Pengadilan atas kerusuhan di stadion Port Said dimulai

Terbaru  17 April 2012 - 19:20 WIB
Kerusuhan di Stadion Port Said, 1 Februari 2012

Kerusuhan dalam pertandingan di Stadion Port Said pada 1 Februari menyebabkan 75 orang tewas.

Pengadilan di Kairo hari ini, Selasa 17 April, memulai sidang atas kasus kerusuhan dalam pertandingan sepak bola di Stadion Port Said yang menewaskan 75 orang.

Tak lama setelah dimulai, hakim sempat memutuskan untuk menghentikan sidang karena para tersangka berteriak-teriak sebagai protes atas dakwaan yang mereka hadapi.

Para tersangka yang mengenakan baju putih yang berada dalam dalam ruang berjeruji berteriak untuk menegaskan mereka tidak bersalah. Setelah suasana tenang, sidang dimulai kembali.

Dalam pertandingan di Stadion Port Said, 1 Februari 2011, terjadi bentrokan antara pendukung klub tamu asal Kairo, Al-Masry, dengan tuan rumah, Al-Ahly.

Sebagian besar dari 73 tersangka -sembilan di antaranya adalah perwira polisi senior- menghadapi dakwaan pembunuhan dan sebagian dikenakan dawaan membantu pendukung klub Al-Masry untuk menyerang pendukung Al-Ahly.

Kemarahan keluarga korban

Para pendukung Al-Ahly memiliki kaitan yang kuat dengan gerakan unjuk rasa yang berhasil menumbangkan pemerintahan presiden Husni Mubarak.

"Kepala keamanan adalah orang yang membunuh putra-putra kami. Dia harus dieksekusi dan saya dengan keras mengatakan: jika mereka tidak mengeksuksi dia, maka saya akan pergi ke Port Said dan membunuh dia. Saya bersumpah kepada Tuhan untuk mengesekusi dia sendiri."

Ibu dari Islam al-Affandi

Diduga polisi sengaja membiarkan para pendukung Al-Masry menyerang para pendukung Al-Ahly.

Keamanan ditingkatkan di ruang sidang karena para pendukung kedua klub menghadiri sidang yang digelar di gedung Akademi Kepolisian Kairo.

Seorang ibu korban yang berada di luar ruang sidang mengecam aparat keamanan yang lalai dalam kerusuhan itu. Putranya, Islam al-Affandi, tewas dalam kerusuhan tersebut.

"Kepala keamanan adalah orang yang membunuh putra-putra kami. Dia harus dieksekusi dan saya dengan keras mengatakan: jika mereka tidak mengeksuksi dia, maka saya akan pergi ke Port Said dan membunuh dia. Saya bersumpah kepada Tuhan untuk mengesekusi dia sendiri," tuturnya kepada kantor berita Reuters.

Sebuah penyelidikan parlemen mendukung pendukung kedua klub dan lemahnya keamanan sebagai penyebab tewasnya sejumlah orang dalam kerusuhan tersebut.

Kepala keamanan negara di Port Said dan dewan direktur Asoasiasi Sepakbola Mesir dipecat tak lama setelah kerusuhan tersebut.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.