BBC navigation

Ricardo Teixeira juga mundur dari kursi Exco FIFA

Terbaru  20 Maret 2012 - 14:41 WIB
Ricardo Teixeira

Sejumlah kasus dugaan korupsi dikaitkan dengan Teixeira di dalam dan luar negeri.

Mantan ketua asosiasi sepakbola Brasil yang kerap dikaitkan dengan skandal korupsi, Ricardo Teixeira, akhirnya mengundurkan diri dari posisinya selaku anggota Komite Eksekutif FIFA sepekan setelah menyampaikan pengunduran dirinya dari posisi ketua asosiasi sepakbola di negerinya.

Teixeira, yang sudah menjabat dalam Komite Eksekutif tertinggi sepakbola sejagad sejak 1994 ini mengatakan pengunduran dirinya "tak bisa diubah," dalam sepucuk surat yang dialamatkan pada Konfederasi Sepakbola Amerika Selatan (Conmebol) yang kemudian diterbitkan di situs web organisasi itu.

"Saya telah bekerja dengan tekad untuk memperjuangkan kepentingan Sepakbola di benua kita serta untuk mendongkrak citra sepakbola di mata internasional," tulisnya.

Teixeira juga mengundurkan diri dari kepanitiaan yang mengorganisir penyelenggaraan Piala Dunia 2014 di saat Brasil tengah disorot karena dianggap lambat menyelesaikan sejumlah kebijakan dan proyek fisik untuk menunjang perhelatan akbar dunia tersebut.

Selama 22 tahun mengepalai asosiasi sepakbola di Brasil (CBF), dirinya juga dihubungkan dengan sejumlah kasus kontroversial sehingga membuahkan desakan berkali-kali agar ia mundur.

Tudingan terlibat kasus korupsi juga munsul dari luar negeri. Teixeira, 64, misalnya dituduh menerima jutaan dollar uang suap dari perusahaan pemasar acara olah raga Swiss ISL Sports, tahun 1990an. Perusahaan ini di kemudian hari dinyatakan bangkrut.

Sementara di dalam negeri, salah satu kasus terakhir yang dikaitkan dengannya adalah penyalahgunaan dana publik dari sebuah ajang pertandingan bola persahabatan yang dimainkan tim Brasil tahun 2008.

Havelange kritis

Dalam kasus dugaan skandal korupsi yang melibatkan ISL, muncul pula nama Joao Havelange, mantan ketua FIFA yang memegang jabatan itu selama 25 tahun, yang tak lain adalah mantan ayah mertua Teixeira.

Havelange kemudian menjadi anggota Komite Olimpiade Internasional IOC dan sedang menghadapi ancaman dikenai sanksi saat menyatakan diri mundur.

Havelange mundur hanya berselang beberapa hari menjelang dilakukannya penyelidikan oleh Komite Etik IOC.

Kasus akhirnya ditutup setelah pengunduran diri tersebut.

Havelange, 95, kini sakit keras dan dinyatakan dalam kondisi kritis di sebuah rumah sakit di Brasil akibat infeksi.

Meski dianggap dinodai dengan sejumlah skandal korupsi, kepemimpinan Havelange di FIFA dipandang pula sebagai awal terbentuknya citra sepakbola sebagai olahraga terpenting di seluruh dunia.

Kepemimpinan Havelange kini dilanjutkan Sepp Blatter, dimana kepengurusannya bersama sejumlah anggota komite eksekutif FIFA juga diberitakan dengan berbagai rumor skandal korupsi.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.