Peringatan Cameron atas rasisme di sepak bola Inggris

Terbaru  22 Februari 2012 - 19:49 WIB
David Cameron

Dalam tulisannya di The Sun, Cameron siap melakukan apa saja untuk membantu melawan rasisme.

Perdana Menteri Inggris, David Cameron, mengatakan skandal rasisme di sepak bola Inggris jangan sampai menarik Inggris kembali ke masa lalu yang buruk.

Dalam tulisannya di koran The Sun yang diterbitkan Rabu 22 Februari, Cameron menegaskan rasisme saat muncul lagi menjadi perhatian.

"Kita tidak bisa begitu saja menyembunyikannya di bawah karpet, pemerintah siap untuk menempuh yang bisa dilakukan untuk membantu."

"Ada masanya ketika sepak bola di negara kita terinfeksi rasisme secara amat buruk," tambahnya.

Serangan rasis atas para pemain kulit hitam memang banyak terjadi dalam dunia sepak bola Inggris pada masa 1970-an dan 1980-an dan sudah diatasi walau ternyata masih belum punah sepenuhnya.

Tulisan Cameron ini diterbitkan bersamaan dengan pertemuan tentang rasisme yang digelar di kediaman resmi perdana menteri di Downing Street.

Dalam beberapa waktu belakangan ini, beberapa insiden rasisme terjadi di sepak bola Inggris.

Melibatkan pemain dan pendukung

"Kita tidak bisa begitu saja menyembunyikannya di bawah karpet, pemerintah siap untuk menempuh yang bisa dilakukan untuk membantu."

David Cameron

Insiden yang paling menarik perhatian melibatkan Kapten Chelsea, John Terry. Dia sudah didakwa oleh kepolisian karena dituduh bersikap rasis atas pemain Queens Park Rangers, Anton Ferdinand.

Otoritas sepakbola Inggris juga sudah mencopot Terry dari posisi kapten tim nasional Inggris walau dia tidak dilarang untuk memperkuat Timnas.

Pengadilan dengan dakwaan rasisme atas Terry sudah dimulai pada Januari 2012 walau baru akan dilanjutkan lagi pada pertengahan tahun ini.

Sementara penyerang Liverpool asal Uruguai, Luis Suarez, sudah dijatuhi sanksi larangan delapan pertandingan karena mengucapkan komentar rasis atas pemain Manchester United, Patrice Evra.

Sementara di kalangan pendukung juga ditemukan beberapa serangan rasis, antara lain pada pekan pertama Januari yang melanda pemain belakang Oldhan Athletic, Tom Adeyemi, saat bertanding melawan Liverpool di stadion Anfield.

Kepolisian sudah menangkap seorang pria berusia 20 tahun yang dianggap melakukan serangan rasis tersebut.

Masih pada bulan Januari, Kepolisian Inggris juga menangkap seorang pria yang diduga pendukung Chelsea dan ikut melakukan nyanyian rasis saat berada di dalam kereta api yang menuju London dari kota Norwich.

Insiden rasis itu diduga melibatkan para pendukung Chelsea setelah klubnya ditahan seri 0-0 oleh Norwich.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.