BBC navigation

Laga klasik singa melawan ayam jantan

Terbaru  11 Juni 2012 - 11:54 WIB
Timnas Inggris

Timnas Inggris yang kehilangan banyak pemain inti langsung melawan Prancis di laga perdana Grup D.

Di antara para kontestan Piala Eropa 2012, Inggris kemungkinan adalah tim paling menderita. Bagaimana tidak, mereka harus rela bertanding di turnamen akbar ini tanpa sejumlah pemain inti.

Inggris telah kehilangan Frank Lampard, Gareth Barry dan Gary Cahill akibat cedera. Selain itu, Inggris juga tak akan diperkuat penyerang andalannya Wayne Rooney di dua laga awal karena akumulasi kartu.

Nah, tim yang bisa dikatakan compang-camping ini, harus menghadapi Prancis yang tengah bangkit di Stadion Donbass Arena, Donetsk, Ukraina, Senin (11/6) malam.

Berbeda dengan Inggris, tim ayam jantan Prancis justru dipenuhi pemain-pemain yang prestasinya tengah membaik belakangan ini.

Di lini depan Karim Benzema yang kian mendapatkan kepercayaan di Real Madrid, bertekad untuk menularkan ketajamannya di level klub ke timnas Les Blues.

Tak hanya ketajaman, Prancis juga memiliki banyak 'mata-mata' di tanah Inggris yaitu para pemainnya yang mencari nafkah bersama klub-klub Liga Primer.

Pemahaman Patrice Evra, Yohan Cabaye, Hatem Ben Arfa, Florent Malouda dan Samir Nasri tentang sepakbola Inggris tentu akan menguntungkan manajer Prancis Laurent Blanc dalam meramu taktik.

Tetapi, Inggris yang selalu mengklaim diri sebagai penemu olah raga paling populer di jagat ini tentu tak akan menyerah begitu saja.

Apalagi dalam 28 kali pertemuan kedua negara, Inggris masih mengungguli Prancis dengan 16 kemenangan dan delapan seri.

Matikan kreativitas Prancis

Andy Carroll

Andy Carroll menjadi andalan di lini depan Inggris untuk jebol gawang Prancis.

Dengan waktu hanya tiga pekan mempersiapkan tim, pelatih Inggris Roy Hodgson tentu tidak bisa maksimal memilih pemain yang sesuai untuk skema permainannya.

Kondisi ini semakin sulit setelah satu per satu pemain andalan The Three Lions berguguran karena cedera. Ditambah absennya Wayne Rooney, maka lengkaplah sudah penderitaan Juara Dunia 1966 itu.

Tetapi tanpa pemain-pemain inti itu, Inggris tetap harus melawan Prancis di laga pembuka Grup D. Lalu bagaimana Roy Hodgson memaksimalkan pemain yang ada saat ini.

Di lini tengah, kehilangan Frank Lampard adalah sebuah kerugian besar. Untuk laga ini, Hodgson akan memainkan Steven Gerrard bersama Scott Parker atau James Milner di lini tengah.

Sementara itu di sayap, Hodgson akan memainkan Theo Walcott dan Ashley Cole atau Stewart Downing. Sedangkan di lini depan, untuk menggantikan posisi Rooney, Hodgson akan menempatkan Andy Carroll atau Danny Welbeck.

Roy Hodgson nampaknya lebih mengkhawatirkan ketajaman Prancis yang tak terkalahkan di 21 pertandingan dan mencetak sembilan gol di tiga laga uji coba terakhir.

"Kami harus waspadai kemampuan Prancis dalam menyerang. Kuncinya adalah menghilangkan peluang mereka di sekitar kotak penalti," ujar Hodgson.

Sehingga, lini belakang Inggris harus dalam konsentrasi penuh mematikan kreativitas serangan Les Blues.

Posisi John Terry di lini belakang tak tergoyahkan dan tanpa Cahill yang cedera dan tidak dipanggilnya Rio Ferdinand maka Jeloen Lescott berpeluang besar menjadi tandem kapten Chelsea itu.

Senior dan junior

Laurent Blanc

Laurent Blanc membangun kembali timnas Prancis dengan menyertakan pemain muda.

Sejak meraih gelar ganda Juara Dunia 1998 dan Juara Eropa 2000, prestasi timnas Prancis bisa dikatakan menukik tajam.

Puncak keruntuhan Prancis adalah di Piala Dunia 2010 di bawah komando Raymond Domenech yang 'dikudeta' para pemainnya sendiri dan tersingkir dengan menjadi juru kunci grup.

Kini tim nasional Prancis kembali menggeliat. Sosok yang berjasa mengembalikan Prancis ke 'jalur yang benar' adalah Laurent Blanc.

Laki-laki berjuluk Le President ini dengan kemampuan memimpinnya mulai membangun sosok tim Prancis baru yang kembali disegani.

Dia menyuntikkan darah muda seperti Yohan Cabaye dan Yann M'Vila di lini tengah. Lini belakang Prancis juga semakin kokoh dengan kehadiral Adil Rami.

Tak hanya itu, Prancis masih memiliki sosok senior dengan kemampuan di atas rata-rata dalam diri Franck Ribery dan Karim Benzema.

Jika kombinasi senior-junior ini berjalan sempurnya, bukan tidak mungkin status Prancis yang kini hanya sebagai kuda hitam bisa berubah menjadi tim unggulan.

Dan, Blanc meminta anak-anak asuhnya tidak meremehkan daya serang Inggris meski tak diperkuat penyerang utamanya Wayne Rooney.

"Andy Carroll sangat kuat dalam duel udara. Sedangkan Welbeck senang memberi tusukan," kata kapten Prancis sekaligus penjaga gawang Hugo Lloris.

"Kedua pemain ini memiliki karakter berbeda dan kami tak boleh memberi mereka ruang sedikitpun," tambah Lloris.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.