BBC navigation

Belanda jalani misi nyaris mustahil

Terbaru  17 Juni 2012 - 13:12 WIB
Belanda

Dengan tim bertabur bintang, Belanda justru sudah menelan dua kekalahan di Piala Eropa 2012.

Belanda, finalis Piala Dunia 2010, pencetak gol tersubur di babak kualifikasi Piala Eropa 2012 dan salah satu kandidat juara turnamen ini, sekarang tengah berjuang menghindari malu.

Tim bertabur bintang ini akan sangat dipermalukan jika mereka gagal lolos ke babak delapan besar Piala Eropa 2012 di Ukraina-Polandia.

Gejala pulang awal ini sangat terbuka karena Oranye sudah merasakan dua kali kekalahan, apalagi sepanjang sejara Piala Eropa belum pernah ada satu tim yang lolos dari babak grup jika sudah menelan dua kali kekalahan.

Namun, asa masih terbuka meski sangat kecil. Kemungkinan lolos ke delapan besar masih terbuka asalkan Belanda bisa mengalahkan Portugal dengan selisih minimal dua gol di Stadion Metalist, Kharkiv, Senin (18/6) dini hari.

Tetapi kemenangan atas Portugal dengan skor sebesar apapun bisa tak berarti jika Denmark bisa mengalahkan atau bermain imbang dengan Jerman yang dalam waktu bersamaan berlaga Lviv.

Sementara itu, Portugal juga mengemban misi harus menang untuk memastikan posisi mereka di delapan besar.

Melawan Belanda, sejarah memihak Cristiano Ronaldo dkk. Dalam 10 pertemuan terakhir kedua negara, Portugal menang enam kali, tiga kali imbang dan satu kali kalah.

Kekalahan terakhir Portugal dari Belanda terjadi pada babak kualifikasi Piala Eropa 1991 lalu.

Terlalu individualis

"Jika Anda ingin mencapai sesuatu bersama, maka egoisme harus disingkirkan. Anda harus bekerja sebagai tim."

Arjen Robben

Diperkuat pemain bertalenta tinggi termasuk dua top skorer Klaas Jan Huntelaar dan Robin van Persie dan nama-nama besar lainnya, Belanda menghasilkan 46 tembakan ke gawang dalam dua laga terkahirnya.

Namun, siapa nyana sederet peluang itu hanya menghasilkan satu gol dan dua kekalahan yang menyebabkan saat ini di kamar-kamar hotel pemain Belanda koper-koper sudah disiapkan untuk pulang ke Amsterdam.

Apa penyebab 'kesialan' Belanda ini? Salah satu bintang tim Oranye Arjen Robben mengatakan tim Belanda belum bekerja sebagai sebuah tim dalam turnamen ini.

"Sangat sulit bagi kami karena terlalu banyak ego dalam tim ini. Setelah Piala Dunia para pemain merasa semakin besar. Ini yang menyulitkan kami," kata pemain berusia 28 tahun ini di situs resmi KNVB.

"Jika Anda ingin mencapai sesuatu bersama, maka egoisme harus disingkirkan. Anda harus bekerja sebagai tim," imbuh Robben.

"Sebelum melawan Jerman, beberapa orang mengatakan Jerman akan menang. Sekarang sangat penting untuk menyingkirkan pikiran negatif di laga terakhir kami," tandas sayap Bayern Muenchen ini.

Inilah yang menjadi pekerjaan rumah bagi sang pelatih Bert van Marwijk. Namun mantan pelatih Feyenoord ini menjanjikan Belanda akan tampil habis-habisan menghadapi Portugal.

"Kami harus menang dan berharap Jerman juga menang," kata Van Marwijk.

"Melawan Portugal akan sangat keras. Di masa lalu kita sering melihat kartu kuning dan merah dalam laga Belanda melawan Portugal," katanya.

Portugal akan menyerang

Paulo Bento

Manajer Portugal Paulo Bento janjikan permainan menyerang saat hadapi Belanda.

Melawan Belanda yang tengah 'terluka' menjadi misi harus menang untuk Selecao agar bisa menemani Jerman yang di atas kertas bisa mengatasi Denmark.

Pelatih Portugal Paolo Bento diyakini tak akan mengubah formasi timnya terlalu drastis. Bento juga nampaknya kini bisa sedikit lega karena timnya ternyata tidak tergantung pada Ronaldo.

Buktinya saat Ronaldo tak kunjung bersinar, pemain lain malah bisa menunjukkan tajinya. Saat mengalah Denmark gol justru datang dari Pepe, Helder Postiga dan pemain cadangan Sivestre Varela.

Selain itu, saat menghadapi Belanda, Paolo Bento memiliki pasukan yang lengkap dan tak satupun pemainnya mengalami

Untuk menghadapi tim Oranye, Paolo Bento menyatakan sudah memiliki cara untuk meredam para bintang Oranye.

"Belanda suka pengusaan bola dan gemar mendikte pertandingan. Dan kami tak bisa hanya bertahan, kami juga harus menguasai bola," ujar Bento.

Lebih jauh Bento mengatakan dia tak khawatir Belanda telah main dua kali di Kharkiv sehingga kota itu seakan menjadi kandang tim Oranye.

"Yang berpengaruh adalah usaha dan taktik di lapangan. Kami harus berani berkorban. Dan sejauh ini kami menunjukkan kualitas bertahan yang bagus," tambah Bento.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.