
Balotelli mengaku alami pelecehan rasisme dilakukan pendukung tuan rumah.
Manchester City berencana untuk melayangkan protes ke UEFA terkait dugaan rasisme yang dialami beberapa pemainnya saat melawan Porto di Liga Eropa.
Dalam pertandingan tersebut City berhasil mengalahkan Porto 2-1 di Estadio do Dragao, tetapi setelah pertandingan klub Inggris ini mengungkapkan bahwa Mario Balotelli mengaku mendapat teriakan rasisme dari tribun penonton.
BBC Radio 5 melaporkan, saat jeda istirahat, petugas media Manchester City memberitahukan mereka mencurigai gelandang Yaya Toure dan striker Mario Balotelli menjadi subyek rasisme dari salah satu kerumunan pendukung tuan rumah.
Di menit ke 78, ketika City mengganti Balotelli, siulan dan cemoohan semakin keras terdengar.
Setelah pertandingan Balotelli mengungkapkan kepada klub bahwa dia mengalami pelecehan rasial dari tribun.
Klub kemudian berencana untuk melaporkan insiden tersebut ke UEFA.
Mancini tidak mendengar
Bagaimanapun dalam keterangan pers manajer City, Roberto Mancini mengaku tidak mendengar hal yang tak biasa selama pertandingan.
''Saya tidak mendengar keributan, karena saya berkonsentrasi dengan pertandingan,'' katanya.
Tetapi Mancini tetap membela para pemainnya.
"Saya rasa Mario Balotelli dan Yaya Toure sangat kuat untuk terpengaruh,'' tambah pelatih Italia itu.
Mancini juga memberikan pujian bagi Balotelli, dengan menyebut penampilannya sangat ''tenang''.
"Mario bermain bagus, sangat bagus, dia sangat tenang dan penting baginya untuk melanjutkan hal itu.''
"Saya rasa provokasi semacam ini bisa terjadi di semua pertandingan. Untuk alasan tersebut saya berbicara dengan Mario sebelum pertandingan. Saya katakan 'Mario, berfikir dan bermain, berfikir apa yang harus anda lakukan saat bermain. Lupaka hal yang lain.' Saya rasa hanya itu yang penting,'' tambah Mancini.
Selanjutnya City akan menjamu Porto di Etihad Stadium 22 Februari mendatang.










