurut Low, adalah kunci utama untuk mengalahkan Italia.

Dan tugas menguasai lapangan tengah akan diemban Mesut Ozil yang sudah menghasilkan tiga assist dan gelandang pekerja keras Bastian Schweinsteiger.

Low beruntung karena jelang laga semifinal ini Schweinsteiger dinyatakan pulih dari cedera pergelangan kaki yang diperolehnya saat menghadapi Yunani.

Sementara untuk lini depan, Low kemungkinan akan kembali memainkan Mario Gomez yang diistirahatkan di babak perempat final lalu.

Dalam kondisi mendesak, Low bisa juga memainkan penyerang gaek Miroslav Klose yang jago dalam duel udara untuk coba menghasilkan gol melalui sundulan.

Mimpi Prandelli

Data dan fakta

Head-to-head

  • Kedua negara sudah bertemu tujuh kali di turnamen kompetitif di Piala Eropa atau Piala Dunia.
  • Jerman memiliki rekor buruk melawan Italia, karena dari 30 pertemuan mereka hanya menang 7 kali, kalah 14 kali, sisanya seri
  • Dari ketujuh pertemuan itu, Jerman kalah tiga kali yaitu pada semifinal Piala Dunia 1970 dan 2006 serta Final Piala Dunia 1982.
  • Dalam dua Piala Eropa terdahulu yaitu pada 1988 dan 1996 berkahir imbang.

Jerman

  • Jerman memenangkan 15 pertandingan kompetitif terakhir yang menurut UEFA adalah rekor baru.
  • Jerman lolos ke enam semifinal Piala Eropa dan hanya gagal satu kali lolos ke final, saat kalah dari Belanda 1-2 di Piala Eropa 1988.
  • Secara keseluruhan, Jerman lolos 17 kali ke semifinal seluruh turnamen besar dan hanya gagal di enam semifinal.
  • Mats Hummels dan Sami Khediraadalah pemain yang tampil di empat laga Piala Eropa 2012 tanpa membuat sekalipun pelanggaran.

Italia

  • Italia berhasil lolos ke 10 semifinal di seluruh turnamen besar dan hanya dua kali gagak ke final.
  • Kegagalan itu adalah saat dikalahkan Uni Soviet (1988) dan kalah adu penalti dari Argentina di Piala Dunia 1990.
  • Italia gagal mencetak gol dalam dua semifinal Piala Eropa terdahulu.
  • Italia maju ke final Piala Eropa 1968 setelah menang undian koin setelah imbang 0-0 melawan Uni Soviet.
  • Uni Soviet membalas 20 tahun kemudian saat mengalahkan Italia 2-0 di semifinal.
  • Italia menjalani delapan kali final yang berakhir tanpa gol. Jauh lebih banyak dari tim manapun.

Sementara itu, pelatih Italia Cesare Prandelli yang dinilai sukses mengubah Italia menjadi tim yang lebih menyerang mulai memimpikan babak final di Kiev.

"Saat saya menutup mata dan bermimpi, saya memimpikan hal-hal hebat. Saya memimpikan sebuah malam yang hebat," ujar pelatih berusia 54 tahun itu kepada wartawan.

Mimpi Prandelli itu sah-sah saja melihat konsistensi Italia dan catatan sejarah yang menguntungkan Gli Azzuri saat menghadapi Jerman.

"Saat ini semua pemain sangat siap baik secara fisik maupun mental," tambah mantan pelatih Fiorentina itu.

Keyakinan untuk lolos ke final juga disuarakan Andrea Pirlo yang menjadi bintang saat mengalahkan Inggris di babak perempat final lalu.

"Kami sudah melihat semua pertandingan Jerman. Jerman tim hebat dengan mental yang hebat pula. Dalam beberapa tahun terakhir mereka menembus enam semifinal," ujar Pirlo.

"Kami mempelajari mereka dan kami yakin bisa mengalahkan Jerman," tegas gelandang Juventus itu.

Untuk mengalahkan Jerman, Pirlo dan Prandelli meyakini Azzuri harus berani bermain cepat dan tidak hanyut mengikuti irama permainan Der Panzer.

"Kami harus memikirkan bagaimana pergerakan pemain di lapangan dan memberi kebebasan untuk pemain-pemain kunci seperi Marchisio, De Rossi atau Montolivo," papar Prandelli.

Salah satu pekerjaan rumah Prandelli adalah mencari cara untuk membuat para penyerangnya lebih efektif dalam memanfaatkan peluang.

Apalagi dalam empat laga sejauh ini Italia hanya mencetak empat gol meski banyak menciptakan peluang emas.

"Kepada para penyerang saya hanya mengatakan cobalah mencetak gol. Yang jelas kami harus menciptakan peluang yang artinya memperbesar peluang kami mencetak gol," tegasnya.

Untuk urusan mencetak gol ini, Prandelli nampaknya masih akan mempercayai duet striker bengal Mario Balotelli dan Antonio Cassano.

"Saya tak melihat ada masalah dengan Mario. Tapi sangat menarik untuk mengetahui jalan pikiran seorang pemuda berusia 21 tahun," kata Prandelli sambil menambahkan Balotelli telah banyak berubah selama bergabung dengan tim nasional.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.