BBC navigation

100 hari menuju Paralimpiade London 2012

Terbaru  21 Mei 2012 - 15:05 WIB

Para atlet Indonesia yang akan mengikuti Paralimpiade London 2012

Enam atlet akan mewakili Indonesia dalam pesta olahraga atlet difabel dunia atau Paralimpiade di London, Inggris, yang akan diadakan pada 29 Agustus-9 September 2012.

Keenam atlet itu adalah Marthin Losu, Suyono, dan Setyo Budi Hartanto (atletik), Agus Ngaiman (renang), I Nengah Widiasih (angkat berat) dan David Jakobs (tenis meja).

Pada Senin (21/05) yang bertepatan dengan 100 hari menjelang dimulainya Paralimpiade, mereka diperkenalkan kepada publik.

Ketua Komite Olimpiade Indonesia Rita Subowo mengatakan minimnya jumlah atlet tersebut dikarenakan fasilitas yang juga terbatas.

"Selain itu dana yang diperuntukkan untuk Paralympic juga terbatas yaitu Rp 6 miliar, sedangkan untuk Olimpiade Rp 20 miliar," kata Rita pada wartawan.

Meski pun demikian, ia memastikan para atlet tersebut akan mendapat bonus jika berhasil meraih medali.

"Pasti ada tetapi jumlahnya belum bisa disebutkan," kata dia.

Rita akan mendampingi kontingen Indonesia selama berlangsungnya Olimpiade.

"Saya akan berada di London 27 Juli hingga 12 Agustus untuk bekerja sama dengan Lord Sebastian Coe, ketua penyelenggara Olimpiade London 2012," kata Rita.

Harapan atlet

Atlet angkat berat I Nengah Widiasih berharap dapat melakukan yang terbaik

I Nengah Widiasih yang akan bertanding di kelas angkat berat 40 kg mengatakan ia tidak memiliki target khusus.

"Harapan saya hanya semoga saya mampu melakukan yang terbaik di London," kata Widiasih pada BBC Indonesia.

Atlet asal Bali berusia 19 tahun ini mengatakan Paralimpiade adalah even terbesar yang pernah ia ikuti setelah Asean Para Olympic tahun lalu.

Sedangkan Agus Ngaiman yang akan turun di cabang renang gaya punggung 100 meter berharap dapat meraih medali.

"Target saya medali perunggu dan pasti saya akan melakukan yang terbaik karena saya sudah menunggu delapan tahun untuk ikut dalam even ini," kata Agus.

Ia menyebut Rusia, Kanada dan Cina sebagai lawan terberat.

Sejarah baru

Duta Besar Inggris Mark Canning menyampaikan optimismenya untuk kontingen Indonesia.

"Asean Para Olympics di Solo November tahun lalu adalah contoh betapa pesatnya gerakan olahraga difabel. Saya tahu Indonesia berada di peringkat kedua dengan 113 medali emas, 106 perak dan 89 perunggu dan saya berharap Indonesia akan mencetak prestasi yang sama cemerlangnya di London," kata dia.

Inggris mencatat sejarah baru sebagai satu-satunya negara yang mengadakan Olimpiade dan Paralimpiade secara bersamaan.

"Sebagai penggagas olah raga bagi atlet difabel pada 1948, Inggris memiliki reputasi internasional yang diakui sebagai pendukung hak-hak penyandang cacat dan meningkatkan kesadaran akan olah raga difabel," kata Canning.

"London 2012 akan menjadi pertandingan olah raga pertama dimana perencanaan baik untuk Paralimpiade dan Olimpiade akan terintegrasi secara menyeluruh," kata dia.

"Dalam 100 hari Paralimpiade London akan dibuka dan kami akan menyambut tim Paralimpiade Indonesia untuk datang di sana."

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.